LSM Garansi Berunjuk Rasa di Kejatisu

Medan, hariandialog.com - 05-6-18 - SM Garansi (Gerakan Rakyat Anti Diskriminasi) saat demo di Kejatisu pada Senin, 4 Juni 2018. Dalam release demonya Garansi menuding mangkraknya kasus dugaan korupsi selama dua tahun yang diusut Kejari Dairi yaitu dana TP PKK Dairi TA 2016 senilai Rp 1,8 milliar yang melibatkan istri Bupati Dairi Ny. Dumasi Sianturi selaku Ketua TP PKK Dairi.

Sementara itu Kajari Dairi melalui Kasi Pidsus Kejari Dairi, Chairul Wijaya, ketika dikonfirmasi melalui telepon seluler, Selasa (5/6) terkait dengan tudingan dari LSM Garansi, yang menyatakan Kejari Dairi tidak serius atau berhasrat ‘mempetieskan’ penanganan kasus dugaan korupsi yang diduiga dilakukan Dumasi Sianturi yang penanganannya belum ada perkembangan? Chairul Wijaya mengatakan, pihaknya (Kejari Dairi-red) tidak ada niata untuk tidak mengusutnya apalagi berencana untuk ‘mempetieskannua’.

“Kejari Dairi akan serius mengusutnya jika memang ada bukti-bukti kuat yang mengarah adanya korupsi, maka akan penanganannya pasti dilakukan sesuai proses hukum. Dan pihak Kejari Dairi masih terus mencari alat bukti dan bukti-bukti untuk itu.

Sementara seorang warga Dairi bermarga Laban kepada Dialog dalam waktu sama mengatakan, demo atau unjuk rasa yang dialakukan dalam kasus dugaan korupsi yang dilakukan isteri Bupati Dairi-Dumasi Siantrui tersebut tidak murni, tetapi terkait dengan gelaran Pilkada tahun ini.

“Dimana anak Bupati Dairi atau anak Dumasi Sianturi ikut sebagai bakal calon (Balon) Bupati dalam pelaksanaan Pilkada serentak tahun ini.Jadi diduga kuat adanya upaya dari orang-orang tertentu untuk menjatuhkan anak Bupati Dairi untuk tidak dipilih warga Dairi pada Pilkada tahun ini. Itu alasan adanya demo-demo dengan permintaan ‘Mencopot Kajari Dairi Jhoni Wiliem Parde,” kata Laban.

Masih menurut Kasi Pidsus Kejari Dairi, Chairul Wijaya, dalam penanganan atas dugaan korupsi yang dilaporkan dilakukan oleh Dumasi Sianturi, setiap perkembangan penangannnya dilaporkan kepada pimpinan yang ada di Kejati Sumatera Utara, maupun Kejaksaan Agung. “Hal tersebut sebagai bukti kita (Kejari Dairi-red) serius, tetapi untuk bisa menetapkan seseorang tersangka-kan harus didukung alat bukti dan bukti-bukti yang kuat. Untuk itu Kejari Dairi masih mencoba mencari dan mengumpulkan adanya bukti-bukti itu,” kata Chairul. (NS)

 

Berita Terkait:

FORM_HEADER


FORM_CAPTCHA
FORM_CAPTCHA_REFRESH

SURAT KABAR DIALOG

KESEHATAN

KANTOR PUSAT :
Jl Binawarga No 4 Kalibata, Jakarta Selatan 12750 Telp. (021) 79193461, 92296596; Fax. (021) 7946448
Email: dialog_indonesia@yahoo.com - http://www.hariandialog.com

PERWAKILAN :
• Tanggerang • Serang • Banten • Bekasi • Kerawang • Cibinong • Bogor -Cianjur- Sukabumi • Bandung• Garut • Tasikmalaya•Sumedang• Purwakarta • Cirebon • Majalengka • Indramayu • Semarang • Surabaya • Sidoarjo • Bali • Bima • Bandar Lampung • Lampung Selatan • Lampung Utara • Lampung Barat • Tanggamus • Bangka • Bangka Barat • Pangkal Pinang • Belitung • Jambi• Sumsel • Bengkulu• Lubuk Linggau • Lingga • Batam• Tanjung Pinang • Karimun«Pekan Baru • Padang • Medan • Kabanjahe«Tanahkaro • Deliserdang«Serdang Bedagal• Binjal -Langkat «Labuan Batu •Sibolga-Pematang Slantar»Tarutung.Barus« Makasar-Sulbar-Mamuju •Bolmong«Sorong Papua Barat • P. Sidempuan • Nias • Bengkulu • Tembilahan