Ekonomi & Bisnis

Dana Perbaikan Jalan Rusak Akibat Banjir Rp 55 Miliar

Jakarta,hariandialog.com-Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum mengestimasi kebutuhan dana perbaikan tanggap darurat jalan pasca banjir pekan lalu sebesar Rp 55 miliar di jalan nasional Jabodetabekjur. Dana tersebut diperlukan untuk penanganan berupa penutupan lubang, pelapisan setempat (overlay), pembersihan, dan perbaikan saluran samping trotoar.

Direktur Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum, Ir.Djoko Murjanto,kepada wartawan di Jakarta, kemarin menjelaskan banjir di kawasan Jabodetabekjur pada minggu lalu mengakibatkan kerusakan 106 kilometer jalan nasional." Dana perbaikan tanggap darurat sendiri belum teralokasi dalam  APBN 2013 dan akan segera diusulkan Ditjen Bina Marga kepada pemerintah. Penanganan darurat senilai Rp 11,1 miliar juga perlu dilakukan pada jalan nasional di Banten yang rusak akibat banjir,"katanya.

Dikatakannya lagi, setelah selesainya perbaikan tanggap darurat, jalan juga memerlukan perbaikan permanen. Perbaikan permanen jalan kawasan Jabodetabekjur dan Banten masing-masing memerlukan Rp 90 miliar dan Rp 39 miliar.Beberapa jalan nasional yang mengalami kerusakan antara lain Jalan TB.Simatupang, Jalan Raya Bogor, jalan Trans Yogi dan Jalan Mayjen Sutoyo. Sementara di Banten, jalan nasional yang rusak akibat banjir terdapat di ruas Pandeglang-Saketi, Pandeglang-Rangkasbitung, dan Serang-Pandeglang.Selain di Jabodetabekjur dan Banten, kerusakan jalan nasional akibat banjir juga terjadi pada ruas Karawang-Cikampek-Pamanukan.

Kronologis kerusakan jalan tersebut dimulai ketika Jumat (18/1/2013) malam terjadi genangan air setinggi 50-60 cm yang diakibatkan melupanya Sungai Ciasem.Kejadian tersebut menimbulkan kemacetan panjang pada arah Jakarta maupun Cirebon.Selain karena meluapnya Sungai Ciasem, banjir juga berasal dari air Bendungan Jatiluhur yang merupakan salah satu hulu Sungai Ciasem tidak mampu lagi menampung debit air yang sangat tinggi.(lasman)

 

 

 

Meneropong Politik Indonesia 2014, Melawan Mainstream Demokrasi Modal

Jakarta hariandialog.com -  Modal dan korporasi besar lokal dan internasional semakin menancapkan kukunya dalam sistem ekonomi dan politik. Membuat terjerambab ke ekonomi politik global kata Ridwan Darmawanwakil ketua Indonesia Humanright Comunity Social justice / IHCS (22/01/13) 2014 akan banyak pemodal lokal dan asing yang mengcover Partai Politik.

Mereka mengacak-acak aturan dan UU yang tidak sesuai dengan konstitusi.

Indonesia akan hanya jadi pasar kapitalisem dunia. Bukan person caleg dan capresnya. Tetapi pemodalnya.

Kalau tidak ada perubahan mentalitas para kontenstan yang menghamba pada asing dan kapitalisme. Pemilu 2014 hanya akan melegalisasi kembali kekuasaan modal terus berlangsung. Rakyat hanya akan jadi sapi perah.

BP Migas, membubarkan dan membentuk SKK Migas. RSBI juga sama. Penanaman Modal soal luasan tanah yang bisa disewakan 100 tahun lebih.Implementasinya tetap berlaku. Ini akibat pemimpin dari pusat dan daerah yang mentalnya buruk. Koreksi total politik internasional dalam perekonomian global kita. Kontrak karya, perjanjian perdagangan dll. Sejak Orde Baru masih berlangsung. Baru sistem politik, belum ada koreksi sistem ekonomi.

