Ekonomi & Bisnis

Dispenda Medan Launching 4 Mobil Sosialisasi Pajak

Medan,hariandialog.com-Dalam rangka meningkatkan pelayanan dan sosialisasi ke masyarakat, Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Medan melaunching empat mobil yang akan berkeliling memberikan informasi tentang perpajakan kepada seluruh masyarakat. Dengan begitu diharapkan perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak dapat dimaksimalkan.

“Kita berupaya meningkatkan pelayanan dan sosialisasi ke masyarakat agar sadar untuk membayar pajak, makanya kita melaunching empat mobil yang akan berkeliling memberikan informasi ke masyarakat dan mobil itu juga akan digunakan staf untuk melakukan penyuluhan pajak kepada masyarakat,” ujar Kepala Dinas Pendapatan Daerah Medan, M Husni, kepada wartawan, Rabu (20/3).

Husni menyebutkan, dengan meluncurkan mobil pajak keliling ini maka secara perlahan-lahan pihaknya mengimbau masyarakat untuk membayar pajak. “Kita berupaya menyentuh emosional wajib pajak agar mereka dapat taat pajak. Kalau untuk mobil online pajak saat ini sedang kita siapkan, ada mobil L300 yang sedang kita rombak. Kalau empat mobil ini hanya untuk sosialisasi pajak,” jelas Husni.

Begitupun,  stan Dispenda yang berada di MTQN ke-46 kota Medan yakni di Lapangan Cadika, Medan Johor pihaknya menyiapkan pembayaran PBB online, bekerjasama dengan Bank Sumut. “Kalau yang di stan MTQN, kita memang menyediakan pembayaran PBB online, dan bagi masyarakat yang membayar pajak PBB langsung di lokasi akan kita berikan door prize dengan hadiah berupa handphone,” kata mantan Kabang Aset dan Perlengkapan Kota Medan ini.

Untuk target sendiri, Husni mengatakan peluncuran mobil sosialisasi pajak ini merupakan satu upaya untuk meningkatkan PAD sekaligus mengimbau masyarakat. “Kita berupaya berbuat maksimal, menggugah masyarakat. Kalau untuk PBB memang tahun ini kan ada peningkatkan target, makanya kita upayakan untuk memaksimalkan agar cepat membayar. Selama ini kan masyarakat ada perasaan belum membayar karena belum memasuki waktu jatuh tempo, makanya kita maksimalkan agar cepat membayar dengan mensosialisasikan pemahaman masyarakat tentang pajak,” terang Husni.

Husni mengatakan, untuk wajib pajak PBB di Medan terdapat sebanyak 500 ribu dan tahun lalu realisasi pajak sebesar 50 persen, sementara tahun ini target pajak PBB naik, makanya diharapkan dengan meluncurkan mobil ini wajib pajak dapat semakin sadar untuk membayar pajak.

Wali Kota Medan, Rahudman Harahap yang langsung meninjau peluncuran mobil sosialisasi pajak tersebut di Lapangan Cadika, Medan Johor mengatakan, peluncuran mobil ini merupakan terobosan baru yang dilakukan oleh Kadispenda. “Kita berharap mobil sosialisasi pajak ini dapat memotivasi bagi wajib pajak untuk membayar pajaknya. Dan tahun ini PAD dari sektor pajak harus meningkat. Jadi Kadispenda harus bekerja maksimal,” jelas Rahudman. (emmar)

 

PU Bangun Delapan Waduk Dukung Ketahanan Pangan

Jakarta,hariandialog.com-Kementerian Pekerjaan Umum cq Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA)  sejak tahun 2009-2014 membangun delapan waduk (dari total 21 waduk-red) guna mendukung ketahanan pangan, air baku, air minum, listrik, dan pengendalian banjir.Delapan waduk siap diresmikan itu yaitu Waduk/Bendung Jati Gede (Sumedang,Jabar), Jati Barang (Semarang, Jawa Tengah), Titab (Bali), Pandan Duri (NTB), Marangkayo (Kaltim), Bajulmati (Situbondo,Jatim), Rajui (Aceh), dan Gonggang (Madium, Jatim).

