Syukestex, Mitra LPDB Yang Mampu Jelajahi Pasar Ekspor Batik

Jakarta, hariandialog.com – Batik, yang dulu dikenal sebagai pakaian tradisional, kini sudah menjelma menjadi bagian dari fashion modern. Dulunya mungkin hanya dikenakan untuk menghadiri acara tradisional, tetapi sekarang pemakaiannya sudah beragam. Terlebih, kini batik telah diresmikan oleh UNESCO sebagai salah satu warisan budaya yang diakui dunia.

Orang pun jadi berbondong-bondong menggunakan batik. Bahkan, kini batik tak hanya dipakai sebagai motif untuk pakaian, tapi juga seprei, tas, sarung bantal, dan masih banyak lagi. Hal ini menunjukkan bahwa batik semakin digemari oleh masyarakat.

Salah satunya adalah batik produksi Syukestex atau Batik Syukestex, salah satu pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang bergerak di bidang manufacturing dan trading batik yang berlokasi di Pekalongan, Jawa Tengah.

Syukestex telah menjadi mitra Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM)  sejak tahun 2013 dengan mendapat pinjaman dana bergulir sebesar Rp 1 Miliar dengan jangka waktu 48 bulan.

Kini Syukestex mampu mengembangkan usahanya lebih baik, setelah mendapatkan dukungan permodalan dari LPDB-KUMKM.

Direktur Pemasaran Syukestex, Tatu Nurhasanah mengatakan pengajuan pinjaman dana bergulir ke LPDB-KUMKM karena LPDB-KUMKM menerapkan bunga yang rendah dibandingkan bank atau lembaga keuangan lain.

Rencana ke depan, Syukestex berencana mengajukan permohonan pinjaman kedua untuk meningkatkan lagi hasil produksinya yang saat ini hanya mencapai 8-9 ribu kodi perbulan. Upaya itu untuk menambah mesin produksi yang nanti dibeli dari Bandung, Jawa Barat untuk mendukung tujuh mesin yang dimiliki saat ini, yaitu steamer, curing, washing, drying, stenter, mesin setrika, boilersteam, boiler oil.

Dengan begitu Tatu berharap bisa memenuhi permintaan pasar yang sudah menjadi langganannya.“Nanti mau beli mesin second dari Bandung  1 unit harganya kira-kira Rp 1,5 Miliar. Kalau barunya bisa seharga Rp 10 Miliar itupun harus beli dari luar, bisa dari China, Jepang, Korea, maupun Jerman,” ungkap Tatu.

LPDB-KUMKM pun berkesempatan mengunjungi Batik Syukestex. Kunjungan dilakukan ke kantor pusat di Jalan Yudha Bhakti Nomor 159 A Medono dan tempat produksi di Jalan Desa Watusalam Gang 1 Rt.13 Rw.07 Buaran Pekalongan, Jawa Tengah.

LPDB-KUMKM  banyak membantu kalangan UKM, seperti industri Batik Syukestex,  dengan bunga yang rendah. Suku bunga di LPDB meliputi program nawacita 4,5 persen (pertanian, perikanan, perkebunan). Untuk sektor riil 5 persen (KUMKM sektor manufaktur, kerajinan, industri kreatif), dan untuk simpan pinjam 7 persen (koperasi simpan pinjam, LKB, LKBB dan BLUD), dan untuk pembiayaan syariah yaitu bagi hasil maksimal 60:40 (KSPPS/USPPS, LKB Syariah, LKBB Syariah).

Dalam kesempatan tersebut Tatu mendorong LPDB-KUMKM lebih meningkatkan perannya dalam memberikan pinjaman/ pembiayaan dana bergulir kepada pelaku usaha seperti Syukestex.

Menurut Tatu dalam usaha yang padat karya seperti ini akan memberikan efek yang positif, misalnya dalam rangka peningkatan produktifitas tentu secara otomatis akan menambah tenaga kerja. Hal ini disadari betapa pentingnya peran pemerintah dalam membantu permodalan UMKM khususnya melalui LPDB-KUMKM yang kini usianya sudah melebihi satu dasawarsa.

Tatu menjelaskan Syukestex saat ini memproduksi segala macam batik baik jenis printing maupun non printing, juga menyediakan busana bermotif batik dengan stok yang cukup banyak.

Selama ini batik produksinya 70 persen diekspor di antaranya ke Tanzania, Kenya, Somalia, Senegal, Pantai Gading, Mali, Ethiopia, Djibouti, Dubai, serta Jeddah Arab Saudi. Sedangkan 30 persen menyasar pasar domestik seperti Sulawesi Selatan, Kalimantan, Sumatera dan DKI Jakarta.

“Pangsa pasar kami ada. Kalau produktivitas kami terus berusaha meningkatkan. Namun untuk permudah lagi kalau bisa kami difasilitasi untuk mengikuti pameran luar negeri. Selama ini kami berusaha sendiri sehingga bisa tembus pasar Afrika,” tambah Idawati, Direktur Keuangan Syukestex.

Untuk menjaga pelanggannya, menurut Idawati pihaknya berupaya tetap menjaga kuantitas dan kualitas batik yang dihasilkan, motif juga disesuaikan dengan selera pasar. Hal itulah yang membuat hubungan bisnis antara Syukestex terutama dengan buyer luar negeri dari kawasan Afrika tetap terjaga sampai sekarang.  Hubungan bisnis itu bahkan sudah dimulai sejak usahanya tersebut masih dipegang oleh almarhum ayahnya.

Kendala ada seperti permodalan, apalagi kalau ada permintaan banyak otomatis harus produksi banyak. Hal tersebut dapat teratasi berkat dukungan dari LPDB, sehingga meringankan usaha mereka. “Alhamdulillah kami masih eksis walaupun kalau dilihat persaingan makin ketat. Tetapi berkat kreativitas bersama membuat usaha ini terus berjalan, cuma ya itu tetap saja kami butuh sentuhan dari pemerintah,” tutur Idawati.

LPDB Siap Bantu UKM Berbasis Ekspor

Terpisah Direktur Utama LPDB-KUMKM Braman Setyo menegaskan pihaknya kapanpun siap mendukung pembiayaan UKM berorientasi ekspor yang ada di Tanah Air. Braman juga mengapresiasi kompetensi UKM yang sudah mampu menembus pasar ekspor.

“Intinya kalau memang dibutuhkan pembiayaan dari LPDB, kami akan siap support pelaku-pelaku UKM yang berorientasi ekspor,” kata Braman.

Terkait nasabah repeater (mengajukan kembali), Braman mengatakan tentu akan memenuhi permohonan pinjaman yang diajukan. “Saya kira tidak masalah kalau repeater itu diulang-ulang kembali, tapi nanti akan ada batasannya misalnya sampai tiga kali dan kalau sudah mendekati tiga kali, mereka harus pindah ke bank dan sebagainya,” pungkas Braman. (rizal)

 

Berita Sebelumnya:

FORM_HEADER


FORM_CAPTCHA
FORM_CAPTCHA_REFRESH

PILIHAN REDAKSI

Kementan Raih 3 Penghargaan WBK dan 1 WBBM
Kementan Raih 3 Penghargaan WBK dan 1 WBBM Jakarta, hariandialog.com (10/12) - Kementerian Pertanian (Kementan) berhasil meraih penghargaan  zona integritas menuju Wilayah Bebas dari...
Lewat Gempita Ribuan Petani Luwu Utara Diguyur Program Kementan
Lewat Gempita Ribuan Petani Luwu Utara Diguyur...

Luwu Utara, hariandialog.com- ratusan ketua kelompok tani  bersuka...

SURAT KABAR DIALOG

KESEHATAN

Pradi Supriatna Apresiasi Kegiatan Donor…

Depok, hariandialog.com - 13-07-2018 - Wakil Walikota Depok, Pradi Sup...

Kader Jumantik RW.04 Rawajati Rutin Gelar Kegiatan PSN

Kader Jumantik RW.04 Rawajati Rutin Gela…

Jakarta, hariandialog.com - 06-07-2018 - Di Pos Rw. 04 Kel Rawajati ...

TEKNOLOGI

Terpilih Sebagai Lokasi Survey EODB oleh World Bank    DPMPTSP Badung Belajar Pelayanan Publik di Ge
Terpilih Sebagai Lokasi Survey EODB oleh World... Denpasar, hariandialog.com- 9- 7 -2018 - Untuk  meningkatkan kualitas pelayanan publik di Indonesia, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan...

KANTOR PUSAT :
Jl Binawarga No 4 Kalibata, Jakarta Selatan 12750 Telp. (021) 79193461, 92296596; Fax. (021) 7946448
Email: dialog_indonesia@yahoo.com - http://www.hariandialog.com

PERWAKILAN :
• Tanggerang • Serang • Banten • Bekasi • Kerawang • Cibinong • Bogor -Cianjur- Sukabumi • Bandung• Garut • Tasikmalaya•Sumedang• Purwakarta • Cirebon • Majalengka • Indramayu • Semarang • Surabaya • Sidoarjo • Bali • Bima • Bandar Lampung • Lampung Selatan • Lampung Utara • Lampung Barat • Tanggamus • Bangka • Bangka Barat • Pangkal Pinang • Belitung • Jambi• Sumsel • Bengkulu• Lubuk Linggau • Lingga • Batam• Tanjung Pinang • Karimun«Pekan Baru • Padang • Medan • Kabanjahe«Tanahkaro • Deliserdang«Serdang Bedagal• Binjal -Langkat «Labuan Batu •Sibolga-Pematang Slantar»Tarutung.Barus« Makasar-Sulbar-Mamuju •Bolmong«Sorong Papua Barat • P. Sidempuan • Nias • Bengkulu • Tembilahan