Hariandialog,Monday 15 October 2018, 06:43

Kasus Shabu Tuntutan Bos Pabrik Kertas Diharapkan Tidak Terkontaminasi

PDFPrintE-mail

Jakarta, hariandialog.com - 21-09-2018 – Penyalah guna narkotika, zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan perubahan kesadaran, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan, masih terus meningkat meski ancaman hukuman yang diatur dalam UU RI No. 35 Tahun 2009 tergolong tinggi.

Tak ayal, atas meningkatnya peredaran gelap narkotika yang dapat menghancurkan masa depan anak bangsa tersebut, selain telah menjadikan sebagai musuh terbesar terhadap peredaran narkoba, pemerintah juga sedang berupaya merevisi peningkatan ancaman hukuman maksimal terhadap bandar dan penyalah guna narkotika sebagai bukti dan komitmen pemerintah terhadap pemberantas narkotika yang sudah tergolong akut.

Seperti pernyataan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Soesatyo yang disadur dari Liputan6.com, memastikan hukuman maksimal terhadap para bandar dan percepatan eksekusi bandar narkoba divonis mati sebagai bagian dari revisi Undang-undang Narkotika yang akan digodok oleh parlemen.

Pengetatan aturan rehabilitasi bagi mereka yang tertangkap memakai narkoba juga akan menjadi bagian dari revisi UU Narkotika. Ia menekankan, rehabilitasi jangan sampai dijadikan tempat pelarian agar tidak terkena sanksi hukum. "Para bandar yang tertangkap akan diberikan hukuman maksimal. Bagi mereka yang sudah divonis hukuman mati, akan kita minta segera dieksekusi,” kata Bamsoet saat menerima Himpunan Masyarakat Anti Narkoba (HIMABA) di ruang kerja Pimpinan DPR, Jakarta.

Bamsoet berharap setelah RUU Narkotika rampung, tak ada lagi artis atau orang berduit yang tertangkap menggunakan narkoba dengan mudah hanya diberikan sanksi rehabilitasi. Sementara, jika rakyat kecil atau orang susah, kasusnya dilanjutkan ke meja hakim. “Harus ada assesment yang jelas dan ketat untuk seseorang jika untuk diberikan sanksi rehabilitasi saja," tegasnya.

Mantan Ketua Komisi III ini berpendapat narkoba sudah menjadi penjajah baru yang mengancam kedaulatan bangsa dan negara. Pemberantasan narkoba diingatkannya membutuhkan kesigapan semua pihak dalam memeranginya. "Sudah bukan waktunya lagi berdiam diri menyaksikan anak-anak bangsa tenggelam dalam jeratan Narkoba. Saya tegaskan, DPR terus berjihad memerangi narkoba. Saya harap masyarakat turut ikut andil didalamnya," pesan Bamsoet.

Data Badan Narkotika Nasional menyebutkan saat ini masyarakat Indonesia yang masuk dalam fase ketergantungan narkoba hampir mencapai 6 juta orang. “Penggunaan narkotika di Indonesia merupakan terbesar di tingkat Asia. Bahkan dari penelusuran BNN, konsumen di Indonesia menggunakan 65 jenis narkotika. Padahal jika dibandingkan negara lain, hanya mengonsumsi 5 hingga 6 jenis narkoba saja. Indonesia sudah sangat-sangat gawat darurat Narkoba,” ucap Bamsoet.

Demikian juga terhadap kasus penyalahgunaan narkotika jenis shabu yang menyeret pemilik pabrik kertas PT. Putra Daya Perkasa, Gunarto Papan kehadapan Ketua Majelis Hakim Sutedjo Bomonta dibantu Hakim Anggota, Khris Fajar dan Dodong atas kepemilikan narkotika jenis shabu berat bruto 4,84 gram ditambah 1 butir extasi berwarna merah seberat 0,40 gram beserta alat hisap, korek api dan handphone yang menunggu tuntutan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, Fedrik Adhar diharapkan untuk dapat memberikan hukuman setimpal tanpa terkontaminasi dengan sesuatu hal. (Gali)

Berita Sebelumnya:

FORM_HEADER


FORM_CAPTCHA
FORM_CAPTCHA_REFRESH

SURAT KABAR DIALOG

KESEHATAN

Pradi Supriatna Apresiasi Kegiatan Donor…

Depok, hariandialog.com - 13-07-2018 - Wakil Walikota Depok, Pradi Sup...

Kader Jumantik RW.04 Rawajati Rutin Gelar Kegiatan PSN

Kader Jumantik RW.04 Rawajati Rutin Gela…

Jakarta, hariandialog.com - 06-07-2018 - Di Pos Rw. 04 Kel Rawajati ...

TEKNOLOGI

Terpilih Sebagai Lokasi Survey EODB oleh World Bank    DPMPTSP Badung Belajar Pelayanan Publik di Ge
Terpilih Sebagai Lokasi Survey EODB oleh World... Denpasar, hariandialog.com- 9- 7 -2018 - Untuk  meningkatkan kualitas pelayanan publik di Indonesia, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan...

KANTOR PUSAT :
Jl Binawarga No 4 Kalibata, Jakarta Selatan 12750 Telp. (021) 79193461, 92296596; Fax. (021) 7946448
Email: dialog_indonesia@yahoo.com - http://www.hariandialog.com

PERWAKILAN :
• Tanggerang • Serang • Banten • Bekasi • Kerawang • Cibinong • Bogor -Cianjur- Sukabumi • Bandung• Garut • Tasikmalaya•Sumedang• Purwakarta • Cirebon • Majalengka • Indramayu • Semarang • Surabaya • Sidoarjo • Bali • Bima • Bandar Lampung • Lampung Selatan • Lampung Utara • Lampung Barat • Tanggamus • Bangka • Bangka Barat • Pangkal Pinang • Belitung • Jambi• Sumsel • Bengkulu• Lubuk Linggau • Lingga • Batam• Tanjung Pinang • Karimun«Pekan Baru • Padang • Medan • Kabanjahe«Tanahkaro • Deliserdang«Serdang Bedagal• Binjal -Langkat «Labuan Batu •Sibolga-Pematang Slantar»Tarutung.Barus« Makasar-Sulbar-Mamuju •Bolmong«Sorong Papua Barat • P. Sidempuan • Nias • Bengkulu • Tembilahan