Hariandialog,Tuesday 13 November 2018, 06:45

GAGAL JADI PEMIMPIN DAN JADI PEMIMPIN GAGAL

PDFPrintE-mail

Oleh: Johan Murod Babelionia, S.IP.MM.

Bangsa Indonesia telah menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah
"Bangsa Yang Besar" karena berhasil melakukan proses demokrasi melalui
Pilkada Serentak di Seluruh Indonesia dengan tetap Menjaga kebutuhan
NKRI meski Indonesia memiliki 714 Etnic Group atau beragam suku dan
beragam pula bahasa namun disatukan dengan Bahasa Indonesia yang Ibu
Bahasanya adalah BAHASA MELAYU.

Tentu saja pilkada Serentak di Indonesia memiliki kerawanan
berbagai aspek berbangsa dan bernegara, namun berbagai kerawanan
tersebut "Dipagar" dan dijaga oleh Panca Sila yang sakti yang terdapat
dalam Mukadimah Konstitusi  (Hukum Dasar) Negara Indonesia yaitu
UUD45, Panca Sila yang adalah Ideology made in Bangsa Indonesia
bukanlah Ideology impor namun ideology hasil pemikiran FOUNDING
FATHERS Bangsa Indonesia dan juga karena Bangsa Indonesia disatukan
oleh Bahasa Indonesia yang juga bukan bahasa impor dari negara lain
tapi Bahasa Indonesia yang Ibu Bahasanya adalah BAHASA MELAYU.
Dalam pilkada Serentak di Internet Rabu 27 Juni 2018 ada yang
berhasil dan ada yang gagal jadi pemimpin pada berbagai tingkatan
pemerintah daerah, namun bagi yang berhasil jadi pemimpin jangan
nantinya "JANGAN JADI PEMIMPIN GAGAL"
Boleh jadi yang gagal jadi pemimpin kurang atau tidak sama
sekali lakukan kekurangan dalam pilkada Seperti tidak atau kurang
lalukan "Siraman Embun Fajar" atau lazim disebut serangan fajar, atau
boleh jadi yang berhasil jadi pemimpin masif lakukan siraman embun
fajar maupun lakukan berbagai gerakan kecurangan lainnya sepetti bagi
bagi sembako meskipun ada di suatu daerah masif lakukan kecurangan
namun hasilnya gagal jadi pemimpin/gagal jadi gubernur.
Dalam ilmu kepemimpinan sebagaimana Kita ketahui The Leader
to Influence sehingga definisi Kepemimpinan adalah bagaimana cara
seseorang atau sekelompok orang dapat mempengaruhi orang lain atau
mempengaruhi kelompok lain untuk berbuat sesuatu guna mencapai tujuan
organisasi yang telah ditetapkan.
Gagal jadi pemimpin dalam Pilkada di seluruh Indonesia
bukanlah berarti seakan dunia sudah kiamat sehingga stres dan kemudian
lakukan kelakuan aneh sehingga gila dalam bahasa slank  (Gaya Bahasa
Indonesia) "NGIRET KALENG" dengan gejala awal misalnya left dari
seluruh WAG tanpa alasan jelas.

Gagal jadi pemimpin dengan tidak terpilih dalam Pilkada
seharusnya juga Patut dan harus disukuri karena Tuhan sayang, boleh
jadi jika menang pilkada begitu dilantik beberpa bulan kemudian
ditangkap KPK, jadi Kita hidup harus pandai bersyukur sehingga Allah
akan tambahkan Kenikmatan Hidup yang luar biasa Amin YRA.
Pemimpin Gagal adalah pemimpin yang tak dapat melaksanakan
Undang undang Otonomi Daerah maupun berbagai Undang-undang lainnya
yaitu Meningkatnya Pelayanan Kepada Masyarakat dan Meningkatnya
Kesejahteraan Masyarakat. Salah satu indikator hal tersebut adalah
Pertumbuhan Ekonomi yang real dan tidak semu dengan Gini Rasio yang
baik seperti Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Gini Rasio terbaik di
Indonesia yaitu 0,276 dari rata rata Gini Rasio Nasional 0,391 dan
Gini Rasio Terbaik Kedua di Provinsi Sumatra Barat 0,312 dan Gini
Rasio Terbaik Ketiga di Provinsi Kaltara 0,313 serta Gini Rasio
Terburuk adalah di Provinsi DIY Gini Rasio 0,440 dari rata rata Gini
Rasio Nasional 0,391.
Tugas Pokok Kepala Daerah yang berhasil meningkatkan
pelayanan kepada masyarakat salah satu indikasinya adalah semakin
membaiknya Tingkat Kemudahan Berusaha atau Easy of Doing Business
(EoDB). 2014 EoDB Indonesian pada level 129 dan 2018 Indonesia
berhasil memperbaiki peringkat EoDB hingga pada level 70 dengan target
semakin membaik hingga EoDB Indonesia pada level 40. Sebagai
perbandingan EoDB negara negara tetangga Indonesia seperti Vietnam,
Thailand, Malaysia dll EoDB mereka pada level 39 dan Singapore EoDB
nya pada level single digit.
Pemimpin Gagal tentu tidak dapat mencapai keberhasilan hal
tersebut diatas dengan berbagai indikator termasuk Index Pembangunan
Manusia  (IPM) karena boleh jadi tak faham dengan Tugas Pokoknya yaitu
Meningkatkan Pelayanan kepada Rakyat  dan Meningkatkan Kesejahteraan
Rakyat juga tak faham fungsinya sebagai Kepala Daerah yaitu
Administrator Pemerintahan, Administrator Pembangunan dan
Administrator Kemasyarakatan.

