Ekonomi & Bisnis

Wali Kota Medan Dukung Investor Malaysia Jadikan Danau Siombak Wisata Air

Medan,hariandialog.com -  Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM menerima audiensi  pengusaha asal Malaysia yang tertarik ingin berinvestasi  di Balai Kota Medan, Kamis (28/2) lalu. Pengusaha dari Negeri Jiran ini menyatakan keinginannya untuk membangun Danau Siombak di Jalan Titi Pahlawan Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan menjadi objek wisata air.

“Kami tertarik untuk membangun Danau Siombak menjadi wisata air yang belum pernah dibuat di tempat lain. Dengan demikian para wisatawan baik lokal mapun mancanegara  akan tertarik mengunjunginya,” kata Datok Yusuf Noor  selaku pemilik perusahaan ternama di Malaysia yakni Proven Holding Sdn.Bhd.

Yusuf datang bersama Baharuddin Abdul Majid dari Maybank Syariah, salah satu lembaga keuangan terbesar di Malaysia.  Keduanya dibawa  pimpinan Perguruan Tinggi Swasta Sumut masing-masing Hasfin selaku ReKtor Universitas Quality, Indra Jaya Lubis (Universitas Panca Budi) dan H.M Isa Indrawan (Rektor Unpab) untuk berinvestasi di Kota Medan.

Menurut Yusuf, dia tertarik berinvestasi di ibukota Provinsi Sumatera Utara karena melihat perkembangannya cukup pesat dan tingkat perekonomian terus memperlihatkan grafik peningkatan. Atas dasar itulah dia sangat optimis investasi yang akan dilakukannya akan maju dan berkembang. “Itu sebabnya saya sangat tertarik untuk berinvestasi di sini,. Bentuk wsiata air yang kita bangun berbasis danau. Ada hotel, properti dan aneka permainan” ungkapnya.

Sebelum memilih Kota Medan, Yusuf mengaku telah berinvestasi di sejumlah tempat di Indonesia, terutama Jakarta.  Umumnya seluruh usaha yang telah dijalankannya itu berjalan dengan baik dan menghasilkan profit yang besar. Untuk itu dia merasa tertantang untuk berinvestasi di Kota Medan. Agar investasinya tidak sia-sia, dia mengaku kini tengah mempersiapkan desain untuk objek wiasata air. “Desain kita sesuaikan dengan kebutuhan masyarakat sehingga masyarakat tertarik untuk mengunjunginya,” jelasnya.

Baharuddin Abdul Majid dari Maybank Syariah menyatakan siap mengucurkan dana untuk mewujudkan keinginan Yusuf berinvestasi di Kota Medan. Selama ini dia telah melihat Yusuf tidak hanya berinvestasi di Malaysia, tetapi juga di sejumlah tempat di Indonesia. “Jadi kita siap memberikan dukungan sepenuhnya,” ujar Baharuddin.

Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap didampingi Asisten Umum Ikhwan Habibi SH, Kepala Bappeda  Drs Zulkarnain MSi, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan daerah Irwan Ritonga dan Kabag Humasy Budi Hariono SSTP MAP sangat mendukung keinginan Yusuf tersebut. Sebab, dia melihat pengusaha asal Malaysia  berhasil menjadikan kawasan Pantai Cermin menjadi wisata air dengan membangun Theme Park. (marlan)

 

 

Pengembang akan Diaudit Terkait Konsep Hunian Berimbang

Jakarta,hariandialog.com-Menteri Perumahan Djan Faridz mengatakan pihaknya akan mengaudit para pengembang terkait kewajibannya menerapkan konsep hunian berimbang 1:2:3 dalam melakukan pembangunan perumahan. Ini perlu dilakukan untuk mengetahui lebih  jauh seberapa besar mereka telah melaksanakan  kewajibannya untuk membantu memenuhi kebutuhan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Bagi mereka yang telah melaksanakan kewajibannya kami akan memberikan award. Sedangkan bagi yang belum melaksanakan akan kami beri sanksi,” katanya di Jakarta, kemarin.

Menurut Djan Faridz, upaya menekan pengembang agar mau melaksanakan konsep 1:2:3  merupakan salah satu upaya  agar tidak terjadi kesenjangan antara pembangunan rumah mewah, menengah, dan sederhana. Sebab saat ini  backlog rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)  sangat tinggi yakni mencapai 13,6 juta unit.

