Diperiksa Terkait Dugaan Tindak Pidana: Bareskrim Panggil Dirut PT Geo Dipa Enercy

Print

Jakarta , hariandialog.com.- 08-11-2018.  Badan Reserse
Kriminal (Bareskrim)  Mabes Pilri melalui penyidiknya  akan segera
memanggil Direktur Utama (Ditur)  PT Geo Dipa Energy (GDE) Riki
Ibrahim,  terkait laporan dugaan tindak pidana melakukan kegiatan
usaha pertambangan panas bumi tanpa izin di daerah Dieng, Jawa Tengah
dan Patuha, Jawa Barat. "Yah kita akan segera panggil dan periksa  sesuai laporan
pelapor untuk terlapor dalamhal ini Dirut PT GDE" kata Wakil Direktur
Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri, Kombes Pol Daniel
Tahi Monang Silitonga di Jakarta, Rabu.
Kendati demikian, Daniel  tidak merinci kapan rencana
pemeriksaan terhadap orang-orang yang dilaporkan atas kasus ini oleh
PT Bumi Gas Energy (BGE) melalui kuasa hukumnya Bambang Siswanto.
Untuk kasus yang dilaporkan ini penyidik telah memeriksa
mantan Direktur Utama PT Geo Dipa Energy Praktimia Semiawan pada awal
Oktober 2018.
Kuasa hukum PT Bumi Gas Energy, Bambang Siswanto selaku pelapor telah
melaporkan tiga orang yang terkait  kasus ini diantaranya Praktimia
Semiawan (PS), Hidekatsu Mizhusima (HM) dan Hisahiro Takeuchi (HT)
pada 18 Juli 2016.
Laporan dari Bambang Siswanto selaku kuasa hukum dari PT
Bumi Gas Energy  tersebut dengan register  sebagai bukti  tanda
laporan yaitu  nomor: TBL/502/VII/2016/Bareskrim, Juli 2016 dengan
perkara dugaan tindak pidana melakukan kegiatan usaha pertambangan
panas bumi tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 UU Nomor 27
Tahun 2003 tentang Panas Bumi.
Bambang juga anak salah seorang pengacara senior itu
telah mengirimkan surat teguran kepada Direktur Jenderal Energi Baru,
Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi Sumber
Daya Mineral. Dalam surat itu, diungkapkan bahwa  kliennya PT BGE
mempertanyakan ada atau tidaknya izin usaha pertambangan panas bumi
atas nama PT GDE di Dieng dan Patuha.
Sementara Direktur Jenderat EBTKE Kementerian ESDM Rida
Mulyana belum memberikan tanggapan atau penjelasan terkait surat
teguran atau peringatan yang dikirimkan oleh PT Bumi Gas Energi. "Kami
sudah mengirimkan surat teguran atau peringatan sebanyak empat kali,
tapi hingga saat ini belum mendapatkan jawaban dari Dirjen EBTKE
Kementerian ESDM," jelas  Bambang kepada wartawan. (rel/tob).

Berita Sebelumnya: