Penggunaan Aplikasi Lamikro Terus Meningkat

Bogor, hariandialog.com - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop dan UKM) menargetkan hingga akhir tahun 2019 sebanyak 16-20 ribu pelaku usaha mikro menggunakan aplikasi Laporan Akuntansi Usaha Mikro (Lamikro).

Hal ini seiring meningkatnya pengunaan aplikasi yang bisa didownload secara gratis itu, yang dibuat dengan berbagai kemudahan dan fleksibilitas untuk digunakan para pelaku usaha mikro.

Asdep Kewirausahaan pada Deputi Bidang Pengembangan SDM, Kemenkop UKM, Budi Mustofo mengatakan untuk mencapai target tersebut pihaknya menggandeng para wirausaha pemula yang sukses untuk mensosialisasikan Lamikro kepada para pelaku usaha mikro.

“Para wirausaha pemula tersebut mereka yang tergabung dalam Himpunan Gerakan Kewirausahaan yang telah menggunakan aplikasi Lamikro,” kata Budi pada acara Pelatihan Bidang Kewirausahaan Malalui GKN bagi Organisasi Masyarakat di Bogor, Jawa Barat, Minggu (17/3/2019).

Menurut Budi, Lamikro merupakan aplikasi pembukuan akuntansi sederhana untuk usaha mikro yang bisa digunakan melalui smartphone dengan sistem operasi Android.

Mengembangkan bisnis dengan menggunakan Lamikro sudah sangat diharuskan, tujuannya agar para pengguna dalam hal ini para penggerak UKM mikro seluruh Indonesia dapat memonitoring aktfitas keuangan UKM mereka

Lamikro pertama kali diluncurkan pada Oktober 2017 oleh Kemenkop dan UKM bekerja sama dengan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Hingga saat ini sebanyak 10.023 usaha mikro telah menggunakan aplikasi ini. Jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan sosialisasi dan pelatihan yang bakal intens dilakukan

Pihaknya juga melibatkan UPT (Unit Pengelola Kegiatan Keuangan (UPK) di kecamatan-kecamatan di Tanah Air. Para UPK tidak hanya mensosialisasi Lamikro, melainkan juga membina pelaku usaha mikro di daerahnya.

Kegiatan sosialisasi Lamikro telah mendapatkan dukungan dari perbankan khususnya Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Saat ini sudah ada 10 BPR di Provinsi Jawa Timur yang bersedia mensosialisasikan aplikasi Lamikro kepada nasabahnya. Dalam waktu BPR Jawa Barat, Jawa Tengah dan Banten juga bakal menyusul.

“Kami juga memanfaatkan para pendamping UKM yang telah mengikuti pelatihan aplikasi Lamikro untuk mensosialisasikan kepada para UKM binanannya,” tandas Budi.

Sementara itu, pakar IT dari PT Karl Wig, Ludo Lustrous mengatakan penting bagi pelaku usaha mikro untuk memanfaatkan aplikasi Lamikro dalam melakukan pencatatan keuangan. Kalau biasanya keuangan ditulis di buku, lewat Lamikro para pelaku usaha bisa  mencatatnya via ponsel pintar.

Ludo menjelaskan Lamikro merupakan aplikasi pencatatan keuangan versi digital yang sudah mengikuti standar akuntansi keuangan. Lamikro juga sudah terverifikasi oleh Ikatan Akuntan Indonesia sehingga sangat bagus digunakan oleh para pelaku usaha mikro.

“Lamikro sifatnya gratis alias tidak bayar. Ukuran filenya pun kecil, jadi nggak akan menghabiskan kuota. Bahkan kalau di daerah pinggiran tetap masih bisa dipakai sekalipun HP-nya jadul masih bisa pakai lancar,” ujar Ludo.

Hal senada diutarakan CEO Rubelon.com, Syarif Hidayat, dimana berkembangnya teknologi digital yang demikian cepatnya menjadi sebuah peluang bisnis bagi banyak pihak untuk menciptakan tren bisnis-bisnis baru.

 

“Perubahan dan perkembangan teknologi yang sangat cepat ini, selain bagi para pebisnis, para penggunapun harus bisa menyikapi perubahan tersebut dengan sangat cepat,” kata Syarif.

