Ekonomi & Bisnis

Tarif 15 Ruas Jalan Tol Naik 2013

Jakarta,hariandialog.com-Tarif lima belas ruas jalan tol  akan naik pada 2013 mendatang. Besar kenaikan tarif  akan disesuaikan dengan inflasi yang terjadi  dimana ruas tol tersebut beroperasi.

“Kenaikan tarif  tersebut  merujuk pada pasal 48 Undang-Undang (UU) 38 Tahun 2004 tentang Jalan, serta Peraturan Pemerintah (PP) No.15 Tahun 2005 mengenai jalan tol, khususnya pasal 68 yang mengatur soal evaluasi dan penyesuaian tarif tol yang dilakukan setiap 2 tahun sekali dan disesuaikan dengan besarnya inflasi,” kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Ir. Achmad Gani Ghazali, di Jakarta, kemarin.

Menurut Ghani, tahun 2012  seharusnya ada enam ruas tol yang mengalami kenaikan tarif. Namun mengingat ada satu ruas yang belum memenuhi standard pelayanan minimum(SPM) sehingga  kenaikannya tertunda, yakni jalan tol Kanci_Pejagan.

Dengan demikian tahun 2012 ada lima ruas tol yang tarifnya dinaikan yakni  tol Waru-Juanda, tol Jakarta Outer Ring Road West (JORR) W1 Kebon Jeruk-Penjaringan, tol Sedyatmo atau tol Bandara Soekarno-Hatta, tol Surabaya-Gresik, dan tol Jakarta-Cikampek.

Kenaikan tarif ruas tol merupakan hal rutin yang dilakukan selama dua tahun sesuai UU No 38/2004 tentang Jalan dan PP No 15/2005 tentang Jalan Tol. Kenaikan tarif tol tersebut juga berdasarkan pada standar pelayanan minimum (SPM) yang harus dipenuhi oleh badan usaha jalan tol (BUJT).

Dengan kata lain jalan tol yang telah mengalami kenaikan pada tahun 2011 otomatis akan mengalami kenaikan lagi pada tahun 2013. Hal itu  diatur sejak awal pembangunan tol untuk menjamin investasi.

Beberapa SPM yang harus dipenuhi antara lain kelayakan kondisi jalan tol, kecepatan tempuh rata-rata, aksesibilitas, mobilitas, keselamatan, serta unit pertolongan/penyelamatan dan bantuan pelayanan. Besaran ukuran yang harus dicapai untuk masing-masing aspek dievaluasi secara berkala berdasarkan hasil pengawasan fungsi dan manfaat.

Adapun ruas tol yang akan naik pada 2013 mendatang adalah ruas Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi), Jakarta-Tangerang, Surabaya-Gempol,   Cikampek-Purwakarta-Padalarang, Dalam Kota Jakarta,  Padalarang-Cileunyi,  Belawan-Medan-Tanjung Morawa,  JORR (Ulujami-Cilincing), Palimanan-Kanci,  Semarang seksi A-C,  Serpong-Pondok Aren,  Ujung Pandang Tahap I dan II,  Ulujami-Pondok Aren,  serta ruas   Tangerang-Merak. Kenaikan tarif ruas tol tersebut  berkisar Rp500-Rp2.500. (lasman)

 

Proses Pengadaan Tanah Sering Tak Sesuai Jadwal Konstruksi

Jakarta,hariandialog.com-“Proses pengadaan tanah yang tidak dapat diselesaikan sesuai jadwal konstruksi. Selain itu proses pengadaan yang lebih panjang dari jadwal rencana, akibat adanya sanggahan yang memerlukan proses klarifikasi,” ujar Ir.Djoko Muryanto, Direktur Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), menjelaskan mengenai hambatan /kendala pelaksanaan pekerjaan pembangunan jalan dan jembatan tahun anggaran 2012.