Kalau tak ada tekanan, maka 2014 tidak lebih hanya seremonial. Bukan demokrasi substansif untuk kedaulatan bangsa dan negara. Semua sudah dikuasai asing, perbankan, tambang, tanah, hutan, migas dan kelautan mulai banyak investor asing yang diberi hak pemanfaatan pesisir ujarnya. Sedangkan pandangan dari

Masinton Pasaribu ketua Repdem, Politik tanpa idiologi gak ada landasan seperti zombie, jalan sekenanya dan tidak tahu tujuan dan apa yang diperjuangkannya. Ya hanya membangun kepentingannya sendiri. 2014 tidak akan jauh beda dengan yang dulu. Politik hanya akan jadi reality show. Tak akan jadi inspirasi publik. Ide-idenya kosong. Mempercanggih sistem orde baru katanya. Meneruskan KKN aktor lama masih bercokol. Modifikasi korupsi. Partai tidak membuat korupsi dijadikan musuh. Biaya politik besar maka akan dikuasai pemilik modal. Ini jadi kegelisahan aktivis. Disertasi Pramono anung menyebutkan 300 juta sampai 10 M. Bisa kebayang bagiamana wajah DPR kita ke depan dengan biaya besar tersebut lanjut Masinton terus kritisi partai politik. Kalau apriori, ya bandit-bandit yang akan mengatur kita. (antok)

 

Hasil Peninjauan Gubernur BI: Pasar Induk Tuntungan Stategis Kendalikan Inflasi

Medan,hariandialog.com- Gubernur  Bank Indonesia Darmin Nasution menilai  pembangunan Pasar Induk Tuntungan di Jalan Bunga Turi Kelurahan Lau Cih, Kecamatan Medan Tuntungan merupakan upaya yang sangat strategis baik itu dilihat dari  kepentingan untuk  pengembangan kota maupun kepentingan masyarakat. Selain itu kehadiran pasar induk terbesar di Pulau Sumatera ini juga diyakini akan mampu mengendalikan inflasi.

“Pembangunan pasar induk  yang dilakukan Pemko Medan ini merupakan upaya yang sangat strategis sekali. Itu bisa dilihat dari segi kepentingan pengembangan kota maupun kepentingan masyarakat,” puji Darmin  ketika meninjau Pasar Induk Tuntungan bersama sejumlah pejabat BI lainnya didampingi Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap, Wakil Wali Kota Drs H Dzulmi Eldin MSi, Sekda Ir Syaiful Bahri, Ketua DPRD Medan Amiuddin, beberapa pimpinan SKPD di lingkungan Pemko Medan, Jumat (18/1).

Menurut Darmin, pengembangan kotanya berarti  truk-truk yang membawa sayur maupun buah tidak perlu masuk kota lagi, mereka langsung masuk pasar induk. Sebaliknya para pedagang dari Kota Medan datang berbelanja ke pasar induk sehingga proses sortir menyortir maupun memilih sayur dan buah berlangsung di sana.

“Dengan demikian, sebagian besar sampah akan tinggal di pasar induk. Itu saja sudah merupakan satu yang penting.  Apalagi bagi para petani maupun pedagang pengumpul dari daerah Brastagi maupun Tanah Karo, mereka tentunya telah memiliki satu tujuan yang mudah tanpa harus masuk kota dan memilih banyak pedagang untuk menjual sayur maupun buah. Pilihan itu sangat penting sekali  supaya ada perbaikan harga yang diperoleh,” ungkapnya.

Itu sebabnya, lanjut Darmin, setiap kota yang modern sebenarnya sangat memerlukan fasilitas pasar induk seperti ini. Karena itulah dia menilai pasar induk merupakan satu upaya yang sangat strategis. Apalagi nanti  jika kemudian dikombinasikan dengan sistem pembayaran yang lebih elektronik sehingga menghasilkan dampak  lebih baik lagi.

Darmin selanjutnya menjelaskan, pasar induk  juga menciptakan efisiensi dalam distribusi sayuran maupun buah-buahan. Atas dasar itulah dia mengaku tertarik untuk melihat langsung pasar induk yang  pembangunannya kini dalam tahap finishing. “Dengan efisiensi yang terjadi akan membantu mengendalikan inflasi,” jelasnya.

Kemudian disinggung apa dukungan yang dilakukan perbankan, terutama BI terhadap Pasar Induk Tuntungan, Darmin menjelaskan bak itu tak ubahnya seperti semut. Artinya, dimana ada gula dia pasti datang. Sedangkan pasar induk ini  bisa dikategorikan madu lagi. Karenanya, tanpa diminta pun perbankan pasti datang. “Jadi gak usah khawatir, bank pasti datang,”  paparnya.

