Hariandialog,Saturday 22 September 2018, 02:04

Polri Perlu Usut Polisi yang Ditangkap di Sudan

Jakarta, hariandialog.com -23-1-17- Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Polri agar lebih serius mencermati kasus penangkapan sejumlah polisi anggota Pasukan Perdamaian Garuda di Sudan. “Polri perlu membentuk tim investigasi sendiri untuk menuntaskan kasus dugaan atau tuduhan terhadap Pasukan Perdamaian Garuda di Sudan yg dituduh menyelundupkan puluhan senjata api oleh pemerintah Sudan,” tulis Ketua Presidium IPW Neta S Pane dalam rilisnya, Senin (23/1).

Jika para polisi Indonesia itu memang tidak terlibat atau tidak melakukan aksi penyelundupan senjata, kata Neta, Polri harus membelanya mati-matian dan menyiapkan pengacara buat mereka. “Sebab, tuduhan itu sebuah fitnah keji yang sangat merusak kredibilitas Indonesia di mata internasional dan bisa menghancurkan citra positif Pasukan Perdamaian Garuda sebagai pasukan perdamaian PBB,” jelasnya.

Tapi jika para polisi itu memang terlibat dalam penyelundupan senjata, lanjut Neta, Polri harus mengusutnya secara detail dan tuntas, apa latar belakang mereka menyelundupkan puluhan senjata itu. “Apakah akan dibawa masuk ke Indonesia dengan akses mereka sebagai anggota Pasukan Garuda atau ada cara lain? Jika dibawa masuk ke Indonesia, apa tujuannya? Apakah mereka bagian dari sindikat perdagangan senjata ilegal? Atau senjata-senjata itu untuk tujuan makar? Atau mereka bagian dari jaringan ISIS yang akan menebar teror di Indonesia?” tanya Neta.

Polri, menurut Neta, tidak boleh mendiamkan kasus ini. Harus ada investigasi yang komperhensif dan menyeluruh. Sebab, ini sangat berkaitan dengan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) global dan sangat berkaitan dengan informasi yang disebar Polri belakangan ini, seperti tertangkapnya sejumlah orang Indonesia di Timur Tengah yang akan atau baru bergabung dengan Iraq and Syria Islamic State (ISIS).

“Lalu maraknya isu makar yang disampaikan Polri akhir-akhir ini, apakah senjata-senjata itu ada kaitannya dengan isu makar tersebut? Lalu isu terorisme di mana Polri terus- menerus menggempur sarang teroris dan menangkapi para teroris. Jika para polisi yang ditangkap pemerintah Sudan itu ternyata menyelundupkan puluhan senjata tersebut untuk kepentingan makar atau terorisme, berarti Polri sudah kebobolan. Polri perlu mengevaluasi sistem rekrutmennya, terutama untuk misi-misi ke luar negeri,” paparnya.

Untuk itu, tegas Neta, Polri jangan mendiamkan ksasus Sudan ini. Polri perlu membentuk tim investigasi yang komperhensif. “Komisi III DPR juga perlu memanggil Polri untuk bersama-sama menuntaskan kasus ini. Sebab selama ini Polri sangat responsif terhadap orang-orang Indonesia yang ditangkapi di Timur Tengah, bahkan mereka dicermati sebagai bagian dari gerakan ISIS,” tandasnya.

Seperti diberitakan, anggota Polri yang tergabung dalam pasukan misi perdamaian di Sudan (United Nations African Mission in Darfur/UNAMID) diduga menyelundupkan senjata, dan ditahan sejak 20 Januari lalu saat akan meninggalkan Bandara Al Fashir, Darfur, Sudan. Dari bagasi yang diduga milik para anggota Polri tersebut, disita puluhan jenis senjata api. UNAMID dikabarkan telah bergerak menyelidiki insiden itu.

Misi UNAMID dimulai sejak 2007 untuk membantu menghentikan kekerasan di wilayah barat Sudan. UNAMID merupakan misi perdamaian terbesar kedua di dunia dengan anggaran mencapai US$ 1,35 miliar, lengkap dengan 2.000 personel. (tim)

Berita Sebelumnya:

FORM_HEADER


FORM_CAPTCHA
FORM_CAPTCHA_REFRESH

PILIHAN REDAKSI

SURAT KABAR DIALOG

KESEHATAN

Pradi Supriatna Apresiasi Kegiatan Donor…

Depok, hariandialog.com - 13-07-2018 - Wakil Walikota Depok, Pradi Sup...

Kader Jumantik RW.04 Rawajati Rutin Gelar Kegiatan PSN

Kader Jumantik RW.04 Rawajati Rutin Gela…

Jakarta, hariandialog.com - 06-07-2018 - Di Pos Rw. 04 Kel Rawajati ...

TEKNOLOGI

Terpilih Sebagai Lokasi Survey EODB oleh World Bank    DPMPTSP Badung Belajar Pelayanan Publik di Ge
Terpilih Sebagai Lokasi Survey EODB oleh World... Denpasar, hariandialog.com- 9- 7 -2018 - Untuk  meningkatkan kualitas pelayanan publik di Indonesia, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan...

KANTOR PUSAT :
Jl Binawarga No 4 Kalibata, Jakarta Selatan 12750 Telp. (021) 79193461, 92296596; Fax. (021) 7946448
Email: dialog_indonesia@yahoo.com - http://www.hariandialog.com

PERWAKILAN :
• Tanggerang • Serang • Banten • Bekasi • Kerawang • Cibinong • Bogor -Cianjur- Sukabumi • Bandung• Garut • Tasikmalaya•Sumedang• Purwakarta • Cirebon • Majalengka • Indramayu • Semarang • Surabaya • Sidoarjo • Bali • Bima • Bandar Lampung • Lampung Selatan • Lampung Utara • Lampung Barat • Tanggamus • Bangka • Bangka Barat • Pangkal Pinang • Belitung • Jambi• Sumsel • Bengkulu• Lubuk Linggau • Lingga • Batam• Tanjung Pinang • Karimun«Pekan Baru • Padang • Medan • Kabanjahe«Tanahkaro • Deliserdang«Serdang Bedagal• Binjal -Langkat «Labuan Batu •Sibolga-Pematang Slantar»Tarutung.Barus« Makasar-Sulbar-Mamuju •Bolmong«Sorong Papua Barat • P. Sidempuan • Nias • Bengkulu • Tembilahan