Hariandialog,Wednesday 13 June 2018, 09:35

IPW Desak Polda Metro Jaya Periksa Raffi Ahmad

Jakarta, hariandialog.com – Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya harus segera memanggil artis Raffi Ahmad sehubungan adanya dugaan pemakaian nomor polisi ganda B 3 SAR. “Selain sudah ramai di media sosial, kasus pemakaian nomor polisi ganda B 3 SAR ini juga sudah dilaporkan pemilik aslinya ke Polda Metro Jaya,” ungkap Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane di Jakarta, Selasa (31/10).

Ia menilai, kasus nomor polisi ganda ini tidak boleh dibiarkan dan harus segera diklarifikasi serta dituntaskan. Apakah artis Raffi Ahmad benar benar memiliki nomor polisi B 3 SAR atau tidak. “Jika Rafi bukan pemiliki sahnya tapi menggunakan nomor polisi B 3 SAR, dia bisa dikenakan tuduhan telah melakukan pemalsuan dokumen negara,” jelas Neta.

Raffi, kata Neta, bisa dikenakan Pasal 263 dan Pasal 264 KUHP, dengan ancaman hukuman delapan tahun penjara. “Artinya, begitu selesai diperiksa, Raffi Ahmad bisa segera ditahan polisi. Selain itu, Raffi juga bisa dituduh telah melakukan pelecehan terhadap Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya sebagai institusi resmi yang mengatur penggunaan nomor polisi kendaraan bermotor di Jakarta. Tak hanya itu, Raffi juga bisa dituduh telah merugikan nama baik pemilik asli nomor polisi B 3 SAR, yang sesuai penjelasan Polda Metro Jaya adalah PT Citra Marga Nusaphala Persada milik Mbak Tutut (Siti Hardiyanti Indra Rukmana, putri mendiang mantan Presiden Soeharto, red),” paparnya.

Perusahaan itu sendiri, lanjut Neta, lewat pengacaranya sudah melaporkan Raffi Ahmad ke Sentra Palayanan Kepolisian (SPK) Polda Metro Jaya, dengan tuduhan sudah melakukan pemalsuan yang merugikan materiil dan imateriil pemilik sah B 3 SAR. “Kita berharap kasus ini segera diproses Polda, dan Raffi Ahmad segera melakukan klarifikasi. Tapi jika Raffi memang memiliki nomor polisi B 3 SAR secara sah, dia harus menjelaskannya secara transparan dari mana dia mendapatkan nomor cantik itu, sehingga bisa diketahui siapa sesungguhnya yang melakukan kecerobohan,” urai Neta.

Sebab, menurut Neta, beberapa tahun lalu Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya juga pernah dihebohkan dengan kasus nomor polisi ganda, yakni B 1 MA, yang salah satu pemiliknya adalah petinggi Polri, dan yang satu lagi pemiliknya adalah pengusaha. “Tapi jika Raffi Ahmad tidak memilikinya dan hanya menempelkan nomor polisi B 3 SAR itu di mobil mewahnya untuk gagah-gagahan, berarti dia sudah melakukan pemalsuan dokumen negara dan merugikan pemilik asli B 3 SAR. Untuk kecerobohannya itu Rafi bisa dikenakan Pasal 263 dan Pasal 264 KUHP dengan ancaman hukuman delapan tahun penjara,” tegasnya.

Neta berharap Polda Metro Jaya segera memeriksa Raffi Ahmad. Tujuannya agar ada efek jera dan masyarakat tidak main-main dalam menggunakan nomor polisi kendaraan bermotor. “Bermain-main dalam menggunakan nomor polisi kendaraan di Jakarta sama artinya telah melecehkan Polda Metro Jaya dan bisa dikenakan hukum pidana,” tandasnya. (yud)

Berita Sebelumnya:

SURAT KABAR DIALOG

KESEHATAN

KANTOR PUSAT :
Jl Binawarga No 4 Kalibata, Jakarta Selatan 12750 Telp. (021) 79193461, 92296596; Fax. (021) 7946448
Email: dialog_indonesia@yahoo.com - http://www.hariandialog.com

PERWAKILAN :
• Tanggerang • Serang • Banten • Bekasi • Kerawang • Cibinong • Bogor -Cianjur- Sukabumi • Bandung• Garut • Tasikmalaya•Sumedang• Purwakarta • Cirebon • Majalengka • Indramayu • Semarang • Surabaya • Sidoarjo • Bali • Bima • Bandar Lampung • Lampung Selatan • Lampung Utara • Lampung Barat • Tanggamus • Bangka • Bangka Barat • Pangkal Pinang • Belitung • Jambi• Sumsel • Bengkulu• Lubuk Linggau • Lingga • Batam• Tanjung Pinang • Karimun«Pekan Baru • Padang • Medan • Kabanjahe«Tanahkaro • Deliserdang«Serdang Bedagal• Binjal -Langkat «Labuan Batu •Sibolga-Pematang Slantar»Tarutung.Barus« Makasar-Sulbar-Mamuju •Bolmong«Sorong Papua Barat • P. Sidempuan • Nias • Bengkulu • Tembilahan