Selain itu pelaksanaan loan yang masih mengalami kendala penyerapan (RRDP,WINRIP, dan loan China), adanya kinerja kontraktor yang masih rendah sehingga penyerapan pembayaran terlambat.”Penyelesaian dokumen anggaran/DIPA APBNP yang memerlukan waktu sekitar 4 bulan sejak APBNP ditetapkan 12 April 2012, dan masih adanya alokasi SAL yang diblokir,”katanya.

Ketika melakukan pemaparan pelaksanaan program 2012 dan prioritas program 2013 pada acara Media Gathering Ditjen Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum, di Surabaya, Jumat malam (9/11/2012), Ir.Djoko Muryanto mengatakan lagi strategi penanganan jalan tahun angggaran 2012 yaitu penanganan pada Lintas Utama (Lintas Timur Sumatera, Lintas Utara Jawa, Lintas Selatan Kalimantan, dan Lintas Barat Sulawesi).

Penanganan pada lintas lainnya (Lintas Tengah dan Barat Sumatera, Lintas Tengah dan Selatan Jawa, Lintas Tengah Kalimantan, Lintas Tengah dan Timur Sulawesi, Lintas Bali, NTB, NTT, Lintas Maluku dan Maluku Utara).Kemudian, dukungan terhadap percepatan Papua dan Papua Barat, percepatan Nusa Tenggara Timur, penanganan jalan nasional metropolitan, dukungan terhadap kawasan perbatasan, Lintas Selatan Jawa dan Pulau Terluar.

Sementara alokasi anggaran APBN perubahan tahun anggaran 2012  terdiri dari DIPA awal Rp 30.950,00 miliar, penghematan Rp 994,29 miliar, luncuran Rp 122,52 miliar, SAL Rp 9.612,25 miliar, optimalisasi Rp 480,50 miliar, total DIPA (APBN-P) Rp 40.170,97 miliar.

Dikatakan lagi oleh Dirjen Bina Marga Ir.Djoko Muryanto langkah-langkah percepatan pelaksanaan program tahun anggaran 2013 yaitu pengumuman pengadaan barang/jasa harus sudah dimulai paling lambat pada november 2012, dan penandatanganan kontrak paling lambat Maret 2012.”Selain itu mempersiapkan dokumen pengadaan agar pelaksanaan lelang dapat dilaksanakan pada November 2012.Serta menyiapkan pembentukan POKJA dan peningkatan kompetensi dan pemahaman terhadap peraturan pengadaan Perpres 70 2012,”kilahnya.

Kebijakan penyelenggaraan jalan tahun anggaran 2013 antara lain dukungan terhadap masterplan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia (MP3EI) pada 6 koridor ekonomi, pelaksanaan jalan yang berkeselamatan (safer road) melalui audit keselamatan jalan dan penanganan black spot, percepatan pembangunan jalan di Papua, Papua Barat, NTT dan kawasan perbatasan, serta meningkatan penggunaan material lokal seperti aspal buton, dan stabilisasi material lokal.”Penanganan jalan nasional untuk meningkatkan kemantapan dan konektifitas melalui preservasi baik penanganan rutin maupun berkala, peningkatan kapasitas melalui rekonstruksi dan pelebaran, serta pembangunan jalan dan jembatan.Memberlakukan exxtended warraty period untuk kontrak tahun tunggal atau masa pemeliharaan 2 tahun dan untuk kontrak tahun jamak atau masa pemeliharaan 3 tahun,”katanya. (lasman)

 

 

Proyek Tol Medan-Kualanamu Rp 1,3 Triliun Mulai Dibangun

Jakarta,hariandialog.com Pembangunan tol Medan-Kualanamu sepanjang 17,8 Kilometer (KM) mulai dibangun hari ini. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Ir.Djoko Kirmanto dan Pelaksana Tugas Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pudjo Nugroho melakukan groundbreaking secara simbolis dengan menekan sirene di Desa Penara, Kecamatan Batang Kuis, Medan, Sumut,kemarin.

