Hariandialog,Wednesday 19 June 2019, 05:12

Terungkap Pada Sidang Eddy Sindoro Mantan Sekretaris MA Minta Uang Operasional

PDFPrintE-mail

Jakarta, hariandialog.com - 7-1-19 - Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi Abbduracman terkait pengurusan perkara Lippo Group pernah meminta uang Rp 2 miliar kepada mantan Presiden Komisaris Lippo sekaligus Chairman PT Paramount Enterprise International , Eddy Sindoro.Hal tersebut diungkapkan mantan bagian legal PT Artha Pratama Anugerah Wresti Kristian Hesti dan Presiden Direktur PT Paramount Enterprise International Ervan Adi Nugroho .Ervan dan Hesti bersaksi dalam persidangan terdakwa pemberi suap Eddy Sindoro di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (7/1).

Bersama Hesti dan Ervan , JPU KPK  Abdul Basir menghadirkan mantan staf Hesti , Wawan Sulistiawan , dan Sekretaris Ervan , Vika Andreani.

Wresti Kristian Hesti mengakui bekerja di PT Artha Pratama Anugerah  pada 2013-2016. Hesti sudah mengenal Eddy Sindoro sejak menjadi bos di PT Pasific Utama pada 2008-2009. Hesti mengatakan , sejak lama memang Eddy sudah meminta advice darinya.

Mulanya Eddy memberikan dokumen berkas untuk dibaca , kemudian Hesti membuat ringkasan dan mereferensi siapa lawyer yang bisa menangnai perkara tersebut. Eddy juga pernah menyodorkan berkas perkara niaga antara PT Metropolitan Tirta Perdana (MTP) , anak perusahaan Lippo Group , melawan PT Kwang Yang Motor (PT Kymco) . Perkara PT MTP melawan PT Kymco sehubungan dengan penundaan aanmaning (teguran dari Ketua Pengadilan Negeri ) untuk pelaksanaan eksekusi.

Berikutnya berkas perkara peninjauan kembali niaga PT Across Asia Limited (AAL) melawan PT First Media Tbk , anak perusahaan Lippo Group . Untuk perkara PK ALL tersebut,  Eddy memerintahkan Hesti menghubungi advocat bernama Markus Parmadi , Hesti memastikan PK PK tersebut, yang diajukan ke MA melalui PN Jakpus telah melewati batas waktu.

Hesti juga diminta oleh Eddy dan Ervan Adi Nugroho untuk mengurus perkara sengketa lahan PT Jakarta Baru Cosmopolitan (JBC) , anak perusahaan Lippo Group yang erada di Gading, Serpong, Banten . Guna pengurusan perkara tersebut , Eddy memerintahkan Hesti berkenalan dengan Edy Nasution (kini terpidana ) selaku Panitera/Skretaris (Pansek) PN Jakpus saat itu.

“Saya dapat advice dari –a Eddy Sindoro , kamu kenalan dengan panitera PN Jakpus, jadi kapan-kapan kamu bisa tanya langsung. Saya langsung datang ketemu pak Edy Nasution di PN Jakarta Pusat,” ungkap Hesti dihadapan ketua majelis hakim Haryono PN Tipikor Jakarta.

Dalam praktiknya, rupanya Edy Nasution meminta jatah , Hesti langsung melaporkan kepada Eddy dan Ervan. Dalam proses pengutusan perkara tersebut, terjadi komunikasi antara para pihak melalui sambungan telepon langsung maupun pesan singkat via BlackBerry Messenger (BBM).

Untuk pengurusan penundaan aanmaning , Edy meminta Rp 100 juta.Permintaan itu dilaporkan Hesti kepada Eddy kemudian diminta  agar dibuatkan bukti penerimaan kuitansi . Akhirnya Rp 100 juta dikeluarkan dari kas  PT MTP dengan keterqngan penundssn aanmaning pada Desember 2015.

“Saya minta Wawan ambil  dari pak Hery di kantor MTP di Karawaci , kemudian diserahkan ke Doddy (terpidana Doddy Aryanto Supeno , di vonis 4 tahun),” unkap Hesti.

Hesti melanjutkan, untuk pengajuan PK PT ALL yang melebihi batas waktu rupanya ada pergantian tim kuasa hukum  dari yang lama ke yang baru yakni, Law Firm Cakra & Co . Hesti langsung menghubungi Edy Nasution  untuk pendaftaran . Rupanya, Edy Nasution meminta kesediaan  Rp 500 juta .

