Hariandialog,Friday 19 October 2018, 02:46

“Berita Hoax” Media Massa Ditinggalkan Pembaca?

Bengkulu,hariandialog.com – 17-7-2018 - Saat ini di era kebebasan Pers, sejumlah media massa cetak, online serta elektronik membuat berita dengan bahasa yang bombastis dan vulgar. Padahal kadang-kadang bahasa di media massa yang digunakan tidak relevan dengan konten berita yang bisa menimbulkan salah tafsir bagi pembaca.

Penulisan berita oleh jurnalis atau wartawan seharusnya mudah di pahami karena dari tulisan wartawan di media bisa membawa manfaat atau mudharat bagi pembaca. Kalau salah menggunakan bahasa di media massa masyarakat bisa rusak akibat salah tafsir. Bahkan bisa membawa perpecahan bangsa, karena bahasa media massa jadi acuan bagi masyarakat. Seperti menggunakan bahasa bohong alias hoax, dipastikan akan ditinggalkan pembaca?

 

Demikian disampaikan Dr.Agus Trianto, M.Pd tim penyusunan kurikulum Depdikbud RI sekaligus dosen FKIP Universitas Bengkulu dalam materi penyuluhan bahasa bagi media massa di Hotel Nala Side Kota Bengkulu Selasa  (17/7). Lanjutnya, bahwa bekerja di media massa bukan profesi namun merupakan panggilan jiwa atau vokasi bagi masyarakat. jurnalis harus membawa kebenaran dalam berita yang disiarkan melalui cek dan richek, mengungkap fakta yang terverifikasi. “Intinya berita yang disiarkan akurat, seimbang dan objektif. Jurnalis harus menghargai hak dan privasi masyarakat dan untuk kepentingan masyarakat bukan kepentingan tertentu,” Kalau bahasa media vulgar dan bohong, ia menegaskan akan ditinggalkan pembaca, wartawan juga harus selalu memperbaharui pengetahuan tentang informasi baru. Termasuk bahasa yang digunakan, bahasa harus membawa kesejukan dan menyampaikan fakta secara faktual.

Saat ini menjamur media massa dengan berbagai tujuan seperti media gosip, media kasus, media lembaga, media bisnis dll. Menjamurnya media, bahasa menjadi kunci, apalagi bermunculannya media online melalui smartphone, digital dll. Masing-masing media memiliki bahasa khas yang berbeda baik itu di internet, cetak, elektronik, android maupun online. Semuanya dibaca dengan bahasa, jika bahasa yang digunakan vulgar dan aneh kondisi masyarakat bisa rusak? Bahasa yang aneh dalam media massa bisa mempengaruhi pola pikir masyarakat dan membawa perpecahan bangsa.

Dampaknya masyarakat dengan latar belakang pendidikan dan pengetahuan berbeda bisa menjadi pemarah, sadis dan saling membenci. Akibat tontonan atau bahasa media massa. Selayaknya media massa menata bahasa agar kehidupan di masyarakat dan berbangsa tidak rusak. Wartawan bekerja dengan bahasa makanya bahasa di media massa harus singkat, padat, sederhana dan objektif.Jangan sampai bahasa media massa bersifat opini dan menimbulkan masalah karena bakal dibedah “Language Forensik”. Menurutnya ditengah permasalahan bangsa saat ini bahasa di media massa menjadi penentu dalam menciptakan kesejukan dan kedamaian ditengah masyarakat. (hasanah)

 

Berita Sebelumnya:

FORM_HEADER


FORM_CAPTCHA
FORM_CAPTCHA_REFRESH

SURAT KABAR DIALOG

KESEHATAN

Pradi Supriatna Apresiasi Kegiatan Donor…

Depok, hariandialog.com - 13-07-2018 - Wakil Walikota Depok, Pradi Sup...

Kader Jumantik RW.04 Rawajati Rutin Gelar Kegiatan PSN

Kader Jumantik RW.04 Rawajati Rutin Gela…

Jakarta, hariandialog.com - 06-07-2018 - Di Pos Rw. 04 Kel Rawajati ...

TEKNOLOGI

Terpilih Sebagai Lokasi Survey EODB oleh World Bank    DPMPTSP Badung Belajar Pelayanan Publik di Ge
Terpilih Sebagai Lokasi Survey EODB oleh World... Denpasar, hariandialog.com- 9- 7 -2018 - Untuk  meningkatkan kualitas pelayanan publik di Indonesia, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan...

KANTOR PUSAT :
Jl Binawarga No 4 Kalibata, Jakarta Selatan 12750 Telp. (021) 79193461, 92296596; Fax. (021) 7946448
Email: dialog_indonesia@yahoo.com - http://www.hariandialog.com

PERWAKILAN :
• Tanggerang • Serang • Banten • Bekasi • Kerawang • Cibinong • Bogor -Cianjur- Sukabumi • Bandung• Garut • Tasikmalaya•Sumedang• Purwakarta • Cirebon • Majalengka • Indramayu • Semarang • Surabaya • Sidoarjo • Bali • Bima • Bandar Lampung • Lampung Selatan • Lampung Utara • Lampung Barat • Tanggamus • Bangka • Bangka Barat • Pangkal Pinang • Belitung • Jambi• Sumsel • Bengkulu• Lubuk Linggau • Lingga • Batam• Tanjung Pinang • Karimun«Pekan Baru • Padang • Medan • Kabanjahe«Tanahkaro • Deliserdang«Serdang Bedagal• Binjal -Langkat «Labuan Batu •Sibolga-Pematang Slantar»Tarutung.Barus« Makasar-Sulbar-Mamuju •Bolmong«Sorong Papua Barat • P. Sidempuan • Nias • Bengkulu • Tembilahan