Tol dengan biaya pembangunan senilai Rp 1,347 triliun tersebut direncanakan selesai dalam 900 hari. Hingga kini pembebasan lahan tol yang menghubungkan tol Medan-Belawan dengan Bandar Udara Kualanamu tersebut baru mencapai 53 persen.

Ir.Djoko Kirmanto dalam sambutannya, mengakui, perencanaan pelaksanaan groundbreaking ini dilakukan secara spontan setelah mendapatkan kabar dari Bappenas bahwa Individual Loan Agreement telah ditandatangani kemarin siang. Dirinya tidak mau membuang waktu lagi, mengingat pembangunan tol tersebut sudah telat dimulai.

"Kontrak pembangunan sebenarnya telah ditandatangani pada Desember 2011, saya harapkan awal tahun sudah bisa dimulai, kenyataannya baru bisa kita lakukan hari ini. Karena kita terlambat mulai saya tidak mau buang-buang waktu agar kita tidak telat selesai," imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri PU juga meminta kepada Plt Gubernur Sumut Gatot Pudjo Nugroho untuk turut membantu proses pembebasan lahan. Menurutnya, berdasarkan pengalaman bila gubernur turun langsung, maka pembebasan tanah akan berjalan lebih cepat. Gatot pun mengatakan akan berupaya keras untuk membantu proses pengadaan lahan tersebut.

Gatot menambahkan, terbangunnya tol ini memang sudah didambakan masyarakat Sumut. Mengingat Bandara Internasional Kualanamu yang akan segera beroperasi pada Maret 2013, sehingga keberadaan jalan penghubung baik tol maupun arteri merupakan suatu kebutuhan mendesak. Dengan adanya bandara tersebut beserta jalan penghubungnya, diharapkan pertumbuhan ekonomi Sumut dapat meningkat.

Sementara itu Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah  I Wijaya Seta mengatakan, tol tersebut akan terdiri dari empat lajur dengan dua arah, dengan masing-masing lebar lajur  3,6 meter. Seta menambahkan, tol Medan Kualanamu akan memiliki empat intercharge, empat underpass, tujuh topperpas dan tiga pintu tol.

Dari total dana konstruksi Rp 1,347 triliun, 90 persen diantaranya berasal dari pinjaman China melalui Bank Exim China dan 10 persen dari APBN. Seta menuturkan, dari total 441,61 ha tanah yang harus dibebaskan, baru 233,97 (53 persen) diantaranya telah dibebaskan.

"Upaya pembebasan tanah butuh dukungan dari Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dan  Gubernur. Saya berharap semoga selesai tepat waktu," tandasnya. (lasman)

 

Sosialisasi Program Hibah Sanitasi Bantuan Australia

Jakarta,hariandialog.com Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum masih terus mensosialisasikan program hibah sanitasi bantuan Australia (sAIIG) yang sudah menjaring 24 kabupaten/kota  yang berminat. Total hibah sebesar AUS$ 40 juta Australia dengan target 40 kabupaten/kota melingkupi kegiatan pembangunan prasarana air limbah dan persampahan .

Direktur Bina Program Ditjen Cipta Karya Antonius Budiono dalam arahannya mendorong partisipasi kabupaten/kota dalam pencapaian target Millennium Development Goals (MDGs) tahun 2015.  Di bidang sanitasi dengan target sebesar 62,4% saat ini baru tercapai 55,6%. Untuk meningkatkan sekiar 6,8% telah dilakukan peningkatan anggaran APBN bidang sanitasi. Namun, masih banyak membutuhkan sumber-sumber pendanaan lain, salah satunya hibah.

“Program ini menggunakan model output based aid, yakni Pemda harus memberikan penyertaan modal untuk membangun fisiknya dan nanti akan diganti oleh AusAID,” jelas Antonius pada sosialisasi lanjutan sAIIG dan Road Show CSR, di Banjarmasin, kemarin.

Sosialisasi dibuka oleh Wali Kota Banjarmasin, H. Muhidin yang dihadiri Ketua Asosiasi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) sekaligus Wali Kota Jambi, Bambang Priyanto, Wali Kota Tanjung Pinang Suryatati, serta ketua DPRD dan perwakilan dinas terkait.