Demikian dikatakan Ir.Danis H Sumadilaga, Kepala Pusat Komunikasi Publik, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), dalam bincang-bincang dengan wartawan di Jakarta, Kamis siang (21/3/2013)."Sedangkan dalam proses pembangunan yaitu Waduk Kreureuto ,Aceh, Lausimeme ,Medan, Kuningan, Jabar,Diponegoro Semarang, Jawa Tengah, Pidekso, Wonogiri, Gondang Karanganyar Gongseng Bojonegoro,Tukul, Pacitan, Tugu Trenggalek, Tritip, Balikpapan, Lokal Bolaang Mongondow Sulut, Karaloloe, Gowa, Sulsel, dan Waduk TanjuMila di Dompu, NTB."Total anggaran delapan waduk dan tiga belas waduk tersebut capai puluhan triliun rupiah,"katanya.

Dikatakannya lagi, program lima tahun (2009-2014) PU menyiapkan 21 waduk dengan kapasitas 1 Miliar M3. Namun, tidak semua bisa selesai karena sebagian dalam tahap pengerjaan."Ditjen SDA punya empat program pengembangan dan pengelolaan irigasi serta rawa. Khusus irigasi dari 7,3 juta akan ditingkatkan menjdi 7,4 juta pada 2014,"ujarnya. (lasman)

 

175 PDAM Masih Miliki Utang Rp 4,6 Triliun

Jakarta,hariandialog.com-Kepala Badan Pendukung Sistem Pengembangan Air Minum (BPSPAM) Kementerian PU Ir.Muhammad Rahmat Karnadi,MT mengatakan sampai saat ini sebanyak 175 PDAM masih memiliki utang senilai Rp4,6 triliun yang ditumpuk dari 1990-an.“Penumpukan utang tersebut antara lain akibat kurang adanya kepastian soal kenaikan tarif,” katanya kepada wartawan di Jakarta, kemarin.

Memang mereka berutang itu bukan untuk sia-sia. Sekarang ini air bisa mengalir  karena ada pembangunan infrastruktur jaringan perpipaan. Namun, karena dalam operasionalnya tidak berdasarkan pertimbangan  bisnis akhirnya mereka tenggelam dalam utang.PDAM yang berutang tersebut tidak pernah melakukan peninjauan  tarif  sesuai dengan besaran pinjaman. Akibatnya, dana yang masuk tidak pernah mencukupi untuk membayar utang.

Ir.M.Rachmat Karnadi,MT menyatakan, andai saja PDAM yang memiliki utang tersebut melakukan penyesuaian tarif secara berkala seperti jalan tol yakni tiap 2 tahun sekali, maka masalah utang pasti bukan kendala. Sayangnya saat ini tidak jarang soal tarif ini tidak jarang dijadikan alat politik oleh kepala daerah.

Karena itu dia menilai sudah saatnya peran  Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dioperasikan berdasarkan prinsip   bisnis  tidak hanya sebatas institusi sosial. Sebab untuk dapat menyalurkan air ke masyarakat, PDAM butuh investasi yang besar guna menyediakan infrastruktur yang dibutuhkan.

"Untuk menyeimbangkan antara pengeluaran dan pendapatan tentu diperlukan rencana bisnis yang bisa menghasilkan," katanya. Tidak seperti sekarang ini, akibat  kenaikan tarif yang tidak pasti akhirnya pelayanan terhadap konsumen menjadi kurang maksimal. (lasman)

 

