Tarif Naik Rakyat Makin Tercekik

Jakarta, hariandialog.com -Tarif jalan tol naik, tarif dasar listrik juga mau naik. Akibatnya, biaya produksi dan distribusi barang dan jasa juga akan naik. Rakyat makin tercekik.

“Pasti ada efek domino. Kenaikan tarif tol dan listrik akan berimbas pada kenaikan biaya produksi dan distribusi barang dan saja. Akibatnya, harga barang dan jasa juga akan naik,” ungkap anggota Komisi XI DPR I Gusti Agung Rai Wirajaya kepada Dialog di Jakarta, Rabu (18/9).

Sebelumnya, pemerintah telah menaikkan tarif jalan tol per 12 September 2013 di dua ruas, yakni ruas tol Jakarta-Cikampek sebesar 9-11 persen, dan Prof Dr Sedyatmo yang menghubungkan Kota Jakarta dengan Bandar Udara Soekarno-Hatta, Tangerang, sebesar 7-12 persen. Akhir September ini, pemerintah akan kembali menaikkan tarif tol untuk 14 ruas lainnya rata-rata sebesar 10 persen.

Di sisi lain, tarif dasar listrik (TDL) juga akan naik awal Oktober nanti. Kenaikan ini merupakan yang keempat setelah Januari, April dan Juli dengan total kenaikan 15 persen.

Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik, kenaikan TDL pada Oktober harus tetap dilaksanakan agar tidak membebani PT PLN  selaku penyedia tenaga listrik di Tanah Air. Kenaikan TDL juga telah memperoleh persetujuan dari DPR. “Beban ini mesti ditanggung semua. Ya, daripada sekarang dibebankan PLN, terus PLN mati semua lampunya bagaimana? Itu sudah diputuskan sama DPR,” katanya beberapa waktu lalu.

Agung Rai berpendapat, dengan adanya kenaikan tarif tol dan TDL, biaya distribusi barang dan jasa dipastikan akan membengkak dan imbasnya, pelaku industri terpaksa menaikkan harga produknya. “Ini efek domino yang tak bisa dielakkan,” cetus politisi  PDI Perjuangan ini.

Harga barang-barang kebutuhan pokok, kata Agung, juga akan ikut naik. Agung memprediksi, kenaikan harga pangan di Pulau Jawa mencapai 10 persen, sedangkan di luar Jawa mencapai 15 persen. “Pemerintah harusnya memperhitungkan dampak ini,” pintanya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Adhi Siswaja Lukman. Menurutnya, kenaikan tarif tol dan listrik akan berdampak dalam dua hal, distribusi barang dan pasokan bahan baku, serta biaya produksi.

Selama ini, jelas Adhi, proses distribusi dan pasokan bahan baku dilakukan melalui jalur tol sehingga dipastikan akan ada kenaikan biaya distribusi. “Harga jual produk makanan dan minuman akan naik,” tukasnya. “Sedangkan kenaikan TDL akan mendongkrak biaya produksi barang,” lanjutnya.

Terkait kenaikan TDL, Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) keberatan. Ketua APPBI Handaka Santosa menyatakan, tahun ini para pengusaha pusat belanja sudah tertimpa beban kenaikan TDL sebesar 15 persen yang dilakukan setiap empat bulan sekali. Handaka punya hitung-hitungan sendiri tentang kenaikan TDL. Menurutnya, kenaikan TDL sepanjang tahun ini sebenarnya mencapai 22 persen atau lebih tinggi dari pernyataan pemerintah sebesar 15 persen.

Sementara itu, harga sembilan bahan pokok (sembako) di pasar-pasar tradisional, yang sudah terlanjur naik sejak kenaikan harga BBM diputuskan, disusul Ramadan dan Idul Fitri 1434, tidak ada tanda-tanda akan turun. Apalagi nilai tukar rupiah terhadap dolar kian merosot. Di Pasar Kebayoran Lama, misalnya, harga beras kemasan 20 kilogram mencapai Rp160.000/kantong untuk kualitas rendah, dan kualitas sedang mencapai Rp180.000/kantong. Harga daging sapi tetap bertengger di kisaran Rp95.000-100.000/kg.

Dengan adanya kenaikan tarif tol dan listrik, dipastikan harga sembako akan naik lagi. “Ini membuat rakyat kecil seperti kami makin tercekik,” ungkap Ririn Widati (34), ibu rumah tangga yang tinggal di Peninggaran, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. (yud)

Berita Sebelumnya:

FORM_HEADER


FORM_CAPTCHA
FORM_CAPTCHA_REFRESH

PILIHAN REDAKSI

Redam Aksi People Power, Jaksa Agung Tepis Obral Pasal Makar
Redam Aksi People Power, Jaksa Agung Tepis Obral... Jakarta.  Hariandialog.  Com - Jaksa Agung M.  Prasetyo menepis pemerintah mengobral pasal makar yang diduga guna membungkam para...

SURAT KABAR DIALOG

KESEHATAN

Gubsu Kunjungi RS USU Kesehatan Jadi Prioritas Utama Kehidupan

Gubsu Kunjungi RS USU Kesehatan Jadi Pri…

Medan hariandialog.com - 6-5-19 - Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), E...

Tinjau UPT Rumah Sakit Pemprov Sumut Wagub Sumut Harapkan Pelayanan Pasien Ditingkatkan

Tinjau UPT Rumah Sakit Pemprov Sumut Wag…

Medan, hariandialog.com -  6-5-19 - Wakil Gubernur Sumatera Utara (S...

TEKNOLOGI

Terpilih Sebagai Lokasi Survey EODB oleh World Bank    DPMPTSP Badung Belajar Pelayanan Publik di Ge
Terpilih Sebagai Lokasi Survey EODB oleh World... Denpasar, hariandialog.com- 9- 7 -2018 - Untuk  meningkatkan kualitas pelayanan publik di Indonesia, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan...

KANTOR PUSAT :
Jl Binawarga No 4 Kalibata, Jakarta Selatan 12750 Telp. (021) 79193461, 92296596; Fax. (021) 7946448
Email: dialog_indonesia@yahoo.com - http://www.hariandialog.com

PERWAKILAN :
• Tanggerang • Serang • Banten • Bekasi • Kerawang • Cibinong • Bogor -Cianjur- Sukabumi • Bandung• Garut • Tasikmalaya•Sumedang• Purwakarta • Cirebon • Majalengka • Indramayu • Semarang • Surabaya • Sidoarjo • Bali • Bima • Bandar Lampung • Lampung Selatan • Lampung Utara • Lampung Barat • Tanggamus • Bangka • Bangka Barat • Pangkal Pinang • Belitung • Jambi• Sumsel • Bengkulu• Lubuk Linggau • Lingga • Batam• Tanjung Pinang • Karimun«Pekan Baru • Padang • Medan • Kabanjahe«Tanahkaro • Deliserdang«Serdang Bedagal• Binjal -Langkat «Labuan Batu •Sibolga-Pematang Slantar»Tarutung.Barus« Makasar-Sulbar-Mamuju •Bolmong«Sorong Papua Barat • P. Sidempuan • Nias • Bengkulu • Tembilahan