Menurut dia, hal tersebut disebabkan oleh adanya permasalahan di dunia digital yang tidak selalu sama jika tidak diselesaikan dengan cepat. Terutama bagi dunia bisnis, mulai dari usaha mikro, kecil hingga besar sekalipun.

“Perubahan inilah yang kemudian disebut revolusi industri 4.0, yang menuntut semua pelaku usaha untuk cepat mencari solusi atas masalah yang terjadi pada saat ini,” tambahnya.

Dia melanjutkan bahwa respons industri ke arah dunia digital ini banyak yang dilalui, mulai dengan munculnya para pemanfaatan internet menyampaikan informasi, usaha berbasis online, startup digital berbasis aplikasi, hingga munculnya para raksasa unicorn.

Aplikasi Lamikro sebagai salah satu bentuk nyata pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM dalam merespons industri dunia digital 4.0 tersebut. Apalagi kata dia, Aplikasi Lamikro yang bisa digunakan melalui smartphone dengan sistem operasi Android sangat mudah digunakan.

“Dan merupakan salah satu solusi dari permasalah-permasalahan yang dihadapi para pelaku usaha mikro dalam melakukan pembukuan keuangan usahanya,” pungkasnya. (rizal)

 

Berita Sebelumnya:

FORM_HEADER


FORM_CAPTCHA
FORM_CAPTCHA_REFRESH

PILIHAN REDAKSI

Ketigakalinya Terpilih Kembali Jadi Ketua Persatuan Wartawan Unit Pemko Medan Periode 2019 - 2021
Ketigakalinya Terpilih Kembali Jadi Ketua... Medan hariandialog .com Lewat pemilihan ketat dan alot serta diselingi interupsi dari peserta, akhirnya, M Edison Ginting dari Harian Waspada...
KETUA DPRD PROVINSI KEPULAUAN RIAU  LANTIK TIGA ANGGOTA DPRD HASIL PAW
KETUA DPRD PROVINSI KEPULAUAN RIAU LANTIK TIGA...

Tanjungpinang, hariandialog.com Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau...

SURAT KABAR DIALOG

KESEHATAN

Listrik Padam Layanan RS Kota Bengkulu Tidak Maksimal

Listrik Padam Layanan RS Kota Bengkulu T…

Bengkulu, hariandialog.com – 31-1-2019 - Rumah sakit milik Pemerinta...

Direktur “Akreditasi RSUD M Yunus Terkendala Dokter Spesialis”

Direktur “Akreditasi RSUD M Yunus Terken…

Bengkulu, hariandialog.com - 24-1-19 - Direktur RSUD dr M.Yunus Beng...

TEKNOLOGI

Terpilih Sebagai Lokasi Survey EODB oleh World Bank    DPMPTSP Badung Belajar Pelayanan Publik di Ge
Terpilih Sebagai Lokasi Survey EODB oleh World... Denpasar, hariandialog.com- 9- 7 -2018 - Untuk  meningkatkan kualitas pelayanan publik di Indonesia, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan...

KANTOR PUSAT :
Jl Binawarga No 4 Kalibata, Jakarta Selatan 12750 Telp. (021) 79193461, 92296596; Fax. (021) 7946448
Email: dialog_indonesia@yahoo.com - http://www.hariandialog.com

PERWAKILAN :
• Tanggerang • Serang • Banten • Bekasi • Kerawang • Cibinong • Bogor -Cianjur- Sukabumi • Bandung• Garut • Tasikmalaya•Sumedang• Purwakarta • Cirebon • Majalengka • Indramayu • Semarang • Surabaya • Sidoarjo • Bali • Bima • Bandar Lampung • Lampung Selatan • Lampung Utara • Lampung Barat • Tanggamus • Bangka • Bangka Barat • Pangkal Pinang • Belitung • Jambi• Sumsel • Bengkulu• Lubuk Linggau • Lingga • Batam• Tanjung Pinang • Karimun«Pekan Baru • Padang • Medan • Kabanjahe«Tanahkaro • Deliserdang«Serdang Bedagal• Binjal -Langkat «Labuan Batu •Sibolga-Pematang Slantar»Tarutung.Barus« Makasar-Sulbar-Mamuju •Bolmong«Sorong Papua Barat • P. Sidempuan • Nias • Bengkulu • Tembilahan