Hariandialog,Thursday 22 August 2019, 16:26
  • Create an account

Isyarat Sebelum Uje Wafat

Wafatnya Ustadz Jefri Al Buchori akibat kecelakaan tunggal sepeda motor di bilangan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat (26/4) dini hari, sontak membuat publik di Indonesia kaget tak percaya. Pasalnya, tak ada yang menyangka ustadz yang akrab disapa Uje itu akan pergi meninggalkan umat dan mengakhiri perjalanan dakwahnya di usia muda, 40 tahun. Bahkan, orang terdekat, sang istri dan ibundanya sendiri, tak pernah menyangka akan ditinggalkan Uje untuk selamanya, kendati telah banyak pertanda yang ditinggalkannya sebelum kepergiannya menghadap Sang Khalik.

Apa saja yang menjadi pertanda kepergian Uje? Antara lain saat sebelum wafat, Uje meminta Pipik Dian Irawati, sang istri, untuk memandikan jenazah. Namun sang istri menolak dan mencoba meledek Uje dengan menanyakan, "Siapa yang menjadi modelnya?" lalu Uje menjawab "Saya". Pipik tetap tidak mau dan kembali memberikan kata "Udah, kalo gitu kita berdua aja yang jadi modelnya," ujar Pipik.

Kedua, sang ibunda tercinta, Tatu Mulyana, sebelum wafat Uje mengatakan kepada beliau bahwa listrik dan air di rumahnya sudah akhir tapi belum dibayar. Padahal, sudah dibayar semua. Ternyata setelah dikaitkan makna terakhir adalah kehidupan dari Ustadz Jefri Al Buchori sendiri.

Ketiga, Ustadz Soleh Mahmud atau akrab dipanggil Solmed, sahabat dekat almarhum, empat hari sebelumnya, Uje memberikan cincin bermata hitam, dan peci berwarna putih, sambil berpesan terus lanjutkan dakwah karena perjalanan masih panjang, kepada Solmed. Menurut penuturan Solmed, setelah diberikan cincin dan peci dirinya menangis di pundak Uje, sambil bersenda gurau Uje mengatakan tidak boleh menangis.

Keempat, kakak kandung Uje, saat bertolak umroh ke Arab Saudi, mengaku selalu dibayangi wajah Uje, setelah mendapat kabar akhirnya kakak kandung Uje tersebut baru sadar bahwa adik tercinta telah perpulang untuk selamanya. Ia mendapat kabar kematian Uje ketika berada di depan Kabah.

Kelima, salah satu sahabat artis perempuan, Uje ingin menitipkan anaknya kepada sang sahabat, meski sebelumnya bingung karena betapa tidak, istri dan Uje masih ada kok anak mereka malah mau dititipkan ke sahabatnya, ternyata makna dari menitipkan anak itu sendiri bertanda bahwa beliau bermaksud pamit pergi untuk selamanya.

Keenam, di akun twitternya Uje @jefri_buchori pada 14 April 2013, ia menulis "Pada akhirnya.. Semua akan menemukan yang namanya titik jenuh.. Dan pada saat itu.. Kembali adalah yang terbaik.. Kembali pada siapa..??? Kpd "DIA" pastinya.. Bismi_KA Allohumma ahya wa amuut..

— Uje.. Full Jefri Buchori." . Ternyata makna dari titik jenuh kembali kepada DIA adalah kepada Allah SWT, diakhiri dengan doa tidur, tidur untuk selama-lamanya. Ini ditujukan kepada seluruh jamaah Uje, menjadi pesan terakhir untuk seluruh jamaah Uje.

Uje kerap muncul di layar kaca dengan suara khas saat melantunkan ayat-ayat suci Al Quran dalam setiap ceramahnya itu mengawali perjalanan dakwahnya setelah sempat terjebak dalam kelamnya dunia hitam.

Besar di keluarga taat agama, anak dari pasangan M Ismail Modal dan Tatu Mulyana ini dididik secara disiplin untuk mendalami Islam. Saat masih duduk di sekolah dasar, ia sudah memperlihatkan tanda-tanda 'kelebihannya' di bidang agama. Saat Kelas 5 SD, Uje mengikuti MTQ, dan anak ketiga dari lima bersaudara ini berhasil meraih juara pertama.

Namun masa kelam dilaluinya ketika ia mulai masuk SMA di pesantren. Mengikuti arus pergaulan bebas, Uje sempat terjerembab dalam kubangan narkotika dan obat-obatan terlarang. Ia pun keluar dari pesantren dan berpindah-pindah sekolah. Namun, Uje sering bolos dan menghabiskan banyak waktunya di diskotik semalam suntuk.

