Hariandialog,Thursday 18 July 2019, 09:00

Kontroversi Ganjil-genap Anies Dicurigai Kongkalikong

PDFPrintE-mail

Jakarta, hariandialog.com - Pengacara Hotman Paris Hutapea curiga adanya pihak yang melobi Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan terkait peraturan ganjil-genap yang menguntungkan taksi plat kuning.

Kecurigaan pengacara eksentrik itu ia sampaikan melalui akun Instagramnya, @hotmanparisofficial, Rabu (5/9).

 

Dalam unggahan videonya, mulanya Hotman menceritakan dua asistennya yang terjebak peraturan ganjil-genap saat menuju ke Jalan Jenderal Sudirman, karena dua asistennya itu menggunakan plat bernomor genap di hari yang terhitung ganjil (5 September 2018).

Maka, lanjutnya seperti dikutip sejumlah media, kedua asisten itu harus menggunakan taksi plat kuning agar aman tanpa terkena aturan ganjil-genap. "Barusan dua asisten saya mau ke Jenderal Sudirman, tapi baru sadar mobilnya angka genap, sedangkan sekarang angka ganjil. Satu-satunya (cara) harus naik taksi plat kuning," jelas Hotman Paris.

Seketika ia menyadari peraturan ganjil-genap menurutnya hanya menguntungkan perusahaan taksi plat kuning. "Saya menjadi bertanya-tanya, peraturan ganjil-genap ini ternyata sangat menguntungkan perusahaan taksi plat kuning," jelasnya.

"Karena perusahaan transport lainnya yang belum plat kuning, (seperti) taksi online, ternyata semua plat hitam," sambung Hotman.

Ia lantas mempertanyakan apakah ada pihak yang melobi Gubernur Anies Baswedan perihal perpanjangan peraturan ganjil genap. Sebab peraturan perpanjangan dan perluasan ganjil genap atas prakarsa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta era Anies Baswedan.

"Menjadi pertanyaan saya kepada Bapak Gubernur DKI, apa peranan dari konglomerat pengusaha taksi plat kuning untuk memperpanjang peraturan ganjil-genap? Apakah mereka ikut melakukan pendekatan kepada gubernur agar diperpanjang ganjil-genap?" tanyanya.

Iskandar, warga Bekasi, Jawa Barat, yang setiap hari mengantar istrinya bekerja di kawasan Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, mengaku aturan ganjil-genap tidak adil, karena pajak kendaraan yang ia bayarkan berlaku satu tahun, sedangkan karena aturan ganjil-genap itu ia hanya bisa menggunakan mobilnya lewat Sudirman-Thamrin hanya setengah tahun. “Ini tidak fair,” katanya.

Ia memaklumi ganjil-genap berlaku selama penyelenggaraan Asian Games 2018, 18 Agustus-2 September 2018, demi suksesnya acara tersebut. Tapi kalau mau diperpanjang bahkan dipermanenkan, termasuk Sabtu-Minggu juga berlaku, Iskandar mengaku keberatan dengan kebijakan tersebut. “Sekali lagi, ini tidak fair,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sejauh ini belum berencana mempermanenkan kebijakan ganjil-genap pasca-Asian Games 2018. Anies mengaku akan melihat lebih jauh usulan berbagai pihak yang meminta hal tersebut dengan memperpanjang ganjil-genap hingga 13 Oktober 2018. "Belum ada rencana mempermanenkan ganjil-genap. Yang kita rencanakan adalah meningkatkan mutu pelayanan kendaraan umum," kata Anies Baswedan seperti dikutip media baru-baru ini.

Anies masih mengkaji soal penerapan ganjil-genap yang diusulkan untuk dipermanenkan. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menilai, pola perilaku masyarakat saat keputusan tersebut diambil dalam jangka waktu sebentar akan berbeda saat menyikapi kebijakan jangka panjang.

Anies khawatir, jika ganjil-genap berlaku untuk jangka panjang berpotensi mendorong masyarakat yang setiap hari melintasi ruas jalan tersebut akan memiliki kendaraan lebih banyak. "Dalam jangka pendek berpindah dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum. Tapi dalam jangka panjang ternyata dampaknya beda, yang terjadi sebagian justru memiliki kendaraan tambahan. Jadi bukan mengurangi kemacetan, tapi menambah jumlah kendaraan,"katanya. (tim)

Berita Sebelumnya:

FORM_HEADER


FORM_CAPTCHA
FORM_CAPTCHA_REFRESH

PILIHAN REDAKSI

Dihadiri Gubernur, Silaturahmi IKM Babel Meriah
Dihadiri Gubernur, Silaturahmi IKM Babel Meriah Jakarta, hariandialog.com - 14-7-19 - Ikatan Keluarga Masyarakat Bangka Belitung (IKM Babel), Minggu (14/7), menggelar acara “Silaturahmi...
Silahturahmi Insan Pers Gubsu dan Wagub Batal, Staf Humas dan Wartawan Berjoget Ria
Silahturahmi Insan Pers Gubsu dan Wagub Batal,...

Medan,hariandialog.com- Silahturahmi yang digelar Biro Humas Sekdaprovsu...

SURAT KABAR DIALOG

KESEHATAN

BUPATI TERIMA PENGHARGAAN HARGANAS TINGK…

Grobogan, hariandialog.com- (6/7) Bupati Grobogan Hj. Sri Sumarni, SH,...

Di Kabupaten Badung Tiap Bulan  Ditemukan 36 Kasus HIV/AIDS

Di Kabupaten Badung Tiap Bulan Ditemuka…

Denpasar, hariandialog.com – 26-6-19 - Di Kabupaten Badung ada  kece...

TEKNOLOGI

Bupati: Membangun Badung untuk Membahagiakan Masyarakat
Bupati: Membangun Badung untuk Membahagiakan... Denpasar, hariandialog.com - 1-7-19 - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Wabup. I Ketut Suiasa dan Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa bertatap...

KANTOR PUSAT :
Jl Binawarga No 4 Kalibata, Jakarta Selatan 12750 Telp. (021) 79193461, 92296596; Fax. (021) 7946448
Email: dialog_indonesia@yahoo.com - http://www.hariandialog.com

PERWAKILAN :
• Tanggerang • Serang • Banten • Bekasi • Kerawang • Cibinong • Bogor -Cianjur- Sukabumi • Bandung• Garut • Tasikmalaya•Sumedang• Purwakarta • Cirebon • Majalengka • Indramayu • Semarang • Surabaya • Sidoarjo • Bali • Bima • Bandar Lampung • Lampung Selatan • Lampung Utara • Lampung Barat • Tanggamus • Bangka • Bangka Barat • Pangkal Pinang • Belitung • Jambi• Sumsel • Bengkulu• Lubuk Linggau • Lingga • Batam• Tanjung Pinang • Karimun«Pekan Baru • Padang • Medan • Kabanjahe«Tanahkaro • Deliserdang«Serdang Bedagal• Binjal -Langkat «Labuan Batu •Sibolga-Pematang Slantar»Tarutung.Barus« Makasar-Sulbar-Mamuju •Bolmong«Sorong Papua Barat • P. Sidempuan • Nias • Bengkulu • Tembilahan