Ekonomi & Bisnis

UMKM Harus Siap Hadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015

Jakarta, hariandialog.com-Jelang diberlakuknnya Asean Ekonomic Community(AEC) atau Masyarakat Ekonomi Asean(MEA) pada  tahun 2015 mendatang, mendorong para Usaha Mikro Kecil dan Menengah(UMKM) di Tanah Air untuk siap  menghadapi tantangan  persaingan pasar bersama tersebut.

Salah satu  tantangan yang dihadapi UMKM dalam MEA 2015,  adalah bagaimana  meningkatkan persaingan produk-produk UMKM agar bia bersaing dengan  negara ASEAN lainnya.

Hal tersebut dikatakan bendahara umum Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta, Angelina Yuri dalam jumpa pers jelang Seminar Sehari Strategi Peluang &Tantangan Bagi UMKM  Dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 di  Jakarta, Rabu  pecan lalu.

Menurutnya menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015,  tidak ada pilihan lain kecuali kita semua harus siap bersaing dengan produk-produk negara-negara ASEAN lainnyua. Guna menyikapinya kalangan UMKM perlu menjaga dan meningkatkan daya saing sebagai industri kreatif dan inovatif.

Selain itu UMKM diharapkan dapat meningkatkan standar, desain dan kualitas produknya. Dimana kualitas produknya diharapkan juga sesuai ketentuan ASEAN serta di versivikasi output dan stabilitas pendapatan usaha mikro.

Karenanya dia mengharapkan peran Pemrintah Pusat maupun Pemrintah Provinsi DKI Jakarta untuk lebih meningkatkan daya saing para UMKM yang ada, dengan berbagai program yang telah dan akan dijalankan.

Saat ini negara-negara ASEAN melihat arti penting UMKM sebagai  salah satu pilar perekonomian mereka. Karena sekitar 96% perusahaan di negara-negara ASEAN adalah berstatus UMKM. Selain itu 50% - 80% tenaga kerja yang terserap dari UMKM dan menyumbang ke Produk Domestik Bruto(PDB) antara 30% - 53%.

Berdasarkan data Kemenkop UKM pada tahun 2011 jumlah UMKM meningkat menjadi 55,2 juta. 7,39% lebih tinggi dari usaha besar yang hanya 6,49%.Sedangkan jumlah tenaga kerja UMKM  101,7 juta orang  berbeda jauh dari usaha besar yang hanya 2,89 juta orang.

Indonesia mempunyai kekuatan ekonomi yang pertumbuhannya tertinggi di dunia yaitu 4,5% setelah RRC dan India. Ini akan menjadi modal yang penting untuk mempersiapkan langkah menuju MEA 2015.Adas tiga indikator untuk meraba posisi Indonesia dalam AEC 2015, pertama pangsa ekspor Indonesia ke negara – negara  asean cukup besar berkisar 13,9% dari total ekspor.

Terkait hal tersebut, peran pemerintah diharapkan lebih aktif lagi.  pemerintah diharapkan berbenah diri jika tidak ingin menjadi sekedar pelengkap di AEC 2015. Untuk itulah komponen –komponen bangsa yaitu. HIPMI Jaya, HIPPI Jakarta dan IWAPI Jakarta  menyadari bahwa UMKM memiliki  peranan yang sangat besar  terhadap  pertumbuhan ekonomi nasional.

Hal itu pulalah yang mendorong mereka mendukung pemerintah dalam rangka persiapan menghadapi MEA 2015 mendatang., HIPMI Jaya, HIPPI dan IWAPI DKI Jakarta, berencana  menggelar  seminar sehari dengan tema”Strategi, Peluang, dan Tantangan UMKM dalam Memasuki Masyarakat Ekonomi Asean Tahun 2015 “.

Kegiatan ini akan di adakan di Gedung SMEsCo UKM, Jl Gatot Subroto Jakarta pada tanggal 29 Mai 2015 mendatang. Rencananya seminar ini akan dibuka oleh Menteri Koperasi dan UKM Syariefuddin Hasan.(rizal)

 

Bank Indonesia Borong Emas 933 Kg

JAKARTA, Bank Indonesia (BI) menyatakan telah melakukan pembelian emas sebanyak 30.000 troy ons atau setara 933 kilogram sehingga total simpanan logam mulia bank sentral menjadi 73,93 ton pada akhir 2012.

 

Tembus 5.145, Indeks Ukir Rekor Lagi

Jakarta - Tingginya animo beli investor kembali mendorong indeks untuk memperbaharui rekor tertingginya hari ini. Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia hari ini kembali meroket 67,01 poin (1,32 persen) ke level 5.145,68. Indeks terus mengukir rekor terbaru di tengah bervariasinya sentimen regional.

 

Pengamanan SPBU, Enam Jam Sebelum BBM Naik

Bandung - Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Inspektur Jenderal Tubagus Anis Angkawijaya mengatakan, pengamanan SPBU akan dilakukan enam jam sebelum pemberlakukan harga baru Bahan Bakar Minyak. "Ini untuk mengantisipasi gejolak," katanya di Bandung, Jumat, 17 Mei 2013.

 

Lembaga Pengawas KSP Beroperasi 2014

Jakarta, hariandialog.com- Pemerintah menargetkan pembentukan lembaga pengawas Koperasi Simpan Pinjam (KSP) dapat terealisasi pada 2014 mendatang. Lembaga ini berfungsi untuk melakukan kontrol terhadap alur keuangan koperasi agar tidak disalahgunakan.

 

Page 123 of 136

SURAT KABAR DIALOG

KESEHATAN

Pradi Supriatna Apresiasi Kegiatan Donor…

Depok, hariandialog.com - 13-07-2018 - Wakil Walikota Depok, Pradi Sup...

Kader Jumantik RW.04 Rawajati Rutin Gelar Kegiatan PSN

Kader Jumantik RW.04 Rawajati Rutin Gela…

Jakarta, hariandialog.com - 06-07-2018 - Di Pos Rw. 04 Kel Rawajati ...

TEKNOLOGI

Terpilih Sebagai Lokasi Survey EODB oleh World Bank    DPMPTSP Badung Belajar Pelayanan Publik di Ge
Terpilih Sebagai Lokasi Survey EODB oleh World... Denpasar, hariandialog.com- 9- 7 -2018 - Untuk  meningkatkan kualitas pelayanan publik di Indonesia, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan...

KANTOR PUSAT :
Jl Binawarga No 4 Kalibata, Jakarta Selatan 12750 Telp. (021) 79193461, 92296596; Fax. (021) 7946448
Email: dialog_indonesia@yahoo.com - http://www.hariandialog.com

PERWAKILAN :
• Tanggerang • Serang • Banten • Bekasi • Kerawang • Cibinong • Bogor -Cianjur- Sukabumi • Bandung• Garut • Tasikmalaya•Sumedang• Purwakarta • Cirebon • Majalengka • Indramayu • Semarang • Surabaya • Sidoarjo • Bali • Bima • Bandar Lampung • Lampung Selatan • Lampung Utara • Lampung Barat • Tanggamus • Bangka • Bangka Barat • Pangkal Pinang • Belitung • Jambi• Sumsel • Bengkulu• Lubuk Linggau • Lingga • Batam• Tanjung Pinang • Karimun«Pekan Baru • Padang • Medan • Kabanjahe«Tanahkaro • Deliserdang«Serdang Bedagal• Binjal -Langkat «Labuan Batu •Sibolga-Pematang Slantar»Tarutung.Barus« Makasar-Sulbar-Mamuju •Bolmong«Sorong Papua Barat • P. Sidempuan • Nias • Bengkulu • Tembilahan