Hariandialog,Tuesday 11 December 2018, 11:00

Kasus Penjualan Aset BLBI BHS, Kejagung tahan Mantan Kajati Maluku

PDFPrintE-mail

Jakarta. hariandialog.com.-14-11-18- Chuck Suryosumpeno, mantan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Maluku dijebloskan ke Rutan Salemba Cabang Rutan Kejaksaan Agung, Rabu (14/11)  sekitar pukul 17. 30 WIB.

Chuck adalah salah satu tersangka kasus dugaan korupsi dalam penjualan aset berupa lahan seluas 7, 8 hektar milik terpidana kasus BLBI Bank BHS Hendra Rahardja, di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur.

Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) M. Adi Toegarisman menyatakan penahanan terhadap tersangka,,karena sudah cukup alasan subjektif dan objektif. sebagaimana disampaikan tim penyidik."Saya perlu mengingatkan penahanan dan penerapan tersangka dilakukan, karema ada dugaan tindak pidana korupsi dalam menangani aset di Jatinegara," jelasnya.

Selain Chuck, Kejagung juga melakukan penahanan terhadap tersangka lain, yakni Ngalimun dalam kapasitas sebagai Staf Satgassus Barang Rampasan dan Sita Eksekusi, yang diketuai Chuck Suryosumpeno

Bedanya, Ngalimun ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan. Dia ditahan sekitar pukul 16. 30 WIB.

Chuck Suyosumpeno sendiri saat akan memasuki kendaraan tahanan usai diperiksa  sejak pukul 09. 00 WIB tidak mengeluarkan satu katapun. Dia hanya menebar senyum, meski auranya nampak sedikit pucat dan penampilannya agak kurus dari penampilan biasanya.

Isteri Chuck, Retno Kusumastuti menyatakan suaminya tidak menerima satu peserpun dari penjualan aset tersebut dengan gemetar. Tak lama kemudian menetes air mata dari kedua matanya. Ia memilih bungka. Halsama juga dilakukan oleh Ngalimun. Sia namoak pucat dan kurus dikawal petugas Keamanan Dalam (Kamdal) memasuki kendaraan tahanan.

 

Sementara dua tersangka lain dalam kasus dugaan korupsi, yang diduga merugikan negara  sekitar  Rp32 miliar lebih belum ditahan, sebab tidak memenuhi panggilan tim penyidik, hari ini (Rabu)."Kita segera panggil secepatnya," kata Direktur Penyidikan pada Pidana Khusus Warih Sadono yang ikut mendampingi Jampidsus dalam memberikan keterangan tanpa memberi alasan.

Kedua tersangka dimaksud, adalah Zainal Abidin (Notaris) dan Albertus Sugeng Wiyanto (Direktur Umum PT Cakra Sarana Larasati).

Tidak Sesuai Prosedur

Dari rilis Pusat Penerangan Hukum (Puspenkum) Kejagung, Kamis (8/11) dugaan kerugian negara adalah sebesar Rp32, 579 miliar sesuai hasil audit Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Kampianus Roman.

Kasus berawal, 2012 saat Hendra divonis seumur hidup dan membayar uang pengganti Rp1, 950 triliun dan dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi DKI atas peradilan secara in-absentia di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Dalam pelaksanaan eksekusi, Ketua Satgassus Barang Rampasan dan Sita Eksekusi Chuck   ditugaskan untuk melelang aset Hendra Rahardja. Chuck diberi kewenangan membentuk panitia lelang dan melibatkan pejabat struktural Kejaksaam Negeri Jakarta Pusat, dimana barang rampasan teregister.

Lalu, menyerahkan penyelesaian barang rampasan ke bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun), jika dalam proses penyelesaiannya ditemukan atau timbul tuntutan dari pihak lain.