JPU lantas membuka percakapan BBM antara Hesti dengan Eddy Sindoro yang terjadi pada Agustus 2015. Pesan  tersebut berisi diantaranya tentang memo yang dibuat Hesti atas perintah Eddy yang ditujukan orang bersandi “N” dan “WU” hingga permintaan uang dari Edy Nasution sebesar  Rp 3 miliar yang turun menjadi Rp 2 miliar  atas penyampaian “WU” . Belakangan Hesti mendapat informasi dari Doddy Aryanto Supeno bahwa orang yang dimaksud “N” atau “WU” adalah Nurhadi Abdurachman  selaku Sekretaris MA . Setelah ringkasan perkara dibuat , Hesti lantas menyerahkannya ke Doddy. Di berkas ringkasan tertulis ditujukan ke “promotor”.

Menurut Doddy, promoor adalah orang yang sama dengan “WU” . “BBM  dari pak Edy Nasution bahwa sesuai permintaan pak WU , sesuai yang disampaikan  ke Pak Edy , Pak WU minta Rp 2 milaiar untuk turnamen tenis seluruh Indonesia. Akhirnya, pak Eddy Sindoro sampaikan hanya bisa Rp 1,5 miliar , Saya sampaikan ke Pak Edy Nasution ,” ungkapnya.

Eddy Sindoro membantah pernah memerintahkan Wresti Kristian Hesti untuk berkenalan dengan Edy Nasution.Eddy juga m3ngklaim tidak pernah memerintahkan Hesti mengurusi perkara PT JBC , penundaan aanmaning PT MTP , hingga PK PT ALL . Bahkan Eddy tetap membantah pernah pernah memerintahkan Hesti memberikan uang kepada Edy Nasution. “Saya enggak pernah perintahkan Hesti memberi sesuatu kepada Pak Edy Nasution,” ungkapnya. (Sim)

 

Berita Sebelumnya:

FORM_HEADER


FORM_CAPTCHA
FORM_CAPTCHA_REFRESH

PILIHAN REDAKSI

PWI Bengkulu Tali Asih Janda Wartawan
PWI Bengkulu Tali Asih Janda Wartawan Bengkulu, hariandialog.com – 3-5-2019 - Bentuk kepedulian terhadap sesama teman se profesi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bengkulu...
Cuti Bersama Idul Fitri 1440 H, Pelayanan Publik di Badung Tetap Buka
Cuti Bersama Idul Fitri 1440 H, Pelayanan Publik...

Denpasar, hariandialog.com - 28-5-2019Berkenaan dengan telah ...

SURAT KABAR DIALOG

KESEHATAN

Gubsu Kunjungi RS USU Kesehatan Jadi Prioritas Utama Kehidupan

Gubsu Kunjungi RS USU Kesehatan Jadi Pri…

Medan hariandialog.com - 6-5-19 - Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), E...

Tinjau UPT Rumah Sakit Pemprov Sumut Wagub Sumut Harapkan Pelayanan Pasien Ditingkatkan

Tinjau UPT Rumah Sakit Pemprov Sumut Wag…

Medan, hariandialog.com -  6-5-19 - Wakil Gubernur Sumatera Utara (S...

TEKNOLOGI

KANTOR PUSAT :
Jl Binawarga No 4 Kalibata, Jakarta Selatan 12750 Telp. (021) 79193461, 92296596; Fax. (021) 7946448
Email: dialog_indonesia@yahoo.com - http://www.hariandialog.com

PERWAKILAN :
• Tanggerang • Serang • Banten • Bekasi • Kerawang • Cibinong • Bogor -Cianjur- Sukabumi • Bandung• Garut • Tasikmalaya•Sumedang• Purwakarta • Cirebon • Majalengka • Indramayu • Semarang • Surabaya • Sidoarjo • Bali • Bima • Bandar Lampung • Lampung Selatan • Lampung Utara • Lampung Barat • Tanggamus • Bangka • Bangka Barat • Pangkal Pinang • Belitung • Jambi• Sumsel • Bengkulu• Lubuk Linggau • Lingga • Batam• Tanjung Pinang • Karimun«Pekan Baru • Padang • Medan • Kabanjahe«Tanahkaro • Deliserdang«Serdang Bedagal• Binjal -Langkat «Labuan Batu •Sibolga-Pematang Slantar»Tarutung.Barus« Makasar-Sulbar-Mamuju •Bolmong«Sorong Papua Barat • P. Sidempuan • Nias • Bengkulu • Tembilahan