Hariandialog,Monday 27 May 2019, 05:02

Menyambut Bulan Suci Ramadan Suku Khas Banyuwangi Gelar Resik Lawon

Banyuwangi, hariandialog.com.- 21-04-2019. - Menyambut
datangnya bulan suci Ramadan, masyarakat Suku Using (suku khas
Banyuwangi) di Lingkungan Cungking, Kecamatan Giri, Banyuwangi,
menggelar tradisi unik.

Tradisi itu bernama Resik Lawon.
Ritual yang sudah dilaksanakan masyarakat setempat sejak
ratusan tahun lalu itu sebagai bentuk penghormatan kepada nenek moyang
dan pembersihan diri sebelum masuk bulan Ramadhan.
Resik lawon merupakan sebuah ritual mencuci dan mengganti kain kafan
penutup petilasan Ki Buyut Cungking yang merupakan nenek moyang dari
warga setempat.
Ritual diawali dengan melepas kain putih yang menutup cungkup
di petilasan Ki Buyut Cungking. Sementara beberapa kain yang perlu
diperbaiki juga dijahit ulang oleh warga secara swadaya.
Kemudian, kain-kain tersebut dibawa ke Sungai Banyu Gulung
yang berada di Kelurahan Banjar sari, Kecamatan Glagah untuk dicuci.
Kain kemudian dibilas dan diperas agar cepat kering. Menariknya, air
perasan dari kain kafan tidak langsung dibuang, melainkan malah
menjadi rebutan warga karena dipercaya bisa membawa berkah.

"Warga Cungking mempercayai kalau air perasan kain lawon (kafan) dari
buyut ini bisa membawa berkah. Biasanya warga membawa botol sendiri
dari rumah, kemudian airnya disimpan. Selain diminum, air bisa
diusapkan ke bagian tubuh yang sakit. Ada pula warga yang menggunakan
air ini untuk disiramkan ke sawah agar panennya bagus," ungkap Febri,
pemuda asli Lingkungan Cungking kepada wartawan, Minggu (21/4/2019).
Setelah diperas, kain lawon atau kafan dengan panjang 100
meter lebih itu dijemur di sepanjang jalan desa dengan ketinggian lima
meter. Kain diikat dengan tali tambang hitam yang dibentangkan pada
bambu.
Salah satu syarat ritual tersebut adalah kain putih tidak
boleh jatuh dan terkena tanah. Jika sudah mongering, kain tersebut
diturunkan dan dibawa kembali ke balai tajuk yang ada di tengah-tengah
Lingkungan Cungking.
"Bisa diistilahkan, Tradisi Resik Lawon ini merupakan ritual
mengganti baju. Mengganti yang kotor untuk diganti dengan yang bersih.
Apalagi ini kan sudah menjelang Ramadan. Diharapkan, sebelum datangnya
Ramadan ini jiwa dan raga kita menjadi suci kembali," ujar Jam'i Abdul
Gani, Ketua Adat Lingkungan Cungking.
Diharapkan dengan digelarnya ritual resik lawon ini
masyarakat mendapatkan berkah dari doa-doa yang dipanjatkan selama
ritual. "Ini juga sebagai bentuk wujud syukur warga Cungking atas jasa
dari buyut kami yakni Ki Buyut Cungking. Semua kegiatan kami lakukan
secara swadaya dari warga," pungkasnya.
(dtc/bing).

 

Berita Sebelumnya:

FORM_HEADER


FORM_CAPTCHA
FORM_CAPTCHA_REFRESH

PILIHAN REDAKSI

Redam Aksi People Power, Jaksa Agung Tepis Obral Pasal Makar
Redam Aksi People Power, Jaksa Agung Tepis Obral... Jakarta.  Hariandialog.  Com - Jaksa Agung M.  Prasetyo menepis pemerintah mengobral pasal makar yang diduga guna membungkam para...

SURAT KABAR DIALOG

KESEHATAN

Gubsu Kunjungi RS USU Kesehatan Jadi Prioritas Utama Kehidupan

Gubsu Kunjungi RS USU Kesehatan Jadi Pri…

Medan hariandialog.com - 6-5-19 - Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), E...

Tinjau UPT Rumah Sakit Pemprov Sumut Wagub Sumut Harapkan Pelayanan Pasien Ditingkatkan

Tinjau UPT Rumah Sakit Pemprov Sumut Wag…

Medan, hariandialog.com -  6-5-19 - Wakil Gubernur Sumatera Utara (S...

TEKNOLOGI

Terpilih Sebagai Lokasi Survey EODB oleh World Bank    DPMPTSP Badung Belajar Pelayanan Publik di Ge
Terpilih Sebagai Lokasi Survey EODB oleh World... Denpasar, hariandialog.com- 9- 7 -2018 - Untuk  meningkatkan kualitas pelayanan publik di Indonesia, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan...

KANTOR PUSAT :
Jl Binawarga No 4 Kalibata, Jakarta Selatan 12750 Telp. (021) 79193461, 92296596; Fax. (021) 7946448
Email: dialog_indonesia@yahoo.com - http://www.hariandialog.com

PERWAKILAN :
• Tanggerang • Serang • Banten • Bekasi • Kerawang • Cibinong • Bogor -Cianjur- Sukabumi • Bandung• Garut • Tasikmalaya•Sumedang• Purwakarta • Cirebon • Majalengka • Indramayu • Semarang • Surabaya • Sidoarjo • Bali • Bima • Bandar Lampung • Lampung Selatan • Lampung Utara • Lampung Barat • Tanggamus • Bangka • Bangka Barat • Pangkal Pinang • Belitung • Jambi• Sumsel • Bengkulu• Lubuk Linggau • Lingga • Batam• Tanjung Pinang • Karimun«Pekan Baru • Padang • Medan • Kabanjahe«Tanahkaro • Deliserdang«Serdang Bedagal• Binjal -Langkat «Labuan Batu •Sibolga-Pematang Slantar»Tarutung.Barus« Makasar-Sulbar-Mamuju •Bolmong«Sorong Papua Barat • P. Sidempuan • Nias • Bengkulu • Tembilahan