"Kami akui Permenpera soal hunian berimbang   sedikit terlambat. Seharusnya, permen ada maksimal setahun setelah undang-undangnya muncul namun kenyataannya sekarang sudah lebih dari setahun," katanya.

Sebelum muncul konsep 1:2:3 dalam  UU No 1 tahun 2011, pemerintah sempat menggulirkan konsep 1:3:6. Ketika itu, muncul Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri (Mendagri, Menpu dan Menpera) No. 648-384 tahun 1992, No. 739/KPTS/1992, No. 09/KPTS/1992 tentang pedoman pembangunan perumahan dan pemukiman dengan LHB. Peraturan tersebut bertujuan untuk mewujudkan keserasian antara rumah sederhana, menengah dan mewah.

Akan tetapi, kebijakan 1:3:6 tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan. Sebab, pembangunan rumah sederhana makin terabaikan bahkan terjadi pemborosan penggunaan lahan untuk rumah menengah dan mewah.Padahal  pertumbuhan kebutuhan rumah setiap tahun mencapai 800.000 unit. Kebutuhan itu tidak sebanding dengan ketersediaan rumah untuk rakyat yang hanya 500.000 unit. Akibatnya, setiap tahun terjadi kekurangan rumah sekitar 300.000 unit.

“Bagi pengembang lama yang belum melaksanakan konsep 1:3:6 akan kita minta menggantinya dengan melaksanakan konsep 1:2:3. Seharusnya mereka tidak keberatan. Kan lebih ringan menerapkan aturan baru ini,” katanya. (lasman)

 

 

Pembangunan Sembilan Ruas Tol Trans Jawa Tersendat

Jakarta,hariandialog.com-Pembangunan sembilan ruas jalan tol Trans Jawa dipastikan tidak akan selesai  (tersendat-red) pada akhir 2014. Dari sembilan ruas itu, tiga ruas jalan tol masih terkendala pembebasan lahan. Sejauh ini baru rampung 62,3 kilometer dari panjang 649,98 kilometer rencana tol trans-Jawa.”Saya harus obyektif menilai jalannya pembangunan,” kata Menteri Pekerjaan Umum Ir.Djoko Kirmanto, di Jakarta, kemarin. Sampai tahun 2012, baru 62,3 kilometer (km) jalan tol trans-Jawa yang rampung,ada 587,68 km lagi yang harus diselesaikan hingga 2014.

Ketiga ruas jalan tol yang lambat pembebasan lahannya adalah ruas Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang, dan Batang-Semarang. “Ada kemajuan, tetapi sangat lambat,” ujar Ir.Djoko Kirmanto seusai membuka Konsultasi Regional (Konreg) 2013 bersama kepala dinas pekerjaan umum dan badan perencanaan pembangunan daerah seluruh Indonesia.

Selain pembebasan lahan, di tiga ruas jalan tol itu juga terjadi pengambilalihan perusahaan yang mendapatkan konsesi ketiga ruas itu.Sementara untuk ruas Semarang-Solo, Solo-Ngawi, Ngawi-Kertosono, Djoko mengatakan cukup lancar. Demikian juga Kertosono-Mojokerto dan Mojokerto-Surabaya. Walaupun masih ada kendala sedikit, tetapi relatif lancar.

Kemudian untuk ruas jalan tol Surabaya-Gempol, Djoko mengatakan ada yang terputus karena lumpur Lapindo. Namun, untuk menggantikan yang terputus ini, pemerintah telah membuatkan jalan arteri. Setelah itu akan dilanjutkan lagi dengan jalan tol yang dibangun Jasa Marga. ”Pembangunan ini akan lebih cepat karena sudah selesai pembebasan lahannya,” ujarnya.

Selanjutnya, untuk ruas Gempol-Pandaan, juga sudah bersih, dan bisa dimulai pekerjaannya. Gempol-Pasuruan di ruas 1, sudah mulai dikerjakan.

”Di ruas-ruas itu pembebasan tanah berjalan lumayan lancar, investor lumayan baik, kontraktor bekerja baik,” jelasnya.(lasman)

 

 

Danny Sutjiono: PDAM Masih Kurang Manfaatkan Pinjaman Perbankan

Jakarta,hariandialog.com-Direktur Pengembangan Air Minum Direktorat Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Danny Sutjiono mengatakan, sampai saat ini Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) masih kurang memanfaatkan pinjaman perbankan untuk meningkatkan cakupan pelanggannya  serta menyehatkan perusahaannya.

