Hariandialog,Tuesday 21 November 2017, 10:15

Diviralkan Presiden Jokowi Saat HUT RI Ke 72

PDFPrintE-mail

Denpasar,hariandialog.com - 5-9-2017 - Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali mengajak sejumlah wartawan media cetak, elektronik dan online  turun kelapangan melihat perkembangan Pabrik Kopi Kintamani, Selasa,(5/9) lalu. Rombongan dipimpin Kabag Publikasi, Pengumpulan dan Penyaringan

Informasi Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali Drs. Made Ady Mastika mengunjungi dua objek di Kab.Bangli yaitu Pabrik Pengolahan Kopi Arabika di Desa Mengani, Kintamani dan Museum Geopark.

Keberadaan Pabrik Pengolahan Kopi Arabika di Mengani, Kintamani menyita perhatian publik karena diviralkan Presiden RI Joko Widodo melalui media sosial.
Rombongan media diterima langsung Hendarto Setyobudi, pengelola dan barista yang meracik kopi di Istana Negara saat peringatan HUT Proklamasi RI ke-72, Agustus lalu.
Hendarto yang baru 2 tahun mengelola kopi Mangani,mengaku bangga karena diundang ke istana menyajikan kopi bagi tamu negara. Kesempatan itu dimanfaatkannya untu kmemperkenalkan kopi asli Kintamani. "Sambutan Bapak Presiden dan Ibu Negara Iriana sangat luar biasa dan beliau sangat suka," tuturnya.

Namun, kebanggaannya berubah menjadi sebuah keprihatinan atas kondisi perkebunan kopi saat ini. Tahun ini, uja rHendarto, sebagian besar petani kopi mengalami gagal panen. "Karena faktor cuaca, bahkan kami mengalami gagal panen hingga 60 persen," ujarnya. Selain gagal panen, produksi kopi makin terseok karena makin menyusutnya lahan tanaman kopi.

Tahun 1992, luas kebun kopi di Bali mencapai 9.000 hektare. "Tahun ini saya perkirakan hanya tersisi 3.500 hingga 4.000 hektare," terangnya. Makin berkurangnya areal tanam kopi, yang selama puluhan tahun menjadi kebanggaan dan harapan petani. Disebabkan banyaknya lahan beralih fungis dengan menanam sayur, bunga dan terjun ke dunia pariwisata.

"Hal ini bisa dimaklumi ,dan realistis karena pasar menuntut kopi kualitas tinggi dengan harga murah. Jadi pihak petani sangat dirugikan," ucapnya.Sedangkan kebutuhan sayur, serta jeruk dan tanaman lainnya, sangat menjajikan untuk konsumsi pariwisata.

Menyikapi kondisi ini, sebagai pencinta kopi Hendarto, yang memiliki beberapa Café Kopi di Jakarta, serta Bali, terus berupaya menggugah minat petani untuk kembali menanam kopi.

Tahun ini, kami menyiapkan 500 ribu bibit kopi untuk disebarkan kepada  petani sekitar,“ Dalam kondisi ini, campur tangan pemerintah sangat dibutuhkan untuk membangkitkan kembali sektor perkebunan kopi di Bali,khusus kawasan Kintamani, saya harapkan pemerintah mengatur zona tanam, “ jelas Hendarto, yang sempat membawa 200 kg Kopi Mangani ke Istana Negara untuk disuguhkan kepada tamu Negara selama 2 hari, saat Perayaan HUT RI Agustus lalu.

Hendarto menjelaskan metode yang diterapkan di perkebunan dan pabrik kopi yang dikelolanya,mengedepankan prinsip zero waste, semua unsur buah kopi diolah untuk menghasilkan nilai tambah,. "Pulp atau kulit dan daging buah kopi yang biasanya terbuang, diolah menjadi tepung. Ini yang pertama di Indonesia," jelasnya. Sedangkan, limbah buah kopi berupa kulit diolah menjadi bricket bahan bakar.