Ditjen Perhubungan Udara Kerjasama dengan Australia Selenggarakan SEASAW

Jakarta,hariandialog.Com-Direktorat Jenderal  (Ditjen)Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, bekerjasama dengan Australia Office of Transport Security (OTS) akan menyelenggarakan South East Asia Security Awareness Workshop (SEASAW) pada 18-22 Maret 2013 di Bali.Workshop dengan tema "Building and Airport Security, Implementing a Suspicious Behavior Reporting Regime, Within a South East Asia Airport Community" diselenggarakan dalam rangka pengembangan budaya waspada terhadap keamanan bandar udara di kawasan Asia Tenggara.
Worshop yang dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara ini diikuti oleh sejumlah regulator dan penyelenggara Bandar Udara di negara-negara di wilayah Asia Tenggara yaitu Thailand, Indonesia, Singapura, Filipina, Malaysia, Vietnam, dan Timor Leste.
Australia, Indonesia, dan Singapura akan mempresentasikan studi kasus serta program yang telah dilakukan terkait dengan kewaspadaan terhadap kegiatan yang mencurigakan (suspicious activities). Indonesia pada kesempatan ini akan mempresentasikan implementasi kewaspadaan terhadap kegiatan yang mencurigakan (suspicious activities) di Bandar Udara Ngurah-Rai, Bali.
Peserta/delegasi pada workshop ini akan saling berbagi pengalaman serta pembelajaran dari topik yang akan dibahas dalam kegiatan ini, serta bagaimana kegiatan ini akan membantu peserta/delegasi dalam mengembangkan budaya kewaspadaan keamanan penerbangan di Bandar Udara masing-masing. Di samping itu, peserta juga akan diajak untuk melakukan kunjungan ke bandara guna melihat kegiatan yang sesungguhnya di bidang security.
Diharapkan agar output dari workshop ini akan dijadikan sebagai bahan masukan bagi Internasional Civil Aviation Organization (ICAO) dlam bentuk workbook dalam pembahasan panel aviation security ICAO. (lasman)

 

Pajak Kekuatan Utama Dalam Prekonomian

Medan,hariandialog.com - Pajak merupakan kekuatan utama dalam prekonomian sekaligus sebagai sumber daya utama dalam pembangunan daerah, oleh karena itu penguatan kapasitas aparatur terutama dalam memahami perundang-undangan pajak daerah  sangat penting bagi aparat perpajakan, pengetahuan perundang-undangan tentang pajak daerah merupakan factor yang sangat penting dalam rangka lebih mengenali potensi daerah, guna meningkatkan pendapatan daerah dari sektor perpajakan.

Hal ini dikatakan Walikota Medan Drs H Rahudma Harahap MM dalam sambutannya pada acara bimbingan teknis pengetahuan peraturan perundang-undangan tentang pajak daerah dilingkungan Dinas Pendapatan Kota Medan dalam rangka mewujudkan aparatur pelayanan pajak yang santun dan professional, Rabu (13/3) di Hotel Garuda Plaza Medan.

Dikatakannya, sebagai pelayan masyarakat kita semua diharapkandapat membekali diri dengan pengetahuan yang memadai khususunya terkait dengan potensi pajak daerah, identifikasi terhadap potensi ekonomi kota yang dapat memberikan nilai tambah terhadap pembangunan kota, harus dapat dipetakan dengan detail dan akurat, untuk itulah setiap wilayah pajak harus digali dengan kreatif, inovatif dan tentunya dengan semangat kota modern yang hijau, berdaya saing, nyaman, peduli dan sejahtera.

“ Bimbingan teknis pengetahuan peraturan perundang-undangan tentang pajak daerah ini merupakan sarana untuk menyebar luaskan informasi perpajakan, sehingga dapat dipahami dan kemudian diterapkan secara efektif, konseisten dan tidak diskriminatif, “ ujar Rahudman.

Menurutnya, sebagai regulator, fasilitatot, dinimisator dan stimulan prekonomian daerah, pemerintah Kota Medan juga menyelenggarakan program-program intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan daerah, guna menggali sumber-sumber pendapatan daerah lebih optimal, tujuannya adalah untuk dapat membiayai secara memadai kebutuhan belanja daerah dalam rangka pelayanan umum.

Ditambahkan, bimbingan teknis ini diberikan agar setiap petugas Dinas Pendapatan Kota Medan memahami, menguasai peraturan dan perundang-undangan tentang pajak, dan retribusi,  harus mampu menunjukkan bahwa mereka adala pelayan, memberikan pemahaman kepada masyarakat, mereka harus mampu berkoordinasi dengan baik untuk melaksanakan eksistensifikasi dan intensifikasi dilapangan, yang tiga hal ini perlu  dikuasai, bila ini sudah dikuasai, kedepan realisasi menerimaan akan lebih baik dari tahun sebelumnya.

Lebih lanjut dikatakannya, melihat  dari potensi yang sudah ada sekarang ini masih ada potensi pendapatan lain dapat digali, yakni dari potensi  pajak dan retribusi,  karena ini belum efektif,  termasuk  Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) misalanya komplek perumahan yang dulunya tanah kosong, sekarang sudah berdiri bangunan, ini yang bisa meninggkatakan penerimaan.