Jika seorang "Pemimpin Gagal" maka tak akan dapat Menjalankan
fungsinya sebagai Kepala Daerah sehingga GAGAL menciptakan Clean
Goverment (Pemerintah Yang Bersih) dan GAGAL melaksanakan Good
Governance (Pemerintahan Yang Baik), Lebih Baik GAGAL JADI PEMIMPIN
daripada Jadi PEMIMPIN GAGAL.....GAGAL JADI PEMIMPIN DAN JADI PEMIMPIN GAGAL
Oleh: Johan Murod Babelionia, S.IP.MM.


Bangsa Indonesia telah menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah
"Bangsa Yang Besar" karena berhasil melakukan proses demokrasi melalui
Pilkada Serentak di Seluruh Indonesia dengan tetap Menjaga kebutuhan
NKRI meski Indonesia memiliki 714 Etnic Group atau beragam suku dan
beragam pula bahasa namun disatukan dengan Bahasa Indonesia yang Ibu
Bahasanya adalah BAHASA MELAYU.
Tentu saja pilkada Serentak di Indonesia memiliki kerawanan
berbagai aspek berbangsa dan bernegara, namun berbagai kerawanan
tersebut "Dipagar" dan dijaga oleh Panca Sila yang sakti yang terdapat
dalam Mukadimah Konstitusi  (Hukum Dasar) Negara Indonesia yaitu
UUD45, Panca Sila yang adalah Ideology made in Bangsa Indonesia
bukanlah Ideology impor namun ideology hasil pemikiran FOUNDING
FATHERS Bangsa Indonesia dan juga karena Bangsa Indonesia disatukan
oleh Bahasa Indonesia yang juga bukan bahasa impor dari negara lain
tapi Bahasa Indonesia yang Ibu Bahasanya adalah BAHASA MELAYU.
Dalam pilkada Serentak di Internet Rabu 27 Juni 2018 ada yang
berhasil dan ada yang gagal jadi pemimpin pada berbagai tingkatan
pemerintah daerah, namun bagi yang berhasil jadi pemimpin jangan
nantinya "JANGAN JADI PEMIMPIN GAGAL"
Boleh jadi yang gagal jadi pemimpin kurang atau tidak sama
sekali lakukan kekurangan dalam pilkada Seperti tidak atau kurang
lalukan "Siraman Embun Fajar" atau lazim disebut serangan fajar, atau
boleh jadi yang berhasil jadi pemimpin masif lakukan siraman embun
fajar maupun lakukan berbagai gerakan kecurangan lainnya sepetti bagi
bagi sembako meskipun ada di suatu daerah masif lakukan kecurangan
namun hasilnya gagal jadi pemimpin/gagal jadi gubernur.
Dalam ilmu kepemimpinan sebagaimana Kita ketahui The Leader
to Influence sehingga definisi Kepemimpinan adalah bagaimana cara
seseorang atau sekelompok orang dapat mempengaruhi orang lain atau
mempengaruhi kelompok lain untuk berbuat sesuatu guna mencapai tujuan
organisasi yang telah ditetapkan.
Gagal jadi pemimpin dalam Pilkada di seluruh Indonesia
bukanlah berarti seakan dunia sudah kiamat sehingga stres dan kemudian
lakukan kelakuan aneh sehingga gila dalam bahasa slank  (Gaya Bahasa
Indonesia) "NGIRET KALENG" dengan gejala awal misalnya left dari
seluruh WAG tanpa alasan jelas.

