Bertepatan Hari Ibu, Ahmadi Sopyan Luncurkan Buku ‘Mak’

Bangka, hariandialog.com.- 23-12-2018.  Ada canda, ada
tawa, ada sedih, ada air mata tertumpah. Suasana hati campur aduk itu,
hadir dalam acara launching buku ‘Mak’ di Gedung Hamidah, Bangka
KEHILANGAN orang yang dikasihi, memang membuat sedih.

Berduka cita. Orang yang dicinta telah tiada. Namun, terjebak
terus-terusan dan larut dalam kesedihan, jelas bukan pilihan. Karena
hidup memang harus terus berjalan. Situasi kehilangan, pernah dihadapi
oleh Ahmadi Sopyan. Pemilik panggilan Atok Kulop itu, setahun lalu,
harus menghadapi kenyataan. Ibunda tercintanya, Hajjah Rastati
menghadap Sang Pencipta.

Sebagai sosok muda inspiratif, Ahmadi jelas tak mau terus larut dalam
kesedihan. Oleh dia, energi kesedihan diolahnya menjadi energi yang
konstruktif. Kisah nostalgia kebersamaan dengan sang ibunda,
dituangkannya dalam karya. Menjadi sebuah buku.

Diberi judul yang sama dengan panggilan hormatnya kepada orang yang
telah melahirkan, ‘Mak’, diluncurkan Sabtu, 22 Desember 2018 malam, di
Gedung Hamidah,    Pangkalpinang.Momen peluncurannya terasa spesial.
Sebab bertepatan dengan Hari Ibu. Tempat peluncurannya pun tak kalah
istimewa. Gedung Hamidah, bangunan lama, sarat sejarah. Juga,
sekaligus sebagai penghormatan terhadap sosok yang namanya diabadikan
pada gedung tersebut. Hamidah yang kelahiran Muntok adalah seorang
penulis yang sangat diperhitungkan dalam jajaran Angkatan Pujangga
Baru. ‘Kehilangan Mestika’ adalah salah satu karya legendarisnya.

Berdiri di atas panggung permanen Gedung Hamidah, Ahmadi
yang malam itu berkemeja putih dan berpeci hitam, memulai perkenalan
bukunya dengan bercerita. Tentang masa kecil, dan hal-hal spesialnya
bersama ‘Mak’. Ratusan hadirin, yang adalah anak-anak muda dan kaum
emak-emak, mendengarkan sambil duduk santai ‘ngamper’ di lantai
beralas karpet.

Dikatakan Ahmadi, Mak adalah sosok perempuan pemberani dan berwibawa.
“Kalau sudah marahi kami anak-anaknya, suaranya menggelegar, seperti
Bung Karno yang sedang orasi di tengah ribuan massa,” kata Ahmadi,
ketika mulai bercerita.

Bagi Ahmadi, Mak juga adalah sosok yang demokratis dan adil. Dia
teringat, pernah suatu waktu, Mak mendapati kabar, kalau Ahmadi
berkelahi di sekolah. Lalu, kepada para guru, Mak berkata, “Kalau
Ahmadi nakal, ikak hukum, ikak pukul, kami dak akan ngilon (membela).”

Cara demikian, menurut Ahmadi, turut mendidik dia agar tak boleh
cengeng dalam menghadapi romantika kehidupan di kemudian hari.

Sederet kisah lainnya, disampaikan juga oleh Ahmadi. Tentang sosok
Mak, yang di balik sosok cerewetnya, tersimpan keteladanan dan
filosofi kehidupan. Hadirin makin terkesimah, ketika Ahmadi tak lupa
mengajak sang ayah yang disapanya dengan Bak, untuk naik panggung.
Berdiri di sampingnya. “Bak adalah sosok kebalikan dari Mak. Beliau
orangnya tak banyak bunyi, pendiam,” kata Ahmadi.

Menariknya, Ahmadi tak mau sendirian menjadikan panggung acara
peluncuran buku ‘Mak’, didominasi olehnya. Dia mengajak serta juga
sembilan anak muda bersama ibunya masing-masing untuk membagi kisah
dan terima kasih kepada orang yang telah melahirkan. Suasana haru kian
terasa, kala sang ibu membalas ucapan sang anak. Terlihat tetesan
buliran air, mengalir dari mata sang anak.

