Hariandialog,Monday 24 September 2018, 11:39

Sudarwan Danim “Pelajaran Bahasa Inggris SD Dihapus”?

Bengkulu, hariandialog.com – 2-3-2018 - Cucuk cabutnya kurikulum pendidikan di Indonesia dalam Sistem Pendidikan Nasional, membingungkan peserta didik dan pendidik itu sendiri. Apalagi setiap pergantian Menteri pendidikan kurikulum juga ikut diubah. Pemberlakuan Kurikulum 13 dengan muatan pendidikan yang berubah-ubah menjadi tolak ukur output peserta didik di Indonesia bagaimana kondisinya sekarang ini?

Salah satu mata pelajaran ditingkat SD yang termuat dalam penerapan kurikulum 13 adalah pelajaran Bahasa Inggris tidak lagi menjadi mata pelajaran wajib ditingkat sekolah dasar, melainkan menjadi mata pelajaran setara dengan mata pelajaran muatan lokal. Penghapusan mata pelajaran bahasa Inggris dari wajib menjadi mata pelajaran pilihan oleh Mendiknas berpengaruh di daerah-daerah. Karena daerah tidak bisa berbuat banyak atas kebijakan Mendiknas tersebut. Karena daerah hanya bisa menjalankan kebijakan pusat atas penghapusan pelajaran bahasa Inggris dalam kurikulum dilakukan Mendiknas dan berlaku secara nasional dan tidak dapat diubah.

Ditegaskan pakar pendidikan Universitas Bengkulu (Unib) Prof. DR Sudarwan Danim atas penghapusan mata pelajaran bahasa Inggris ditingkat sekolah dasar secara nasional. itu menandakan bahwa Mendiknas secara struktural banyak yang tidak mampu dikerjakan di daerah. Sehingga atas penghapusan sepihak oleh pusat ini pemerintah daerah tidak boleh menyerah dan harus mengambil sikap dan langkah. Misal seberapa penting pelajaran bahasa Inggris perlu diajarkan sebagai mata pelajaran tambahan di setiap jenjang sekolah dasar atau pelajaran lain sebagai muatan lokal.

“Menurut saya kebijakan penghapusan pelajaran bahasa Inggris dalam kurikulum karena tidak semua bisa dikerjakan pemerintah pusat (Mendiknas) maka pemerintah daerah harus bersikap. Jika pelajaran bahasa Inggris menjadi kebutuhan di daerah karena pelajaran bahasa Inggris menjadi kebutuhan anak di usia dini (SD) maka pemerintah daerah harus memasukkan pelajaran bahasa Inggris dalam muatan lokal,” beber Profesor dan tokoh pendidikan di Provinsi Bengkulu ini.

Penghapusan pelajaran bahasa Inggris di ditingkat sekolah dasar karena dilatarbelakangi bahwa pelajaran bahasa Inggris memberatkan peserta didik ditingkat SD dan belum terlalu dibutuhkan. Akibat penghapusan ini dalam pantauan Dialog di Bengkulu banyak orang tua yang menginginkan anaknya paham berbahasa Inggris dengan memberi les privat kepada anaknya di rumah masing-masing dengan mendatangkan guru les bahasa Inggris. Karena ada kesadaran orang tua bahasa Inggris sebagai bahasa internasional harus dikuasai anak sejak dini biar bisa memasuki pergaulan dan berkarir didunia kerja yang lebih luas. (hasanah)

Berita Sebelumnya:

FORM_HEADER


FORM_CAPTCHA
FORM_CAPTCHA_REFRESH

PILIHAN REDAKSI

SURAT KABAR DIALOG

KESEHATAN

Pradi Supriatna Apresiasi Kegiatan Donor…

Depok, hariandialog.com - 13-07-2018 - Wakil Walikota Depok, Pradi Sup...

Kader Jumantik RW.04 Rawajati Rutin Gelar Kegiatan PSN

Kader Jumantik RW.04 Rawajati Rutin Gela…

Jakarta, hariandialog.com - 06-07-2018 - Di Pos Rw. 04 Kel Rawajati ...

TEKNOLOGI

Terpilih Sebagai Lokasi Survey EODB oleh World Bank    DPMPTSP Badung Belajar Pelayanan Publik di Ge
Terpilih Sebagai Lokasi Survey EODB oleh World... Denpasar, hariandialog.com- 9- 7 -2018 - Untuk  meningkatkan kualitas pelayanan publik di Indonesia, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan...

KANTOR PUSAT :
Jl Binawarga No 4 Kalibata, Jakarta Selatan 12750 Telp. (021) 79193461, 92296596; Fax. (021) 7946448
Email: dialog_indonesia@yahoo.com - http://www.hariandialog.com

PERWAKILAN :
• Tanggerang • Serang • Banten • Bekasi • Kerawang • Cibinong • Bogor -Cianjur- Sukabumi • Bandung• Garut • Tasikmalaya•Sumedang• Purwakarta • Cirebon • Majalengka • Indramayu • Semarang • Surabaya • Sidoarjo • Bali • Bima • Bandar Lampung • Lampung Selatan • Lampung Utara • Lampung Barat • Tanggamus • Bangka • Bangka Barat • Pangkal Pinang • Belitung • Jambi• Sumsel • Bengkulu• Lubuk Linggau • Lingga • Batam• Tanjung Pinang • Karimun«Pekan Baru • Padang • Medan • Kabanjahe«Tanahkaro • Deliserdang«Serdang Bedagal• Binjal -Langkat «Labuan Batu •Sibolga-Pematang Slantar»Tarutung.Barus« Makasar-Sulbar-Mamuju •Bolmong«Sorong Papua Barat • P. Sidempuan • Nias • Bengkulu • Tembilahan