Gagal jadi pemimpin dengan tidak terpilih dalam Pilkada
seharusnya juga Patut dan harus disukuri karena Tuhan sayang, boleh
jadi jika menang pilkada begitu dilantik beberpa bulan kemudian
ditangkap KPK, jadi Kita hidup harus pandai bersyukur sehingga Allah
akan tambahkan Kenikmatan Hidup yang luar biasa Amin YRA.
Pemimpin Gagal adalah pemimpin yang tak dapat melaksanakan
Undang undang Otonomi Daerah maupun berbagai Undang-undang lainnya
yaitu Meningkatnya Pelayanan Kepada Masyarakat dan Meningkatnya
Kesejahteraan Masyarakat. Salah satu indikator hal tersebut adalah
Pertumbuhan Ekonomi yang real dan tidak semu dengan Gini Rasio yang
baik seperti Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Gini Rasio terbaik di
Indonesia yaitu 0,276 dari rata rata Gini Rasio Nasional 0,391 dan
Gini Rasio Terbaik Kedua di Provinsi Sumatra Barat 0,312 dan Gini
Rasio Terbaik Ketiga di Provinsi Kaltara 0,313 serta Gini Rasio
Terburuk adalah di Provinsi DIY Gini Rasio 0,440 dari rata rata Gini
Rasio Nasional 0,391.
Tugas Pokok Kepala Daerah yang berhasil meningkatkan
pelayanan kepada masyarakat salah satu indikasinya adalah semakin
membaiknya Tingkat Kemudahan Berusaha atau Easy of Doing Business
(EoDB). 2014 EoDB Indonesian pada level 129 dan 2018 Indonesia
berhasil memperbaiki peringkat EoDB hingga pada level 70 dengan target
semakin membaik hingga EoDB Indonesia pada level 40. Sebagai
perbandingan EoDB negara negara tetangga Indonesia seperti Vietnam,
Thailand, Malaysia dll EoDB mereka pada level 39 dan Singapore EoDB
nya pada level single digit.
Pemimpin Gagal tentu tidak dapat mencapai keberhasilan hal
tersebut diatas dengan berbagai indikator termasuk Index Pembangunan
Manusia  (IPM) karena boleh jadi tak faham dengan Tugas Pokoknya yaitu
Meningkatkan Pelayanan kepada Rakyat  dan Meningkatkan Kesejahteraan
Rakyat juga tak faham fungsinya sebagai Kepala Daerah yaitu
Administrator Pemerintahan, Administrator Pembangunan dan
Administrator Kemasyarakatan.

Jika seorang "Pemimpin Gagal" maka tak akan dapat Menjalankan
fungsinya sebagai Kepala Daerah sehingga GAGAL menciptakan Clean
Goverment (Pemerintah Yang Bersih) dan GAGAL melaksanakan Good
Governance (Pemerintahan Yang Baik), Lebih Baik GAGAL JADI PEMIMPIN
daripada Jadi PEMIMPIN GAGAL.....

 

Berita Sebelumnya:

FORM_HEADER


FORM_CAPTCHA
FORM_CAPTCHA_REFRESH

PILIHAN REDAKSI

Wisata Perahu Cara Menikmati Pantai Ancol
Wisata Perahu Cara Menikmati Pantai Ancol Jakarta, hariandialog.com - Didirikan pada tahun 1966, Taman Impian Jaya Ancol dibangun dengan tujuan untuk menjadi kawasan wisata terpadu dan...

SURAT KABAR DIALOG

KESEHATAN

Pradi Supriatna Apresiasi Kegiatan Donor…

Depok, hariandialog.com - 13-07-2018 - Wakil Walikota Depok, Pradi Sup...

Kader Jumantik RW.04 Rawajati Rutin Gelar Kegiatan PSN

Kader Jumantik RW.04 Rawajati Rutin Gela…

Jakarta, hariandialog.com - 06-07-2018 - Di Pos Rw. 04 Kel Rawajati ...

TEKNOLOGI

Terpilih Sebagai Lokasi Survey EODB oleh World Bank    DPMPTSP Badung Belajar Pelayanan Publik di Ge
Terpilih Sebagai Lokasi Survey EODB oleh World... Denpasar, hariandialog.com- 9- 7 -2018 - Untuk  meningkatkan kualitas pelayanan publik di Indonesia, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan...

KANTOR PUSAT :
Jl Binawarga No 4 Kalibata, Jakarta Selatan 12750 Telp. (021) 79193461, 92296596; Fax. (021) 7946448
Email: dialog_indonesia@yahoo.com - http://www.hariandialog.com

PERWAKILAN :
• Tanggerang • Serang • Banten • Bekasi • Kerawang • Cibinong • Bogor -Cianjur- Sukabumi • Bandung• Garut • Tasikmalaya•Sumedang• Purwakarta • Cirebon • Majalengka • Indramayu • Semarang • Surabaya • Sidoarjo • Bali • Bima • Bandar Lampung • Lampung Selatan • Lampung Utara • Lampung Barat • Tanggamus • Bangka • Bangka Barat • Pangkal Pinang • Belitung • Jambi• Sumsel • Bengkulu• Lubuk Linggau • Lingga • Batam• Tanjung Pinang • Karimun«Pekan Baru • Padang • Medan • Kabanjahe«Tanahkaro • Deliserdang«Serdang Bedagal• Binjal -Langkat «Labuan Batu •Sibolga-Pematang Slantar»Tarutung.Barus« Makasar-Sulbar-Mamuju •Bolmong«Sorong Papua Barat • P. Sidempuan • Nias • Bengkulu • Tembilahan