Hariandialog,Thursday 15 November 2018, 13:59

Sistem PPDB Persulit Peserta Didik Baru

PDFPrintE-mail

Bengkulu, hariandialog.com – 5-7-2018 - Penerimaan peserta didik baru (PPDB) dengan sistem zonasi dikeluhkan karena mempersulit peserta didik baru khususnya masyarakat yang ada disekitar sekolah bersangkutan. Padahal selayaknya peserta didik baru yang lokasinya dekat sekolah bersangkutan namun saat pendaftaran tidak diterima. Kondisi ini tentu saja menjadi keluhan para orang tua yang anaknya akan melanjutkan pendidikan sebagai peserta didik baru ditingkat berikutnya, seperti SD, SMP dan SMA.

Pemberlakuan sistem zonasi hanya mempersulit dan membatasi penerimaan murid baru, sehingga mereka yang berdomisili disekitar sekolah terpaksa harus mencari sekolah yang letaknya jauh bahkan harus melanjutkan ke sekolah swasta. Dikeluhkan sejumlah orang tua di Kota Bengkulu saat penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2018, beberapa sekolah setingkat SMP, SMA dan SMK menolak peserta didik yang berdekatan dengan sekolah dengan alasan yang kurang masuk akal seperti tidak sesuai zonasi dan NEM siswa bersangkutan rendah dan bukan latar belakang tidak mampu.

 

Penerimaan siswa baru dengan sistem Online PPDB yang diumumkan di sekolah masing-masing menjadi ajang keluhan dan kekecewaan ratusan orang tua yang anaknya tidak diterima. Dikeluhkan sejumlah ibu-ibu yang kecewa berat karena anaknya tidak diterima saat pengumuman. Seperti diungkapkan Ibu Yuli yang berdomisili di Kelurahan Panorama, rumahnya hanya berjarap sekitar satu kilometer dengan SMPN 22 , namun disesalkannya saat pengumuman anaknya tidak masuk dalam daftar sebagai peserta didik  baru. Kekecewaan meliputi ibu Yuli yang sangat berharap anaknya Melisa (13) tahun bisa diterima dengan jalur zonasi dengan harapan akan mempermudah anaknya pergi dan pulang karena jarak rumah dengan sekolah berdekatan. Diungkap Ibu Yuli anaknya yang dekat sekolah tidak diterima sementara murid baru dengan jarak lima kilometer diterima di sekolah bersangkutan, “ Mungkin ada permainan jual bangku dan pungli,” katanya kesal dan mengeluh.

Bapak Herman Sitorus warga Bumi Ayu yang anaknya mendaftar di SMAN 3 Pagar Dewa sebagai jalur zonasi terdekat, ironisnya saat pengumuman kembali anaknya terdepak dan diterima peserta didik yang berdomisili dikelurahan jauh dari sekolah. Atas ketidakadilan yang dipertontonkan sejumlah sekolah di Kota Bengkulu membuat para orang tua protes ke Diknas Kota dan Diknas Provinsi Bengkulu. Menyikapi protes para orang tua pihak Diknas menggelar rapat dan memanggil kepala sekolah sekota Bengkulu.

Namun masukan dari Kepsek bahwa mereka menolak peserta didik karena membludaknya pendaftar di sekolah bersangkutan sementara beberapa sekolah yang jaraknya jauh dari tengah Kota sepi peminat. Ada yang aneh lagi, beberapa sekolah favorit setingkat SMAN seperti SMAN 5, SMAN 2 dan SMAN 3 kota Bengkulu banjir pendaftar dan paling banyak diterima kondisi ini menjadi tanda tanya dan kecurigaan sejumlah pihak, ada indikasi permainan terhadap penerimaan peserta didik  baru merugikan sejumlah pihak dan menguntungkan sejumlah pihak lainnya.

Tolak Anak Yatim

Sementara itu dari 50 siswa miskin atau siswa dari keluarga tidak mampu ditolak bersekolah di sejumlah SMP Negeri di Kota Depok, atau tidak diterima dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMP 2018 di Kota Depok.

