Wujudkan Ekonomi Kerakyatan Koster Bersurat ke Pusat Minta Arak Bali Dikeluarkan dari List Negatif

Denpasar, hariandialog.com- 8-7-19 - Upaya Gubernur Bali Wayan Koster mewujudkan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui pengembangan ekonomi kerakyatan mendapat dukungan dari keluarga alumni pelajar dan mahasiswa Bali di Surabaya, tergabung dalam Swastika Bali. Anggota Swastika mendukung Legalisasi Arak Bali.

Hal ini terungkap saat Gubernur Bali Wayan Koster menerima audiensi Swastika Bali di Ruang Tamu Gubernur Bali, Denpasar, Senin (8/7).Gayung bersambut, Koster menegaskan, arak Bali adalah kearifan lokal masyarakat dibuat dan dikembangkan oleh masyarakat lokal. Ia berharap kearifan  ini bisa dipertahankan bahkan memberikan kesejahteraan kepada masyarakat lokal.

“Saya sudah memproses membuat surat agar minuman lokal ini bisa dikeluarkan dari negatif list pemerintah pusat,” kata Ketua DPD PDIP Provinsi Bali ini .Namun ia juga minta agar  standarisasi produksi dan penyesuaian kadar alkohol ada regulasi yang bisa memayungi keberlangsungannya.

Hal ini sangat logis karena minuman beralkohol dari luar negeri bisa beredar di pasaran,” Yang perlu kita atur, bagaimana supaya diminimalisir resiko negatifnya,” kata pria asal Desa Sembiran, Buleleng ini.
Ketua Umum Swastika Bali Drs.I Wayan Bagiarta Negara, Apt, MM. mengatakan sebagai generasi Bali, pihaknya terus bergerak membuat gagasan, melaksanakan dan mengamalkan demi kemajuan Bali. Gagasan ini  disampaikannya kepada Gubernur,   karena terkait perwujudan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

“Banyak hal yang harus diimplementasikan dan dikoordinasikan, baik dengan tim ahli maupun OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang menangani,” kata Bagiarta, seraya  mendukun  legalisasi arak Bali sebagai bentuk pembangunan ekonomi kerakyatan di Bali.

“Kita tahu bahwa arak adalah sesuatu yang berkembang, beredar serta diproduksi oleh rakyat bukan oleh industri yang kita kenal,bisa diangakat menjad ikon Bali yang didistribusikan ke seluruh penjuru Bali bahkan mancanegara. Ia sepakat bahwa produksi arak Bali harus distandarisasi dengan membuat cara produksi yang baik dan benar sehingga kualitasnya terjamin,

. “ Dengan cara ini sebenarnya arak Bali merupakan lokal jenius Bali yang memang layak diedarkan,”  imbuh Bagiarta. 
Dalam waktu dekat Swastika Bali akan menggelar acara Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas masalah ini. Gubernur Koster mendukung agar acara ini dilaksanakan di Gedung Wiswa Sabha dan melibatkan tim ahli.Pada pertemuan ini Gubernur Bali Wayan Koster berkesempatan mencoba salah satu arak Bali hasil produksi warga Karangasem. (nani)

Berita Terkait:

FORM_HEADER


FORM_CAPTCHA
FORM_CAPTCHA_REFRESH

PILIHAN REDAKSI

Silahturahmi Insan Pers Gubsu dan Wagub Batal, Staf Humas dan Wartawan Berjoget Ria
Silahturahmi Insan Pers Gubsu dan Wagub Batal,... Medan,hariandialog.com- Silahturahmi yang digelar Biro Humas Sekdaprovsu Gubernur dan Wakil Gubenur Sumut batal. Pasalnya acara yang dikemas di...

SURAT KABAR DIALOG

KESEHATAN

BUPATI TERIMA PENGHARGAAN HARGANAS TINGK…

Grobogan, hariandialog.com- (6/7) Bupati Grobogan Hj. Sri Sumarni, SH,...

Di Kabupaten Badung Tiap Bulan  Ditemukan 36 Kasus HIV/AIDS

Di Kabupaten Badung Tiap Bulan Ditemuka…

Denpasar, hariandialog.com – 26-6-19 - Di Kabupaten Badung ada  kece...

TEKNOLOGI

Bupati: Membangun Badung untuk Membahagiakan Masyarakat
Bupati: Membangun Badung untuk Membahagiakan... Denpasar, hariandialog.com - 1-7-19 - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Wabup. I Ketut Suiasa dan Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa bertatap...

KANTOR PUSAT :
Jl Binawarga No 4 Kalibata, Jakarta Selatan 12750 Telp. (021) 79193461, 92296596; Fax. (021) 7946448
Email: dialog_indonesia@yahoo.com - http://www.hariandialog.com

PERWAKILAN :
• Tanggerang • Serang • Banten • Bekasi • Kerawang • Cibinong • Bogor -Cianjur- Sukabumi • Bandung• Garut • Tasikmalaya•Sumedang• Purwakarta • Cirebon • Majalengka • Indramayu • Semarang • Surabaya • Sidoarjo • Bali • Bima • Bandar Lampung • Lampung Selatan • Lampung Utara • Lampung Barat • Tanggamus • Bangka • Bangka Barat • Pangkal Pinang • Belitung • Jambi• Sumsel • Bengkulu• Lubuk Linggau • Lingga • Batam• Tanjung Pinang • Karimun«Pekan Baru • Padang • Medan • Kabanjahe«Tanahkaro • Deliserdang«Serdang Bedagal• Binjal -Langkat «Labuan Batu •Sibolga-Pematang Slantar»Tarutung.Barus« Makasar-Sulbar-Mamuju •Bolmong«Sorong Papua Barat • P. Sidempuan • Nias • Bengkulu • Tembilahan