Namun, Chuck tidak melaksanakan tugas dan wewenang tersebut, dalam sita eksekusi dan lelang atas tanah di Jatinegara, Jakarta Timur. Melainkan, melakukan proses persetujuan yang bersifat melepaskan aset itu, dengan cara yang bertentangan dengan tugas dan wewenangnya.

Serta juga bertentangan denga sistem eksekusi dalam hukum pidana, yakni menyetujui penjualan aset diluar putusan pengadilan. Kemudian, bertemu pihak terkait, yang mengklaim sebagai ahli waris Hendra yang menanyakan proses jual-beli tersebut. Chuck meminta para pihak ikut saja, sebab semua ada bagian yang lebih besar.

Setelah itu, terjadi jual beli atas lahan di Jatinegara 7, 8 hektar senilai Rp12 miliar dan dibayar dua tahap. Tahap pertama dibayar Rp6 miliar, sisanya dicicil, tapi yang disetor ke negara hanya Rp2 miliar.

Padahal, harga tanah sesuai Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), 2010 adalah Rp34, 579  miliar.sesuai perhitungan KJPP Kompianis Roman. (ahi)

Berita Sebelumnya:

FORM_HEADER


FORM_CAPTCHA
FORM_CAPTCHA_REFRESH

PILIHAN REDAKSI

Kementan Raih 3 Penghargaan WBK dan 1 WBBM
Kementan Raih 3 Penghargaan WBK dan 1 WBBM Jakarta, hariandialog.com (10/12) - Kementerian Pertanian (Kementan) berhasil meraih penghargaan  zona integritas menuju Wilayah Bebas dari...
Lewat Gempita Ribuan Petani Luwu Utara Diguyur Program Kementan
Lewat Gempita Ribuan Petani Luwu Utara Diguyur...

Luwu Utara, hariandialog.com- ratusan ketua kelompok tani  bersuka...

SURAT KABAR DIALOG

KESEHATAN

Pradi Supriatna Apresiasi Kegiatan Donor…

Depok, hariandialog.com - 13-07-2018 - Wakil Walikota Depok, Pradi Sup...

Kader Jumantik RW.04 Rawajati Rutin Gelar Kegiatan PSN

Kader Jumantik RW.04 Rawajati Rutin Gela…

Jakarta, hariandialog.com - 06-07-2018 - Di Pos Rw. 04 Kel Rawajati ...

TEKNOLOGI

Terpilih Sebagai Lokasi Survey EODB oleh World Bank    DPMPTSP Badung Belajar Pelayanan Publik di Ge
Terpilih Sebagai Lokasi Survey EODB oleh World... Denpasar, hariandialog.com- 9- 7 -2018 - Untuk  meningkatkan kualitas pelayanan publik di Indonesia, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan...

KANTOR PUSAT :
Jl Binawarga No 4 Kalibata, Jakarta Selatan 12750 Telp. (021) 79193461, 92296596; Fax. (021) 7946448
Email: dialog_indonesia@yahoo.com - http://www.hariandialog.com

PERWAKILAN :
• Tanggerang • Serang • Banten • Bekasi • Kerawang • Cibinong • Bogor -Cianjur- Sukabumi • Bandung• Garut • Tasikmalaya•Sumedang• Purwakarta • Cirebon • Majalengka • Indramayu • Semarang • Surabaya • Sidoarjo • Bali • Bima • Bandar Lampung • Lampung Selatan • Lampung Utara • Lampung Barat • Tanggamus • Bangka • Bangka Barat • Pangkal Pinang • Belitung • Jambi• Sumsel • Bengkulu• Lubuk Linggau • Lingga • Batam• Tanjung Pinang • Karimun«Pekan Baru • Padang • Medan • Kabanjahe«Tanahkaro • Deliserdang«Serdang Bedagal• Binjal -Langkat «Labuan Batu •Sibolga-Pematang Slantar»Tarutung.Barus« Makasar-Sulbar-Mamuju •Bolmong«Sorong Papua Barat • P. Sidempuan • Nias • Bengkulu • Tembilahan