Suasana demikian, tak terus membuat acara menjadi panggung melankolia.
Kesedihan tak boleh larut mendalam. Di situlah keberadaan Munir
Aliando, Fadhil, dan Rama, trio pelawak yang bertindak sebagai pembawa
acara, mengambil peran yang tepat. Canda-canda dari ketiganya, membuat
suasana menjadi ceria dalam kesegaran.

Acara kian berasa istimewa, karena ikut hadir Gubernur
Erzaldi Rosman dan isterinya: Melati. Hadir juga, Herry Erfian,
anggota DPD RI. Kepada hadirin, Erzaldi mengatakan tiada hari tanpa
ibu. “Betapa kekuatan doanya emak, itu memberi kekuatan bagi
anak-anaknya. Jangan sekali-kali kita mengatakan tidak. Kalau pun kita
mau marah sama emak, lebih baik diam. Jangan sampai membuat emak
merasa tersinggung,” kata Erzaldi.

Adapun Ny Melati, sangat mengapreasiasi atas terbitnya buku Mak. Dia
turut mendorong Ahmadi, untuk membukukan catatannya tentang Mak di
kolom Taring pada Harian Babel Pos, dan Kolom Pinggiran (KOPI) di
BANGKATIMES. “Selamat kepada bro Ahmadi, atas peluncuran bukunya. Buku
Mak ini, bisa menginspirasi kita semua, terutama bagi anak-anak
milenial,” ujar Ny Melati Erzaldi

Di balik suksesnya peluncuran buku ‘Mak’ malam itu, tak lepas
dari peran puluhan anak muda yang mempersiapkan acaranya secara
matang. Mereka, anak-anak muda idealis, yang bekerja probono, alias
tanpa meminta untuk dibayar.  “Bang Ahmadi, sosok inspiratif yang
membuat kita anak-anak muda merasa terpanggil untuk turun tangan
membantu. Jiwa muda kita terpanggil untuk hadir menemani,” kata
Apriansyah, ketua panitia peluncuran buku.

Acara malam itu ditutup dengan taushiah ringan dari Ustad Dede
Purnama. Kepada ratusan hadirin, masing-masing mendapat oleh-oleh buku
‘Mak’. Gratis? “Bayarnya cukup pakai doa dan Al Fatihah,” kata Ahmadi.
(bkps/man)

 

Berita Sebelumnya:

FORM_HEADER


FORM_CAPTCHA
FORM_CAPTCHA_REFRESH

SURAT KABAR DIALOG

KESEHATAN

Pradi Supriatna Apresiasi Kegiatan Donor…

Depok, hariandialog.com - 13-07-2018 - Wakil Walikota Depok, Pradi Sup...

Kader Jumantik RW.04 Rawajati Rutin Gelar Kegiatan PSN

Kader Jumantik RW.04 Rawajati Rutin Gela…

Jakarta, hariandialog.com - 06-07-2018 - Di Pos Rw. 04 Kel Rawajati ...

TEKNOLOGI

Terpilih Sebagai Lokasi Survey EODB oleh World Bank    DPMPTSP Badung Belajar Pelayanan Publik di Ge
Terpilih Sebagai Lokasi Survey EODB oleh World... Denpasar, hariandialog.com- 9- 7 -2018 - Untuk  meningkatkan kualitas pelayanan publik di Indonesia, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan...

KANTOR PUSAT :
Jl Binawarga No 4 Kalibata, Jakarta Selatan 12750 Telp. (021) 79193461, 92296596; Fax. (021) 7946448
Email: dialog_indonesia@yahoo.com - http://www.hariandialog.com

PERWAKILAN :
• Tanggerang • Serang • Banten • Bekasi • Kerawang • Cibinong • Bogor -Cianjur- Sukabumi • Bandung• Garut • Tasikmalaya•Sumedang• Purwakarta • Cirebon • Majalengka • Indramayu • Semarang • Surabaya • Sidoarjo • Bali • Bima • Bandar Lampung • Lampung Selatan • Lampung Utara • Lampung Barat • Tanggamus • Bangka • Bangka Barat • Pangkal Pinang • Belitung • Jambi• Sumsel • Bengkulu• Lubuk Linggau • Lingga • Batam• Tanjung Pinang • Karimun«Pekan Baru • Padang • Medan • Kabanjahe«Tanahkaro • Deliserdang«Serdang Bedagal• Binjal -Langkat «Labuan Batu •Sibolga-Pematang Slantar»Tarutung.Barus« Makasar-Sulbar-Mamuju •Bolmong«Sorong Papua Barat • P. Sidempuan • Nias • Bengkulu • Tembilahan