Darmin berharap Pasar Induk Tuntungan nantinya dikelola seperti pasar-pasar di Negara lain. Salah satunya India, meski berada di kawasan pedalaman dan hanya memiliki bangunan dengan lokasi terbuka namun sangat diminati. Sebab, dalam bangunan itu memiliki kios-kios yang menjual hasil kerajinan tangan. Seluruh padagang disana berani menawarkan kepada para pembeli untuk mengirimkan barang yang dibeli kemana saja. Itu terjadi karena di tempat itu ada pekerja yang tugasnya mengepak barang yang baru dibeli dan langsung mengirimnya.

Penjelasan Gubernur BI itu membuat Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM   semakin optimis.  Untuk jangka panjangnya, dia yakin Pasar Induk Tuntungan menjadi salah satu pusat perekonomian yang sangat strategis di Kota Medan sehingga  semua pihak akan datang untuk menjual jasa,  termasuk perbankan dan  pegadaian. Malah Wali Kota mengaku pihak Bulog pun sudah minta tempat..(marlan)

 

 

Lima Ruas Jalan Tol Dioperasikan Tahun 2013

Jakarta,hariandialog.com-PT.Jasa Marga (Persero) Tbk memproyeksikan pendapatan usaha pada 2012 sebesar Rp 5,5 triliun. Di mana pendapatan usaha tersebut berpotensi meningkat 14,5 % dibandingkan pendapatan pada 2011 sebesar Rp 4,9 triliun.Sedangkan untuk tahun 2013 ditargetkan sebesar Rp 6,5 triliun.

 

Kemenkop UKM Targetkan 200 Ribu Koperasi Pada 2013

Jakarta, hariandialog.com-Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM)  mentargetkan  pada tahun 2013  jumlah koperasi di tanah air mencapai 200.000 unit, sehingga diharapkan mampu meningkatkan penyerapan tenaga kerja di bidang koperasi sekaligus menurunkan angka kemiskinan di Indonesia.

 

Page 126 of 132

PILIHAN REDAKSI

SURAT KABAR DIALOG

KESEHATAN

Pradi Supriatna Apresiasi Kegiatan Donor…

Depok, hariandialog.com - 13-07-2018 - Wakil Walikota Depok, Pradi Sup...

Kader Jumantik RW.04 Rawajati Rutin Gelar Kegiatan PSN

Kader Jumantik RW.04 Rawajati Rutin Gela…

Jakarta, hariandialog.com - 06-07-2018 - Di Pos Rw. 04 Kel Rawajati ...

TEKNOLOGI

Terpilih Sebagai Lokasi Survey EODB oleh World Bank    DPMPTSP Badung Belajar Pelayanan Publik di Ge
Terpilih Sebagai Lokasi Survey EODB oleh World... Denpasar, hariandialog.com- 9- 7 -2018 - Untuk  meningkatkan kualitas pelayanan publik di Indonesia, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan...

KANTOR PUSAT :
Jl Binawarga No 4 Kalibata, Jakarta Selatan 12750 Telp. (021) 79193461, 92296596; Fax. (021) 7946448
Email: dialog_indonesia@yahoo.com - http://www.hariandialog.com

PERWAKILAN :
• Tanggerang • Serang • Banten • Bekasi • Kerawang • Cibinong • Bogor -Cianjur- Sukabumi • Bandung• Garut • Tasikmalaya•Sumedang• Purwakarta • Cirebon • Majalengka • Indramayu • Semarang • Surabaya • Sidoarjo • Bali • Bima • Bandar Lampung • Lampung Selatan • Lampung Utara • Lampung Barat • Tanggamus • Bangka • Bangka Barat • Pangkal Pinang • Belitung • Jambi• Sumsel • Bengkulu• Lubuk Linggau • Lingga • Batam• Tanjung Pinang • Karimun«Pekan Baru • Padang • Medan • Kabanjahe«Tanahkaro • Deliserdang«Serdang Bedagal• Binjal -Langkat «Labuan Batu •Sibolga-Pematang Slantar»Tarutung.Barus« Makasar-Sulbar-Mamuju •Bolmong«Sorong Papua Barat • P. Sidempuan • Nias • Bengkulu • Tembilahan