Ke-50 orangtua siswa dari keluarga ekonomi tidak mampu itu (KETM) mengadu ke Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Kota Depok.Mereka tetap berharap anaknya dapat bersekolah di SMP Negeri di Kota Depok.Bahkan beberapa dari siswa yang tak diterima di SMP Negeri di Depok itu, diketahui adalah anak Yatim.

"Anak Yatim pun ditolak sekolah di SMP Negeri di Depok. Padahal jarak rumahnya dengan sekolah hanya 100 meter. Jadi tidak ada alasan kalau zonasinya dipersoalkan," ucap Ketua Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Roy, Minggu (8/7).

Setelah itu ia mengatakan, ada sedikitnya 50 orangtua siswa miskin asal Depok yang anaknya tidak diterima di PPDB SMP tahun ini mengadu ke pihaknya."Padahal kelengkapan syarat mereka jelas untuk masuk melalui jalur siswa tidak mampu atau jalur KETM. Bukan itu saja, bila dari syarat zonasi, tempat tinggal mereka sangat dekat dengan sekolah," ucap Roy.

"Total yang lapor ke kami sekitar 50, siswa anak miskin sehingga ada beberapa adalah anak Yatim. Dan ada yang beberapa mempunyai KIP," ucap Roy. Karena adahalnya mengapa sekolah tetap tidak meloloskan ke 50 siswa dalam PPDB SMP 2018 ini.

"Nama mereka tidak masuk sebagai siswa yang diterima di SMP Negeri dalam pengumuman seleksi Jumat lalu. Padahal kuota siswa miskin untuk Depok ini adalah 20 persen di tiap sekolah. Jadi saya heran juga kenapa sekolah tidak menerima mereka," ucap Roy. (hasanah/riz)

Berita Sebelumnya:

FORM_HEADER


FORM_CAPTCHA
FORM_CAPTCHA_REFRESH

PILIHAN REDAKSI

Wisata Perahu Cara Menikmati Pantai Ancol
Wisata Perahu Cara Menikmati Pantai Ancol Jakarta, hariandialog.com - Didirikan pada tahun 1966, Taman Impian Jaya Ancol dibangun dengan tujuan untuk menjadi kawasan wisata terpadu dan...

SURAT KABAR DIALOG

KESEHATAN

Pradi Supriatna Apresiasi Kegiatan Donor…

Depok, hariandialog.com - 13-07-2018 - Wakil Walikota Depok, Pradi Sup...

Kader Jumantik RW.04 Rawajati Rutin Gelar Kegiatan PSN

Kader Jumantik RW.04 Rawajati Rutin Gela…

Jakarta, hariandialog.com - 06-07-2018 - Di Pos Rw. 04 Kel Rawajati ...

TEKNOLOGI

Terpilih Sebagai Lokasi Survey EODB oleh World Bank    DPMPTSP Badung Belajar Pelayanan Publik di Ge
Terpilih Sebagai Lokasi Survey EODB oleh World... Denpasar, hariandialog.com- 9- 7 -2018 - Untuk  meningkatkan kualitas pelayanan publik di Indonesia, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan...

KANTOR PUSAT :
Jl Binawarga No 4 Kalibata, Jakarta Selatan 12750 Telp. (021) 79193461, 92296596; Fax. (021) 7946448
Email: dialog_indonesia@yahoo.com - http://www.hariandialog.com

PERWAKILAN :
• Tanggerang • Serang • Banten • Bekasi • Kerawang • Cibinong • Bogor -Cianjur- Sukabumi • Bandung• Garut • Tasikmalaya•Sumedang• Purwakarta • Cirebon • Majalengka • Indramayu • Semarang • Surabaya • Sidoarjo • Bali • Bima • Bandar Lampung • Lampung Selatan • Lampung Utara • Lampung Barat • Tanggamus • Bangka • Bangka Barat • Pangkal Pinang • Belitung • Jambi• Sumsel • Bengkulu• Lubuk Linggau • Lingga • Batam• Tanjung Pinang • Karimun«Pekan Baru • Padang • Medan • Kabanjahe«Tanahkaro • Deliserdang«Serdang Bedagal• Binjal -Langkat «Labuan Batu •Sibolga-Pematang Slantar»Tarutung.Barus« Makasar-Sulbar-Mamuju •Bolmong«Sorong Papua Barat • P. Sidempuan • Nias • Bengkulu • Tembilahan