Hariandialog,Friday 22 March 2019, 04:55

Pertanyaan Terlalu Detail Pengawas Lupa Alasan Tidak Pegang Gambar

Musirawas, hariandialog.com - Menanggapi pemberitaan soal pondasi bangunan pasar pakal batu bata, Ibnu Sani Pegawai Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya,Tata Ruang dan Pengairan (PUCKTRP) Musirawas  selaku Pengawas proyek bangunan pasar, (22/10/2018),diruang kerjanya, membantah bahwa pasangan batu bata di  tanah bukan pondasi.Tapi dalam ilmu teknik disebut rollag.

Pondasi sebenarnya di proyek bangunan pasar lokasi tersebut adalah  cakar ayam dalam bahasa teknik dikenal pondasi plat beton (Cakar ayam) dibuat dengan kedalaman 1,20 M3. Fungsinya untuk menahan atau memikul beban.

Sementara, rollag banyak jenisnya, ada rollag batu kali dan rollag batu bata. Namun, rollag di proyek ini dalam RAB memakai batu bata, fungsinya cuma menoton untuk menahan  tanah dibagian atas supaya tidak bergerak.

“Menurut saya beban bangunan pasar tidaklah terlalu berat, sehingga pondasi cakar ayam yang dibuat sudah kuat untuk memikul seluruh beban bangunan, tak perlu rollag batu kali karena bebannya tidak terlalu berat,” terangnya.

Dikatakannya, pondasi plat bangunan pasar semua dibuat, jika dilapangan pada bentang bangunan tidak ada cakar ayam, tapi dalam gambar ada, itu sudah menyalahi. Berapa jumlah besi yang dipakai dalam satu tiang pilar, Dirinya tidak bisa menyebutkan, dengan alasan banyaknya setiap pekerjaan yang Ia pegang, sehingga tidak mungkin hapal semua.

“Karena pertanyaan terlalu detail, berapa jumlah ini dan jumlah itu, Saya lupa dan tidak ingat, untuk menjelaskannya harus pegang gambar dan bestek dulu, baru bisa di konprotir”, kelitnya.

Berita sebelumnya, Proyek Pembangunan Pasar Kota baru, Kecamatan BTS Ulu, Musirawas, Sumatera Selatan, kualitas struktur kontruksi bangunan seperti pasangan pondasi diragukan. Pasalnya, pondasi bangunan pasar di tempat tersebut diduga dipasang memakai batu bata.

Melalui Dinas Perdagangan  Musirawas,  proyek dengan nilai Rp 1,3 miliar dianggarkan menggunakan dana APBD Musirawas 2018, dengan masa kontrak 180 hari yang  dikerjakan oleh PT. Indosuma.

Menurut sumber, saat ditanya, minggu lalu, mengatakan proyek pembangunan pasar di  Kota Baru kini masih tahap pengerjaan dan bangunan itu baru mencapai  sekitar 45%. Dalam pengerjaan proyek  tersebut ada bagian struktur kontruksi  bangunan yang sangat patal diduga dimainkan seperti kedalaman pondasi, material pondasi dan cakar ayam untuk tiang pilar.

“Pada pasangan pondasi galian tanah digalih cuma sekedarnya, material yang dipasang  memakai batu bata. Ada beberapa tiang pilar terpasang  tanpa memakai cakar ayam hanya menempel di atas pondasi batu bata dan dikunci dengan balok cor. Apabila struktur bangunan dikerjakan sedemikian kemungkinan kualitas bangunan diragukan,”ungkapnya.

Sementara, Danil selaku Pejabat Pelaksana Kegiatan (PPK), Dinas Perdagangan Kabupaten Musirawas, saat dikonfirmasi pada  minggu lalu, mengatakan, menurut dalam kontrak proyek ini dikerjakan selama 180 hari terhitung mulai tanggal 8 Juni sampai 7 Desember 2018 dan sekarang masih tahap pengerjaan.