Dengan pola yang diterapkan, pabrik pengolahan kopi Mengani Kintamani banyak mendapat apresiasi dari pencinta kopi dari Benua Eropa dan Amerika.Saat masa panen antara bulan Mei-September, Pabrik Mengani mampu mengolah 40 ton kopi per hari. Kopi ini berasal dari tiga Kabupaten, yakni Tabanan (Bedugul), Petang (Badung) dan Kintamani (Bangli).

Hasil olahan Pabrik Mengani memang telah lama diekspor ke berbagai negara. Namun sebenarnya, pabrik ini membidik pasar dalam negeri dan menghidupkan 'roastery' local, “Kami ingin bermain di kualitas, agar bisa sejajar dengan kopi terbaik dunia lainnya.Bayangkan, kopi Brazil dihargai US$ 3,8/kg, petaninya masih bisa menari samba.

Tapi di Indonesia,”  kopi kita dibeli dengan harga US$ 5,5 atau US$ 7,5 pun, petani masih nangis-nangis,Kopi Indonesia termahal di dunia, dan tiap tahun petani selalu minta harga beli kopinya naik dengan alasan biaya perawatan kebun tinggi.Tapi dilapangan kebun kopi tidak dirawat maksimal," jelasHendarto. (nani)

Berita Sebelumnya:Berita Terkait:

FORM_HEADER


FORM_CAPTCHA
FORM_CAPTCHA_REFRESH

PILIHAN REDAKSI

Pelatihan Jurnalistik Gender oleh KPPA Usai
Pelatihan Jurnalistik Gender oleh KPPA Usai Pelatihan Jurnalistik Gender Oleh Kementerian Peranan Perempuan dan Anak bekerjasama dengan Persatuan Wartawan Indonesia dilangsungkan di Margo...
Konkernas PWI di Bengkulu Dihadiri Menkominfo
Konkernas PWI di Bengkulu Dihadiri Menkominfo

Bengkulu, hariandialog.com - Agenda Konferensi KerjaNasional (Konkernas)...

SURAT KABAR DIALOG

KESEHATAN

Dinkes DKI Jakarta: Terbitkan Sanksi Bu…

Jakarta, hariandialog.com - 25-09-2017 - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI ...

Safari KB untuk Menekan Angka Kelahiran

Safari KB untuk Menekan Angka Kelahiran

Tangerang, hariandialog.com - 11-9-17 - PBMKB Kota Tangerang bekerja...

TEKNOLOGI

SMK Pancasila Purwodadi Ciptakan Sumber Energi Alternatif
SMK Pancasila Purwodadi Ciptakan Sumber Energi... Grobogan,hariandialog.com – 18-9-2017 - SMK Pancasila Purwodadi yang terletak di komplek simpang lima Purwodadi yang selama ini dikenal rajanya...
Diviralkan Presiden Jokowi Saat HUT RI Ke 72
Diviralkan Presiden Jokowi Saat HUT RI Ke 72

Denpasar,hariandialog.com - 5-9-2017 - Biro Humas dan Protokol Setda...

KANTOR PUSAT :
Jl Binawarga No 4 Kalibata, Jakarta Selatan 12750 Telp. (021) 79193461, 92296596; Fax. (021) 7946448
Email: dialog_indonesia@yahoo.com - http://www.hariandialog.com

PERWAKILAN :
• Tanggerang • Serang • Banten • Bekasi • Kerawang • Cibinong • Bogor -Cianjur- Sukabumi • Bandung• Garut • Tasikmalaya•Sumedang• Purwakarta • Cirebon • Majalengka • Indramayu • Semarang • Surabaya • Sidoarjo • Bali • Bima • Bandar Lampung • Lampung Selatan • Lampung Utara • Lampung Barat • Tanggamus • Bangka • Bangka Barat • Pangkal Pinang • Belitung • Jambi• Sumsel • Bengkulu• Lubuk Linggau • Lingga • Batam• Tanjung Pinang • Karimun«Pekan Baru • Padang • Medan • Kabanjahe«Tanahkaro • Deliserdang«Serdang Bedagal• Binjal -Langkat «Labuan Batu •Sibolga-Pematang Slantar»Tarutung.Barus« Makasar-Sulbar-Mamuju •Bolmong«Sorong Papua Barat • P. Sidempuan • Nias • Bengkulu • Tembilahan