Leabilitas BUMN Kontruksi Meningkat

Jakarta, hariandialog.com.-    04-06-2018.      Keuangan
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) khususnya di bidang konstruksi yang
mendapat tugas dari pemerintah untuk membangun infrastruktur kembali
menarik perhatian, setelah menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati
mengaku menaruh perhatian pada perusahaan-perusahaan tersebut. Apa lagi, beberapa waktu yang lalu lembaga pemeringkat Standard &
Poors juga menyoroti utang dari empat BUMN konstruksi terbesar yang
meningkat drastis. DetikFinance merangkum dengan melihat laporan
keuangan keempat BUMN konstruksi tersebut dari sisi utangnya.
Rata-rata total kewajiban atau liabilitas keempat BUMN konstruksi yang
tercatat di pasar modal memang meningkat cukup drastis.

Pertama, PT Waskita Karya Tbk (WSKT), pada 2014 jumlah liabilitas
perusahaan sebesar Rp 9,77 triliun yang terdiri dari liabilitas jangka
pendek Rp 7,7 triliun dan jangka panjang Rp 2,05 triliun. Di 2015,
jumlah liabilitas WSKT naik menjadi Rp 20,6 triliun, terdiri dari
jangka pendek Rp 13,6 triliun dan jangka panjang Rp 6,9 triliun.

Lalu pada 2016 jumlah liabilitas WSKT kembali meningkat menjadi Rp
44,69 triliun, terdiri dari jangka pendek Rp 31,28 triliun dan jangka
panjang Rp 13,37 triliun. Kemudian di 2017 jumlah liabilitasnya
kembali meningkat menjadi Rp 75,14 triliun, terdiri dari Rp 52,3
triliun liabilitas jangka pendek dan Rp 22,8 triliun jangka panjang.
Jika dihitung dari 2014 hingga 2017 jumlah liabilitas WSKT naik 669%.

Kedua, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) pada 2014 jumlah liabilitasnya
mencapai Rp 11,03 triliun yang terdiri dari liabilitas jangka pendek
Rp 8,47 triliun dan jangka panjang Rp 2,55 triliun. Pada 2015 jumlah
liabilitasnya naik menjadi Rp 14,16 triliun, terdiri dari Rp 10,59
jangka pendek dan Rp 3,5 triliun jangka panjang.

Lalu pada 2016 jumlah liabilitas WIKA naik lagi menjadi Rp 18,6
triliun yang terdiri dari liabilitas janga pendek Rp 14,9 triliun dan
jangka panjang Rp 3,7 triliun. Sementara di 2017 naik menjadi Rp 31,05
triliun, terdiri dari Rp 25,9 triliun jangka pendek dan Rp 5 triliun
jangka panjang. Jika dihitung jumlah liabilitas WIKA selama 3 tahun
naik 181,5%.

Ketiga, PT Adhi Karya Tbk (ADHI), pada 2014 jumlah liabilitas
perusahaan sebesar Rp 8,8 triliun yang terdiri dari liabilitas jangka
pendek Rp 7,04 triliun dan jangka panjang Rp 1,77 triliun. Di 2015
jumlah liabilitas ADHI naik menjadi Rp 11,59 triliun, terdiri dari
jangka pendek Rp 9,4 triliun dan jangka panjang Rp 2,18 triliun.
Lalu pada 2016 jumlah liabilitas ADHI kembali meningkat menjadi Rp
14,59 triliun, terdiri dari jangka pendek Rp 12,9 triliun dan jangka
panjang Rp 1,6 triliun. Kemudian di 2017 jumlah liabilitasnya kembali
meningkat menjadi Rp 22,46 triliun, terdiri dari Rp 17,6 triliun
liabilitas jangka pendek dan Rp 4,8 triliun jangka panjang. Jika
dihitung dari 2014 hingga 2017 jumlah liabilitas ADHI naik 155,22%.

Keempat, PT PP Tbk (PTPP), pada 2014 jumlah liabilitas perusahaan
sebesar Rp 12,24 triliun yang terdiri dari liabilitas jangka pendek Rp
9,8 triliun dan jangka panjang Rp 2,38 triliun. Di 2015 jumlah
liabilitas PTPP naik menjadi Rp 14 triliun, terdiri dari jangka pendek
Rp 11,1 triliun dan jangka panjang Rp 2,89 triliun.

Lalu pada 2016 jumlah liabilitas PTPP kembali meningkat menjadi Rp
20,43 triliun, terdiri dari jangka pendek Rp 15,8 triliun dan jangka
panjang Rp 4,55 triliun. Kemudian di 2017 jumlah liabilitasnya kembali
meningkat menjadi Rp 27,53 triliun, terdiri dari Rp 20,6 triliun
liabilitas jangka pendek dan Rp 6,83 triliun jangka panjang. Jika
dihitung kenaikan jumlah liabilitas PTPP dari 2014 ke 2017 sebesar
124,9% . (man/risky)

Berita Sebelumnya:

FORM_HEADER


FORM_CAPTCHA
FORM_CAPTCHA_REFRESH

PILIHAN REDAKSI

Keluarga Besar PN Jaksel antar Jul Rizal
Keluarga Besar PN Jaksel antar Jul Rizal Keluarga Besar PN Jakarta Selatan mulai dari Ketua, Wakil Ketua, para Hakim, Sekretaris, Panmud Pidana, Panmud Hukum, Kabag, Juru Sita, Juru Sita...

SURAT KABAR DIALOG

KESEHATAN

Pradi Supriatna Apresiasi Kegiatan Donor…

Depok, hariandialog.com - 13-07-2018 - Wakil Walikota Depok, Pradi Sup...

Kader Jumantik RW.04 Rawajati Rutin Gelar Kegiatan PSN

Kader Jumantik RW.04 Rawajati Rutin Gela…

Jakarta, hariandialog.com - 06-07-2018 - Di Pos Rw. 04 Kel Rawajati ...

TEKNOLOGI

Terpilih Sebagai Lokasi Survey EODB oleh World Bank    DPMPTSP Badung Belajar Pelayanan Publik di Ge
Terpilih Sebagai Lokasi Survey EODB oleh World... Denpasar, hariandialog.com- 9- 7 -2018 - Untuk  meningkatkan kualitas pelayanan publik di Indonesia, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan...

KANTOR PUSAT :
Jl Binawarga No 4 Kalibata, Jakarta Selatan 12750 Telp. (021) 79193461, 92296596; Fax. (021) 7946448
Email: dialog_indonesia@yahoo.com - http://www.hariandialog.com

PERWAKILAN :
• Tanggerang • Serang • Banten • Bekasi • Kerawang • Cibinong • Bogor -Cianjur- Sukabumi • Bandung• Garut • Tasikmalaya•Sumedang• Purwakarta • Cirebon • Majalengka • Indramayu • Semarang • Surabaya • Sidoarjo • Bali • Bima • Bandar Lampung • Lampung Selatan • Lampung Utara • Lampung Barat • Tanggamus • Bangka • Bangka Barat • Pangkal Pinang • Belitung • Jambi• Sumsel • Bengkulu• Lubuk Linggau • Lingga • Batam• Tanjung Pinang • Karimun«Pekan Baru • Padang • Medan • Kabanjahe«Tanahkaro • Deliserdang«Serdang Bedagal• Binjal -Langkat «Labuan Batu •Sibolga-Pematang Slantar»Tarutung.Barus« Makasar-Sulbar-Mamuju •Bolmong«Sorong Papua Barat • P. Sidempuan • Nias • Bengkulu • Tembilahan