Output program sAIIG adalah adanya peningkatan investasi di bidang air limbah dan perampahan di 40 kabupaten/kota. Lingkup kegiatannya antara lain pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal dengan sambungan rumah (SR) sebanyak 200 – 400 KK dan atau jaringan pipa air limbah sampai SR minimal 50 KK. Di bidang persampahan adalah membangun Stasiun Pengalihan Antara Sampah (SPA) dengan luas minimal 2 ha.

Wali Kota Banjarmasin, H. Muhidin, dalam pembukaannya mengharapkan penambahan komponen drainase dalam ruang lingkup program hibah sAIIG karena menjadi masalah perkotaan yang cukup serius.

“Kami sangat mendukung program hibah semacam ini, sebagai contoh pada program hibah air minum dan air limbah dari AusAID tahun ini Pemkot sudah menyertakan modal sebanyak RP 40 miliar, Rp 30 miliar bidang air minum, dan Rp 10 miliar untuk air limbah,” kata Muhidin.

Besaran dana hibah sAIIG 40 juta dolar Austrlia ini tidak dibagi rata pada 40 kabupaten/kota, namun tergantung dari usulan kegiatana dalam Rencana Program dan Investasi Jangka Menengeh (RPIJM) bidang Cipta Karya. Kabupaten/kota yang mendapatkan hibah ini diprioritaskan bagi yang sudah mengikuti Program Percepatan Sanitasi Permukiman (PPSP) dan memiliki Strategi Sanitasi Kota (SSK).

Terkait ini, Antonius menambahkan, usulan program yang memenuhi syarat teknis disertai ketersediaan syarat teknis seperti Detail Engineering Design, lahan, dan penyertaan APBD, akan ditindaklanjuti dengan perjanjian penerusan hibah antara Kementerian Keuangan dan Bupati/Walikota.

“Untuk saat ini baru ada sembilan kabupaten/kota yang usulan programnya sudah memenuhi persyaratan teknis, dan mereka akan ditindaklanjuti ke proses selanjutnya. Paling lambat November ini akan dilakukan penandatangan Naskah Perjanjian Penerusan Hibah (NPPH, red),” pungkas Antonius. (lasman)

 

 

Dana Terblokir Kementerian PU Rp 1,78 Triliun

Jakarta,hariandialog.com-Kementerian Pekerjaan Umum memiliki dana APBN – P sebesar Rp 75,24 triliun. Namun, masih ada dana sebesar Rp 1,784 triliun yang terblokir Kementerian Keuangan. Dana tersebut diperuntukan bagi 174 paket  yang belum dilelang.

Paket– paket tersebut belum dilaksanakan karena masih terdapat ketidakjelasan tugas dan kewenangan antara Kementerian PU dan kementerian terkait.

Demikian dikatakan Menteri Pekerjaan Umum Ir.Djoko Kirmanto usai membuka Rapat Kerja Terbatas Wilayah Timur di Bali, belum lama ini.

178 paket tersebut di Ditjen Sumber Daya Air terdapat 88 paket senilai Rp 342,3 miliar. Di Ditjen Bina Marga terdapat 61 paket senilai Rp 183,8 miliar, dan Ditjen Cipta Karya sebanyak 25 paket senilai Rp 18,9 miliar. “Di bidang Sumber Daya Air ada dana sebesar Rp 300 miliar untuk proyek Jatigede yang masih diblokir. Hal tersebut karena relokasi penghuni sekitar bendungan. Untuk itu anggaran dipertanyakan karena terkait dengan kawaswan warisan budaya di sekitar lokasi yang menjadi kewenangan Kementerian Pendidikan,” jelasnya.