Dalam petunjuk gambar, ukuran luas bangunan ini panjang 28 M3,lebar 28 M3, ukuran kedalaman pondasi 1,20 M3 dan memakai cakar ayam. Sementara, soal besi yang digunakan berapa satuan kilo gram yang dipakai. Dirinya tidak mau menjelaskan, karena pertanyaannya sudah mendetail.

“Apabila nanti ada perubahan dalam proyek yang tidak sesuai dengan dasarnya dan gambar, maka nanti dilakukan CCO, biasanya apa yang ada dalam gambar ketika dilakukan dilapangan hasilnya beda, belum tentu sama dengan gambar. Hal ini disebabkan banyak faktor-faktor kendala dilapangan. Perlu diketahui buatan manusia tidak ada yang sempurna yang sempurna itu milik Allah,” ujarnya.

Saat PPK lagi memberikan penjelasan, Ibu Nurhasana, Plt Kadis Perdagangan Kabupaten Musirawas datang dengan tiba-tiba  dan berdiri di depan pintu ruangan. Kadis langsung marah dan memerintahkan PPK untuk berhenti  memberikan keterangan terkait proyek tersebut.

“Sudah Pak Danil tidak usah dilanjutkan lagi, pertanyaan mereka seperti KPK sudah terlalu detail sekali, soal teknis silahkan konfirmasi dengan bagian pengawas di Dinas PUCKTR dan Pengairan Kab. Musirawas,”  ucapnya dengan kesal sambil meninggalkan ruangan PPK.

Adanya kejadian itu, akhirnya  PPK tidak mau lagi melanjutkan dan memberikan penjelasan terkait proyek tersebut “ Anda dengar sendiri kata-kata Kadis, beliau menyuruh saya untuk tidak dilanjutkan lagi konfirmasi ini,”  ujarnya. (Toni/Nasrul)

 

Berita Sebelumnya:

FORM_HEADER


FORM_CAPTCHA
FORM_CAPTCHA_REFRESH

SURAT KABAR DIALOG

KESEHATAN

Listrik Padam Layanan RS Kota Bengkulu Tidak Maksimal

Listrik Padam Layanan RS Kota Bengkulu T…

Bengkulu, hariandialog.com – 31-1-2019 - Rumah sakit milik Pemerinta...

Direktur “Akreditasi RSUD M Yunus Terkendala Dokter Spesialis”

Direktur “Akreditasi RSUD M Yunus Terken…

Bengkulu, hariandialog.com - 24-1-19 - Direktur RSUD dr M.Yunus Beng...

TEKNOLOGI

Terpilih Sebagai Lokasi Survey EODB oleh World Bank    DPMPTSP Badung Belajar Pelayanan Publik di Ge
Terpilih Sebagai Lokasi Survey EODB oleh World... Denpasar, hariandialog.com- 9- 7 -2018 - Untuk  meningkatkan kualitas pelayanan publik di Indonesia, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan...

KANTOR PUSAT :
Jl Binawarga No 4 Kalibata, Jakarta Selatan 12750 Telp. (021) 79193461, 92296596; Fax. (021) 7946448
Email: dialog_indonesia@yahoo.com - http://www.hariandialog.com

PERWAKILAN :
• Tanggerang • Serang • Banten • Bekasi • Kerawang • Cibinong • Bogor -Cianjur- Sukabumi • Bandung• Garut • Tasikmalaya•Sumedang• Purwakarta • Cirebon • Majalengka • Indramayu • Semarang • Surabaya • Sidoarjo • Bali • Bima • Bandar Lampung • Lampung Selatan • Lampung Utara • Lampung Barat • Tanggamus • Bangka • Bangka Barat • Pangkal Pinang • Belitung • Jambi• Sumsel • Bengkulu• Lubuk Linggau • Lingga • Batam• Tanjung Pinang • Karimun«Pekan Baru • Padang • Medan • Kabanjahe«Tanahkaro • Deliserdang«Serdang Bedagal• Binjal -Langkat «Labuan Batu •Sibolga-Pematang Slantar»Tarutung.Barus« Makasar-Sulbar-Mamuju •Bolmong«Sorong Papua Barat • P. Sidempuan • Nias • Bengkulu • Tembilahan