Titik balik hidupnya muncul ketika ia pulang umroh dari Tanah Suci Makkah pada 1994. Pria kelahiran 12 April 1973 itu pun bertobat. Momentum ketika ayahnya meninggal juga semakin menyadarkan Uje untuk kembali ke jalan yang benar. Kembali mendalami agama, ia pun perlahan merintis karier sebagai penceramah.

Selama menjadi pendakwah, karier Uje tak selalu mulus. Ia pernah ditolak mengisi ceramah di beberapa tempat karena masa lalunya sebagai pecandu narkoba. Lambat laun, kepiawaian dan keluwesan Uje dalam berceramah mampu merangkul masyarakat dari banyak kalangan, mulai dari anak-anak hingga ibu-ibu. Aktif menjadi pendakwah sejak 2000, Uje dikenal sebagai ustadz gaul.

Sampai tahun 2013 ini, karir Uje sebagai pendakwah pun terus bersinar. Kepiawainnya dalam berinteraksi dengan anak muda dan lantunan suara merdunya ketika membawakan tembang rohani menjadi nilai tambah. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun terkesan dengan cara Uje berdakwah.

Namun perjalanan dakwah Uje itu harus berakhir pada Jumat (26/4) dini hari untuk menghadap Sang Khalik selamanya. Uje dimakamkan di TPU Karet Bivak, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (26/4). Selamat Jalan Uje, semoga amal ibadahmu menjadi penyelamat di yaumul akhir nanti. (isk)

 

Berita Sebelumnya:

FORM_HEADER


FORM_CAPTCHA
FORM_CAPTCHA_REFRESH

PILIHAN REDAKSI

Workshop Dewan Pers “Darurat Deregulasi Media Baru”
Workshop Dewan Pers “Darurat Deregulasi Media... Bengkulu, hariandialog.com – 15-8-2019 - Kekhawatiran terhadap penguasaan dunia sosial oleh negara kapitalis Amerika dengan lima perusahaan...

SURAT KABAR DIALOG

KESEHATAN

BUPATI TERIMA PENGHARGAAN HARGANAS TINGK…

Grobogan, hariandialog.com- (6/7) Bupati Grobogan Hj. Sri Sumarni, SH,...

Di Kabupaten Badung Tiap Bulan  Ditemukan 36 Kasus HIV/AIDS

Di Kabupaten Badung Tiap Bulan Ditemuka…

Denpasar, hariandialog.com – 26-6-19 - Di Kabupaten Badung ada  kece...

TEKNOLOGI

Ombudsman Dorong Pemkab Badung Tingkatkan Inovasi Pelayanan Publik
Ombudsman Dorong Pemkab Badung Tingkatkan Inovasi... Denpasar, hariandialog.com - 2-8-2010 - Asisten Ombudsman RI (ORI) Unit Kerja Khusus  Reformasi dan Transformasi Kelembagaan ( UKKRTK ) Perwakilan...
Kab. Badung Masuk Nominasi Peraih Anugerah Iptek dan Inovasi Nasional 2019
Kab. Badung Masuk Nominasi Peraih Anugerah Iptek...

Denpasar, hariandialog.com - 30-8-2019 - Kabupaten Badung masuk nominasi...

KANTOR PUSAT :
Jl Binawarga No 4 Kalibata, Jakarta Selatan 12750 Telp. (021) 79193461, 92296596; Fax. (021) 7946448
Email: dialog_indonesia@yahoo.com - http://www.hariandialog.com

PERWAKILAN :
• Tanggerang • Serang • Banten • Bekasi • Kerawang • Cibinong • Bogor -Cianjur- Sukabumi • Bandung• Garut • Tasikmalaya•Sumedang• Purwakarta • Cirebon • Majalengka • Indramayu • Semarang • Surabaya • Sidoarjo • Bali • Bima • Bandar Lampung • Lampung Selatan • Lampung Utara • Lampung Barat • Tanggamus • Bangka • Bangka Barat • Pangkal Pinang • Belitung • Jambi• Sumsel • Bengkulu• Lubuk Linggau • Lingga • Batam• Tanjung Pinang • Karimun«Pekan Baru • Padang • Medan • Kabanjahe«Tanahkaro • Deliserdang«Serdang Bedagal• Binjal -Langkat «Labuan Batu •Sibolga-Pematang Slantar»Tarutung.Barus« Makasar-Sulbar-Mamuju •Bolmong«Sorong Papua Barat • P. Sidempuan • Nias • Bengkulu • Tembilahan