Sementara itu, realisasi penyerapan anggaran Kementerian PU per 2 November 2012  mencapai 60,11% APBNP 2012 sebesar Rp 75,24 triliun. Capaian tersebut masih rendah dibandingkan target per Oktober sebesar 74,8%. Besaran capaian tersebut terdiri dari 61,63% di Ditjen Sumber Daya Air, 57,85% di Ditjen Bina Marga dan 65,56% di Ditjen Cipta Karya. Sedangkan penyerapan fisik dari APBNP mencapai 66,37% dari target per akhir Oktober sebesar 76,36%. Terdiri dari 68,92% di bidang Sumber Daya Air, 66,16% di bidang Bina Marga dan 64,68% di bidang Cipta Karya.

Menurut Ir.Djoko Kirmanto, beberapa hambatan yang mengakibatkan keterlambatan penyerapan anggaran kementerian antara lain administrasif revisi DIPA, pencairan dana diblokir, persetujuan kontrak tahun jamak dan permasalah di lapangan terkait pembebasan lahan. Untuk itu, dengan sisa waktu kurang dari dua bulan, Menteri PU menegaskan kepada para pejabat PU seperti Satuan Kerja (Satker) dan Kepala Balai untuk memberikan perhatian dan melakukan pelaksanaan khusus pada dana sebesar Rp 33 trilun yang belum terserap.(lasman)

 

 

Page 152 of 153

PILIHAN REDAKSI

Dihadiri Gubernur, Silaturahmi IKM Babel Meriah
Dihadiri Gubernur, Silaturahmi IKM Babel Meriah Jakarta, hariandialog.com - 14-7-19 - Ikatan Keluarga Masyarakat Bangka Belitung (IKM Babel), Minggu (14/7), menggelar acara “Silaturahmi...
Silahturahmi Insan Pers Gubsu dan Wagub Batal, Staf Humas dan Wartawan Berjoget Ria
Silahturahmi Insan Pers Gubsu dan Wagub Batal,...

Medan,hariandialog.com- Silahturahmi yang digelar Biro Humas Sekdaprovsu...

SURAT KABAR DIALOG

KESEHATAN

BUPATI TERIMA PENGHARGAAN HARGANAS TINGK…

Grobogan, hariandialog.com- (6/7) Bupati Grobogan Hj. Sri Sumarni, SH,...

Di Kabupaten Badung Tiap Bulan  Ditemukan 36 Kasus HIV/AIDS

Di Kabupaten Badung Tiap Bulan Ditemuka…

Denpasar, hariandialog.com – 26-6-19 - Di Kabupaten Badung ada  kece...

TEKNOLOGI

Bupati: Membangun Badung untuk Membahagiakan Masyarakat
Bupati: Membangun Badung untuk Membahagiakan... Denpasar, hariandialog.com - 1-7-19 - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Wabup. I Ketut Suiasa dan Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa bertatap...

KANTOR PUSAT :
Jl Binawarga No 4 Kalibata, Jakarta Selatan 12750 Telp. (021) 79193461, 92296596; Fax. (021) 7946448
Email: dialog_indonesia@yahoo.com - http://www.hariandialog.com

PERWAKILAN :
• Tanggerang • Serang • Banten • Bekasi • Kerawang • Cibinong • Bogor -Cianjur- Sukabumi • Bandung• Garut • Tasikmalaya•Sumedang• Purwakarta • Cirebon • Majalengka • Indramayu • Semarang • Surabaya • Sidoarjo • Bali • Bima • Bandar Lampung • Lampung Selatan • Lampung Utara • Lampung Barat • Tanggamus • Bangka • Bangka Barat • Pangkal Pinang • Belitung • Jambi• Sumsel • Bengkulu• Lubuk Linggau • Lingga • Batam• Tanjung Pinang • Karimun«Pekan Baru • Padang • Medan • Kabanjahe«Tanahkaro • Deliserdang«Serdang Bedagal• Binjal -Langkat «Labuan Batu •Sibolga-Pematang Slantar»Tarutung.Barus« Makasar-Sulbar-Mamuju •Bolmong«Sorong Papua Barat • P. Sidempuan • Nias • Bengkulu • Tembilahan