Tujuh Terdakwa kasus Mandiri Bebas, Jaksa Agung: Kita akan uji di Kasasi

Print

Jakarta. Hariandialog. Com - Jaksa Agung M. Prasetyo pastikan tim jaksa penuntut umum bakal mengkasasi putusan bebas tujuh terdakwa perkara pembobolan Bank Mandiri CBC Bandung sebesar Rp1, 8 triliun, Senin (7/1).

"Kita akan mengajukan upaya hukum kasasi," katanya menanggapi putusan bebas Pengadilan Tipikor Bandung terhadap Ronu Tedy Dkk, di Kejaksaan Agung, Jumat (11/1).Prasetyo beralasan tim jaksa penuntut umum memiliki keyakinan tentang adanya dugaan praktik tindak pidana korupsi dalam perkara tersebut"Jadi dalam tahapan kasasi ini akan diuji kebenaran dan proses penanganan perkara tersebut,"  tukasnya.Meski demikian, Prasetyo menghormati putusan bebas Pengadilan Tipikor Bandung terhadap tujuh terdakwa kasus korupsi tersebut."Dalam proses hukum, hakim memiliki pandangan lain, Kejaksaan, tentu menghormati putusan tersebut," ujarnya.Kapuspenkum Mukri menambahkan paming lambat, Jumat (11/1) Kejaksaan akan menyatakan secara resmi kepada pengadilan, untuk menyatakan kasasi."Jadi, kita memiliki waktu dua minggu untuk menyusun memori kasasi guna diajukan ke Mahlamah Agung MA)," teramg secara terpisah.Ketujuh terdakwa yang diputus bebas, adalah Roni Tedy (Dirut PT Tirta Amrta Bottking (TAB), Juventius (Head Of Accounting (PT TAB).Lalu, lima terdakwa lain, adalah Poerwintono Poedji Wahyono selaku wholesale credit risk,  Totok Suharto ( pemutus kredit tingkat pertama)Kemudian, Surya Beruna (Commercial Banking Manager) dan  Senior Credit Risk Manager Teguh Kartika Wibowo serta Senior Relation Manager Frans Eduard Zandstra .TIDAK TERBUKTIDalam pertimbangan, majelis hakim  yang dipimpin Martahan Pasaribu, Basari Budi Pardijanto, Lindawati, Tardi dan Judijanto menyebutkan  kelimanya, dalam memberikan kredit, sudah sesuai prosedur.Semua unsur tindak pidana korupsi tidak terbukti. Misalnya, unsur perbuatan melawan hukum dengan menyalahgunakan jabatatan sebagaimana di atur di Pasal 2,3 dan 9 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi No. 31/1999 yang diubah dengan UU No. 20/2001.Lalu, unsur menguntungkan diri sendiri tidak terpenuhi. Unsur menyalahgunakan jabatan dan kewenangan terdakwa tidak terpenuhi.Kasus berawal ketika saat Bank Mandiri CBC Bandung mengucurkan dana kredit investasi dan modal kerja pada PT TAB,  2008. Lalu, dikucurkan kredit  sehingga total kredit yang dikucurkan mencapai Rp 1,1 triliun per 2015.Prakteknya, Rony Tedy dan Juventius dari PT TAB tidak mampu membayar cicilan per bulannya. Bank Mandiri sempat merestrukturisasi utang, namun upaya itupun tetap tidak membuat PT TAB membayar cicilan.Rony Tedy dan Juventius memalsukan laporan keuangan ?PT TAB supaya kredit tersebut dikucurkan.Pada persidangan terpisah, anggota majelis hakim Basari Budi Pardiyanto ?mengatakan dakwaan yang menyebutkan kedua terdakwa memalsukan laporan keuangan untuk mendapat kredit investasi dan modal kerja tidak terbukti. (ahi)

 

Berita Sebelumnya: