Hariandialog,Friday 18 August 2017, 04:17

UNPAM Gelar Do'a Dan Renungan Untuk Para Korban Kekerasan Aparat Polisi

PDFPrintE-mail

Jakarta, hariandialog.com - Puluhan mahasiswa menamakan dirinya Keluarga Besar Mahasiswa Univesitas Pamulang (KBM Unpam) bersama (Konsolidasi Mahasiswa Nasional Indonesia (Komando) menggelar do'a dan renungan bersama di depan kampus Unpam, Rabu (24/7). Mereka mendesak agar kelima Mahasiswa Universitas Pamulang ditangkap dan dijebloskan ke Meja Hijau dengan Dakwaan Pengeroyokan, penganiayaan, penghasutan, perbuatan tidak menyenangkan dan melawan aparat dan dituntut selama 7 Bulan Penjara segera dibebaskan murni tanpa syarat.

"Do'a dan Renungan malam ini kita tujukan untuk para korban kekerasan, arogansi dan kriminalisasi aparat Polisi kepada rakyat dan mahasiswa. Kami juga menggelar aksi 1000 lilin untuk Solidaritas, Persaudaraan, Persatuan, Perjuangan dan untuk Bebas Murni 05 Laskar Pejuang UNPAM," tegas aktivis Komando Yudi Rijali Muslim.

Menurut Yudi yang juga mantan mahasiswa Unpam, Tangerang Selatan Banten ini, dari apa yang menjadi dasar pihaknya melakukan penyampaian aspirasi pada tanggal 18 Oktober 2012 yakni menolak lupa atas apa yang terjadi kepada saudara kita sesama Mahasiswa seperti yang terjadi di Cirebon, Cianjur, Serang, Makassar, Medan, Surabaya dan apa yang dialami oleh Rakyat Indonesia seperti para Petani, Nelayan, Buruh, Guru dll di Masuji, Bima, Medan, Lampung, Karawang, Tangerang.

"Kami juga menuntut kepada institusi Kepolisian Republik Indonesia melaksanakan sumpah setianya yang terkandung di dalam Tribrata dan Catur Prasetya sehingga aparat kepolisian menjalankan tugas dan kewajibannya seperti apa yang dilakukan oleh Jendral Hoegeng dan seperti yang tertulis didalam Pancasila Sila ke 2 'Kemanusiaan yang adil dan beradab' menjadikan ke 5 Mahasiswa Universitas Pamulang ditangkap dan dijebloskan ke Meja Hijau dengan Dakwaan Pengeroyokan, penganiayaan, penghasutan, perbuatan tidak menyenangkan dan melawan aparat dan dituntut selama 7 Bulan Penjara," paparnya.

Dikatakan dia, hari Kamis 25 Juli 2013 adalah Sidang Putusan terakhir yang dibacakan di Pengadilan Negeri Tangerang. Namun, kata dia, ada beberapa kejanggalan hukum terjadi saat persidangan Pengadilan Negeri Tangerang yaitu pertama, barang bukti yang dihadirkan di persidangan merupakan bukti-bukti yang dikumpulkan bukan dari tangan ke-5 terdakwa melainkan dari pinggir jalan.

"Kedua, kesaksian Puguh Santoso yang tidak mengakui pernah di visum padahal dalam BAP tertulis mengikuti visum di Puskesmas Pamulang," ujarnya.

Lanjut Yudi, kesaksian Sarmin Juli yang menerangkan kaca depan dan belakang mobil Wakapolri pecah karena lemparan batu Mahasiswa. Padahal menurut kesaksian Hasan Alzaglady, masih sebagai kesaksian polisi, mobil Wakapolri tidak ada yang rusak karena saksi sendiri yang membawa keluar dari Unpam ke Polsek Pamulang.

"Kesaksian dari kepolisian tidak dapat membuktikan bahwa ke - 5 mahasiswa Unpam melakukan tindak pidana seperti pasal - pasal yang didakwakan seperti pengeroyokan, penghasutan, perbuatan tidak menyenangkan dan melawan aparat," cetus Yudi.

Maka dari itu, pihaknya bersikap agar Pengadilan Negeri Tangerang memberikan putusan bebas Murni tanpa syarat kepada 5 Mahasiswa Unpam karena tidak terbukti telah melakukan pasal-pasal yang dituntut oleh JPU. 

Selain itu, menuntut keadilan ditubuh Polri dalam mengadili oknum-oknum pelaku tindak kekerasan dan penganiayaan dengan sipilkan/copot jabatan dan adili dipengadilan sipil.

"Dengan adanya kekerasan, intimidasi dan kriminalisasi terhadap gerakan Mahasiswa dan Rakyat maka letak kedudukan Polri harus berada di bawah Kementrian Dalam Negeri bukan dibawah Presiden karena menimbulkan Institusi yang kebal akan hukum," pungkasnya.antok

 

Berita Sebelumnya:Berita Terkait:

PILIHAN REDAKSI

Haji Khusus Maghfirah akan Berdoa untuk Kebaikan Bangsa di Tanah Suci
Haji Khusus Maghfirah akan Berdoa untuk Kebaikan... Jakarta, hariandialog.com - Sebanyak 159 jamaah haji Khusus PT. Kafilah Maghfirah Wisata atau yg lebih dikenal dengan nama Maghfirah Travel telah...
Keberangkatan Jamaah Haji Khusus AMPHURI Dilepas Dirjen PHU
Keberangkatan Jamaah Haji Khusus AMPHURI Dilepas...

Jakarta, hariandialog.com - Setelah hampir dua pekan pemberangkatan...

SURAT KABAR DIALOG

KESEHATAN

Pemkab Bogor Lakukan Imunisasi Measles Rubella Gratis

Pemkab Bogor Lakukan Imunisasi Measles R…

Bogor,hariandialog.com – 7-8-17-Pemerintah KabBogor (Pemkab Bogor-re...

Wabup Darma Wijaya : Akreditasi Tingkat…

Tebing Tinggi,hariandialog.com - Sebagai bentuk keseriusannya dalam ha...

TEKNOLOGI

Gubernur Pastika Coba Mobil Listrik
Gubernur Pastika Coba Mobil Listrik Denpasar, hariandialog.com - 4-7-17 - Gubernur Bali Made Mangku Pastika mencoba mobil listrik rancangan Swedia yang sudah diproduksi di dalam...
Bali Industri Kreatif Expo 2017
Bali Industri Kreatif Expo 2017

Denpasar, hariandialog.com - 14-3-2017 - Setelah dinilai tim juri...

KANTOR PUSAT :
Jl Binawarga No 4 Kalibata, Jakarta Selatan 12750 Telp. (021) 79193461, 92296596; Fax. (021) 7946448
Email: dialog_indonesia@yahoo.com - http://www.hariandialog.com

PERWAKILAN :
• Tanggerang • Serang • Banten • Bekasi • Kerawang • Cibinong • Bogor -Cianjur- Sukabumi • Bandung• Garut • Tasikmalaya•Sumedang• Purwakarta • Cirebon • Majalengka • Indramayu • Semarang • Surabaya • Sidoarjo • Bali • Bima • Bandar Lampung • Lampung Selatan • Lampung Utara • Lampung Barat • Tanggamus • Bangka • Bangka Barat • Pangkal Pinang • Belitung • Jambi• Sumsel • Bengkulu• Lubuk Linggau • Lingga • Batam• Tanjung Pinang • Karimun«Pekan Baru • Padang • Medan • Kabanjahe«Tanahkaro • Deliserdang«Serdang Bedagal• Binjal -Langkat «Labuan Batu •Sibolga-Pematang Slantar»Tarutung.Barus« Makasar-Sulbar-Mamuju •Bolmong«Sorong Papua Barat • P. Sidempuan • Nias • Bengkulu • Tembilahan