Hariandialog,Monday 22 October 2018, 04:37

Ketua KPK Alexander Marwata: Mahasiswa Harus Ikut Melawan Korupsi

Kendari, hariandialog.com - 18-09-2017 – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata mengatakan bahwa mahasiswa bisa dan harus ikut aktif untuk melawan korupsi, seperti masalah kejujuran dan tentu dimulai dari lingkungan keluarga.

Mahasiswa  merupakan generasi muda bisa menjadi harapan untuk memerangi korupsi. Mahasiswa bisa terlibat aktif melawan korupsi, "Sekarang KPK merasa jalan sendiri dalam memerangi korupsi. Pegawai

 

kami mencapai 1.500. Namun, jika tanpa peran serta masyarakat dan mahasiswa, kami tidak ada artinya," ungkap Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam Diskusi Musikal Anti-Korupsi di aula Hotel Srikandi, Kota Kendari

Alexander menyebutkan, mahasiswa merupakan gerbang untuk mengubah pola pikir masyarakat dan bisa bersikap untuk lebih transparan. Mahasiswa juga tentunya memiliki intelektualitas, sehingga

bisa membedakan mana yang baik dan buruk. "Belajar dari sosok Bung Hatta, dulu beliau pernah menginginkan membeli sepatu yang mahal. Namun hingga akhir jabatannya ia tidak bisa memenuhi hal tersebut. Itu merupakan bukti bahwa ia sangat bersih. Padahal, jika mau, ia bisa saja memerintahkan orang yang dikenalnya untuk menghadiahkan apa yang diinginkannya," terang Ketua KPK itu.

Ketua KPK itu juga mengakui selama ini dalam memerangi korupsi  memerlukan peran aktif masyarakat setempat, juga mahasiswa serta instansi lainnya. Untuk itu Ia  meminta seluruh elemen, terutama

mahasiswa, melaporkan kepada KPK jika melihat ada potensi korupsi yang terjadi. Tidak perlu takut, karena pihaknya akan tetap memberikan perlindungan. "Jangan takut untuk melaporkannya jika melihat ada kecurangan dan potensi kerugian Negara. Laporkan saja. Jika semua bisa ikut berperan, saya yakin negara kita bisa menjadi negara yang bersih dan masalah korupsi akan cepat teratasi," jelasnya.

Alexander Marwata juga menyebutkan pentingnya pendidikan kejujuran yang harus diajarkan orang tua kepada anaknya. Kejujuran merupakan langkah awal untuk terbebas dari korupsi. Jujur terhadap

diri sendiri menjadi modal utama. "Survei kejujuran yang kami lakukan di Yogyakarta hasilnya itu hanya 5 persen orang tua yang mengajarkan pentingnya kejujuran kepada anaknya," katanya.

Menurutnya, tren orang tua yang ada saat ini justru lebih takut jika sang buah hati mendapatkan angka 5 pada mata pelajaran matematika dibandingkan mendapatkan nilai plus pada kejujuran. Contoh

lain yang ia ambil, dalam kehidupan sehari-hari sudah banyak orang tua yang memberikan fasilitas kepada anaknya berupa sepeda motor, padahal usianya belum 17 tahun. "Jika mau jujur, banyak anak SMP yang sudah pakai motor, padahal kan SIM itu bisa didapatkan ketika usia 17 tahun ke atas. Belum lagi tidak memiliki SIM, banyak anak yang tidak pakai helm. Sayang pada anak tidak harus seperti itu. Justru kita harus mengajarkan nilai-nilai kebaikan sejak dini," ujarnya. (sidetik/man)

 

 

Berita Sebelumnya:

FORM_HEADER


FORM_CAPTCHA
FORM_CAPTCHA_REFRESH

SURAT KABAR DIALOG

KESEHATAN

Pradi Supriatna Apresiasi Kegiatan Donor…

Depok, hariandialog.com - 13-07-2018 - Wakil Walikota Depok, Pradi Sup...

Kader Jumantik RW.04 Rawajati Rutin Gelar Kegiatan PSN

Kader Jumantik RW.04 Rawajati Rutin Gela…

Jakarta, hariandialog.com - 06-07-2018 - Di Pos Rw. 04 Kel Rawajati ...

TEKNOLOGI

Terpilih Sebagai Lokasi Survey EODB oleh World Bank    DPMPTSP Badung Belajar Pelayanan Publik di Ge
Terpilih Sebagai Lokasi Survey EODB oleh World... Denpasar, hariandialog.com- 9- 7 -2018 - Untuk  meningkatkan kualitas pelayanan publik di Indonesia, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan...

KANTOR PUSAT :
Jl Binawarga No 4 Kalibata, Jakarta Selatan 12750 Telp. (021) 79193461, 92296596; Fax. (021) 7946448
Email: dialog_indonesia@yahoo.com - http://www.hariandialog.com

PERWAKILAN :
• Tanggerang • Serang • Banten • Bekasi • Kerawang • Cibinong • Bogor -Cianjur- Sukabumi • Bandung• Garut • Tasikmalaya•Sumedang• Purwakarta • Cirebon • Majalengka • Indramayu • Semarang • Surabaya • Sidoarjo • Bali • Bima • Bandar Lampung • Lampung Selatan • Lampung Utara • Lampung Barat • Tanggamus • Bangka • Bangka Barat • Pangkal Pinang • Belitung • Jambi• Sumsel • Bengkulu• Lubuk Linggau • Lingga • Batam• Tanjung Pinang • Karimun«Pekan Baru • Padang • Medan • Kabanjahe«Tanahkaro • Deliserdang«Serdang Bedagal• Binjal -Langkat «Labuan Batu •Sibolga-Pematang Slantar»Tarutung.Barus« Makasar-Sulbar-Mamuju •Bolmong«Sorong Papua Barat • P. Sidempuan • Nias • Bengkulu • Tembilahan