Sebelumnya Kepala Dinas Pendapatan Kota Medan Muhammad Husni SE MSi melaporkan, kegiatan ini berlangsung selama tiga hari dimulai 13 sampai16 Maret 2013 di Hotel Garuda Plaza Medan, dengan peserta sebanyak 400 orang terdiri dari pejabat Dispenda dan pegawai out sourching, dengan tujuan untuk meningkatkan penerimaan sumber pendapatan daerah, terciptanya pelayan pajak yang bersih dan santun serta dengan bintek ini dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna mensejahterakan masyarakat, ada sembilan pajak yang dibahas yakni, pajak air tanah, sarang burung wallet, Hotel, Rretoran, Hiburan, Parkir, PBB,  dan PBHTB.

Dikatakannya, target Kota Medan untuk PAD 2013 ini adalah Rp 1,2 T, target ini menjadi obsesi untuk dicapai, namun ada keinginan yang lebih besar lagi dimana dalam rangka mendukung pembangunan Kota, yakni melihat potensi yang ada untuk meningkatkan target tersebut menjadi Rp 1,7 T, hal ini kita setuju bila melihat potensi unggulan  seperti PBB dan PBHTB, dari sector  PBB masih banyak kawasan perumahan yang harus diverifikasi ulang untuk mendapat data maksimal, karena banyak perubahan yang dulunya tanah kososong sekarang sudah berdiri bangunan.

“ Inilah yang kita coba memaksimalkan upaya yang ada, untuk itu hari ini kita melakukan upaya pembinaan SDM  aparatur yang ada termasuk di UPT untuk mengerti dan mempelajari aturan perpajakan yang ada sehingga dalam menjalankan aktifitas dilapangan mereka lebih menguasai dan memberikan makna bagi pelayanan optimal kepada masyarakat, “ ujar Husni. (marlan)

 

 

Page 130 of 139

PILIHAN REDAKSI

Wisata Perahu Cara Menikmati Pantai Ancol
Wisata Perahu Cara Menikmati Pantai Ancol Jakarta, hariandialog.com - Didirikan pada tahun 1966, Taman Impian Jaya Ancol dibangun dengan tujuan untuk menjadi kawasan wisata terpadu dan...

SURAT KABAR DIALOG

KESEHATAN

Pradi Supriatna Apresiasi Kegiatan Donor…

Depok, hariandialog.com - 13-07-2018 - Wakil Walikota Depok, Pradi Sup...

Kader Jumantik RW.04 Rawajati Rutin Gelar Kegiatan PSN

Kader Jumantik RW.04 Rawajati Rutin Gela…

Jakarta, hariandialog.com - 06-07-2018 - Di Pos Rw. 04 Kel Rawajati ...

TEKNOLOGI

Terpilih Sebagai Lokasi Survey EODB oleh World Bank    DPMPTSP Badung Belajar Pelayanan Publik di Ge
Terpilih Sebagai Lokasi Survey EODB oleh World... Denpasar, hariandialog.com- 9- 7 -2018 - Untuk  meningkatkan kualitas pelayanan publik di Indonesia, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan...

KANTOR PUSAT :
Jl Binawarga No 4 Kalibata, Jakarta Selatan 12750 Telp. (021) 79193461, 92296596; Fax. (021) 7946448
Email: dialog_indonesia@yahoo.com - http://www.hariandialog.com

PERWAKILAN :
• Tanggerang • Serang • Banten • Bekasi • Kerawang • Cibinong • Bogor -Cianjur- Sukabumi • Bandung• Garut • Tasikmalaya•Sumedang• Purwakarta • Cirebon • Majalengka • Indramayu • Semarang • Surabaya • Sidoarjo • Bali • Bima • Bandar Lampung • Lampung Selatan • Lampung Utara • Lampung Barat • Tanggamus • Bangka • Bangka Barat • Pangkal Pinang • Belitung • Jambi• Sumsel • Bengkulu• Lubuk Linggau • Lingga • Batam• Tanjung Pinang • Karimun«Pekan Baru • Padang • Medan • Kabanjahe«Tanahkaro • Deliserdang«Serdang Bedagal• Binjal -Langkat «Labuan Batu •Sibolga-Pematang Slantar»Tarutung.Barus« Makasar-Sulbar-Mamuju •Bolmong«Sorong Papua Barat • P. Sidempuan • Nias • Bengkulu • Tembilahan