“Sebenarnya  langkah tersebut perlu dilakukan  untuk mencapai target cakupan ketersediaan air minum di Millenium Development Goals (MDGs) yang ditetapkan sebesar 68% pada 2015,” katanya kepada wartawan di Jakarta, kemarin.

Dia mengakui untuk bisa menggunakan akses perbankan PDAM perlu  disehatkan dulu. Kalau sudah sehat bisa pinjam uang ke bank-bank pemerintah dengan bunga murah dan dijamin oleh pemerintah pusat.

Dari data  yang terdapat di  Dirjen Cipta Karya Kementerian PU, hingga awal tahun ini terdapat 175 PDAM yang masih menunggak utang senilai Rp 4,3 triliun. Kendati demikian sampai saat ini  masih ada  72 PDAM yang belum mengajukan permintaaan untuk merestrukrisasi utangnya.

Padahal, PDAM bisa mendapatkan insentif dalam pembiayaan investasinya. Insentif tersebut diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) no. 29/2009. Dalam Perpres ini, pemerintah dapat memberikan jaminan atas pembayaran kembali kredit investasi PDAM kepada bank dan subsidi atas bunga yang dikenakan oleh bank. (lasman)

 

Kemenkop Jaring 14.275 Proposal Bisnis Usaha

Jakarta, hariandialog.com- Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) sukses menjaring 14.275 proposal rencana bisnis calon wirausaha hanya dalam waktu kurang dari tiga bulan. Kegiatan ini merupakan bagian dari gelaran "Kompetisi Business Plan" menyambut peringatan tahun ketiga Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN).

 

Page 105 of 113

PILIHAN REDAKSI

PWI Selenggarakan Anugerah Jurnalistik Adinegoro
PWI Selenggarakan Anugerah Jurnalistik Adinegoro Jakarta, hariandialog.com - 28-11-2017 – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat kembali menyelenggarakan Anugerah Jurnalistik?Adinegoro yang...
Zacky “ Bangun Daerah Pemerintah dan Pers Harus Sinergi”
Zacky “ Bangun Daerah Pemerintah dan Pers Harus...

Bengkulu, hariandialog.com – 18-11-2017 - Ketua PWI Provinsi Bengkulu...

SURAT KABAR DIALOG

KESEHATAN

Dinkes DKI Jakarta: Terbitkan Sanksi Bu…

Jakarta, hariandialog.com - 25-09-2017 - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI ...

Safari KB untuk Menekan Angka Kelahiran

Safari KB untuk Menekan Angka Kelahiran

Tangerang, hariandialog.com - 11-9-17 - PBMKB Kota Tangerang bekerja...

TEKNOLOGI

Terapkan E-learning:    Pemprov Bali Jajaki Kerjasama Penyedia Jasa Aplikasi Quipper Indonesia
Terapkan E-learning: Pemprov Bali Jajaki... Denpasar, hariandialog.com - 4-12-2017 - Dalam rangka penerapan e-learning bidang pendidikan, Pemrov. Bali menjajaki kemungkinan  bekerjasama...
SMK Pancasila Purwodadi Ciptakan Sumber Energi Alternatif
SMK Pancasila Purwodadi Ciptakan Sumber Energi...

Grobogan,hariandialog.com – 18-9-2017 - SMK Pancasila Purwodadi yang...

KANTOR PUSAT :
Jl Binawarga No 4 Kalibata, Jakarta Selatan 12750 Telp. (021) 79193461, 92296596; Fax. (021) 7946448
Email: dialog_indonesia@yahoo.com - http://www.hariandialog.com

PERWAKILAN :
• Tanggerang • Serang • Banten • Bekasi • Kerawang • Cibinong • Bogor -Cianjur- Sukabumi • Bandung• Garut • Tasikmalaya•Sumedang• Purwakarta • Cirebon • Majalengka • Indramayu • Semarang • Surabaya • Sidoarjo • Bali • Bima • Bandar Lampung • Lampung Selatan • Lampung Utara • Lampung Barat • Tanggamus • Bangka • Bangka Barat • Pangkal Pinang • Belitung • Jambi• Sumsel • Bengkulu• Lubuk Linggau • Lingga • Batam• Tanjung Pinang • Karimun«Pekan Baru • Padang • Medan • Kabanjahe«Tanahkaro • Deliserdang«Serdang Bedagal• Binjal -Langkat «Labuan Batu •Sibolga-Pematang Slantar»Tarutung.Barus« Makasar-Sulbar-Mamuju •Bolmong«Sorong Papua Barat • P. Sidempuan • Nias • Bengkulu • Tembilahan