Hariandialog,Monday 19 August 2019, 01:40
  • Create an account

Dugaan Makar 7 Jenderal Harus Diperiksa

PDFPrintE-mail

Jakarta, hariandialog.com - Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi Polri yang sudah menjadikan Komisaris Jenderal (Komjen) Purn SJ sebagai tersangka dalam kasus dugaan makar. Penetapan mantan Kapolda Metro Jaya itu sebagai tersangka menunjukkan Polri sangat serius untuk menuntaskan kasus ini.

Selain itu, IPW juga mendesak Polri segera memeriksa tujuh jenderal lainnya yang ikut rapat bersama Sofjan. Mereka adalah Inspektur Jenderal (Irjen) A, Irjen HP, Brigadir Jenderal (Brigjen) SH, Brigjen DS, Brigjen Z, Brigjen ES, dan Brigjen Har. Semuanya purnawirawan Polri. “Jika ketujuh jenderal senior itu ikut terlibat dalam upaya makar, mereka juga harus dijadikan tersangka dan segera ditahan,” tulis Ketua Presidium IPW Neta S Pane dalam rilisnya, Selasa (11/6/2019).

Neta juga mendesak Polri segera menahan SJ agar tidak mempersulit proses penyidikan dan tidak menghilangkan barang bukti, mengingat SJ adalah purnawirawan jenderal polisi senior yang sangat paham liku-liku proses penyidikan.

“Setelah menahan Mayor Jenderal (Purn) TNI Soenarko (mantan Komandan Jenderal Kopassus) dan KZ (mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat atau Kostrad) dengan tuduhan makar, Polri juga harus segera menahan SJ, sehingga Polri tidak dituduh tebang pilih dalam menuntaskan dugaan kasus makar,” jelasnya.

Menurut Neta, dalam menuntaskan kasus makar, Polri harus lebih dulu membersihkan internalnya agar upaya penegakan hukum yang sedang dilakukan kepolisian tidak digerogoti atau direcoki dari dalam, terutama dari para purnawirawan yang masih punya akses ke internal penyidik Polri.

Artinya, tegas Neta, setelah menjadikan SJ sebagai tersangka, Polri perlu memeriksa tujuh jenderal purnawirawan lainnya yang “ikut” bersama SJ. “Setelah itu, Polri perlu menelusuri apakah ada jenderal aktif atau perwira aktif di tubuh Polri yang ikut mendukung gerakan yang dilakukan Sofjan. Jika ada, pembersihan harus segera dilakukan agar keterlibatan mereka tidak menjadi duri dalam daging bagi Polri dalam melakukan upaya penegakan hukum terhadap para tersangka makar maupun pelaku kerusuhan 22 Mei 2019 lainnya,” papar Neta.

Penetapan SJ yang juga Ketua Umum Gerakan Rakyat Adil Makmur (Gerram) sebagai tersangka makar dilakukan setelah penyidik melakukan gelar perkara. Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menjelaskan SJ sebelumnya dilaporkan warga ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Kasus ini kemudian dilimpahkan ke Polda. Namun Argo tidak menjelaskan siapa warga yang melaporkan Sofjan itu.

Argo menyebut SJ ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan makar atas ucapannya di dalam sebuah video yang beredar viral di media sosial. Selain SJ, Argo menyebut ada beberapa ‘kelompok’ yang melakukan kasus yang serupa.

“Ucapan, ada yang ucapan berupa video ada juga di sana. Tentunya ada berbagai macam kelompok yang melakukan kegiatan makar di situ. Nah, itu sedang kita lakukan pemeriksaan saksi yang lain di situ,” jelasnya, Senin (10/6).

Argo tidak menjelaskan soal video yang dimaksud. Namun, menurutnya, penyidik telah memiliki bukti-bukti cukup untuk menetapkan Sofyan sebagai tersangka. “Tentunya penyidik sudah lebih paham, lebih tahu dia sudah mengumpulkan, namanya sudah menetapkan sebagai tersangka berarti sudah memenuhi unsur di sana,” sambungnya.

Tidak itu saja, polisi mendalami aliran dana Habil Marati (HM) terkait rencana pembunuhan terhadap empat tokoh nasional. Polisi menyebut HM memberi uang SGD 15 ribu ke Kivlan Zen untuk pembelian senjata api.

“Ya, itu sedang kita dalami. Yang jelas, penyidik sudah menyita alat komunikasi, sudah menyita aliran dana dan lain-lain,” kata Kepala Divisi (Kadiv) Humas Mabes Polri Irjen Muhammad Iqbal di Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (11/6).

Dalam rencana pembunuhan terhadap empat tokoh nasional, HM yang juga mantan anggota DPR RI dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini berperan sebagai pemberi uang sebanyak SGD 15 ribu (sekitar Rp 150 juta) kepada KZ. KZ lalu mencari eksekutor dan memberi target pembunuhan empat tokoh nasional, yaitu Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal (Pol) Budi Gunawan, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, dan Staf Khusus Kepresidenan Komjen Gories Mere. Ada juga Yunarto Wijaya, bos lembaga survei Charta Politika.

Selain itu, HM memberikan uang Rp 60 juta kepada H Kurniawan alias Iwan. Meski demikian, polisi masih mendalami peran HM lebih dalam. Polisi menyebut peran lengkap HM dan siapa-siapa saja dalang rusuh 22 Mei akan makin terang. “Itulah teknis, taktik, strategi penyidik. Kita belum bisa sampaikan di sini, tunggu saja ini akan semakin terang,” kata Iqbal.

HM sudah ditangkap di rumahnya di kawasan Pondok Indah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Rabu (29/5). HM sudah ditetapkan sebagai tersangka. Saat menangkap, polisi menyita handphone yang digunakan HM untuk berkomunikasi. Ada pula print out rekening bank yang disita.

Sementara itu, kuasa hukum KZ , Muhammad Yuntri, merespons pemaparan polisi terkait keterlibatan kliennya dalam kasus tuduhan makar hingga perencanaan empat tokoh nasional. Kuasa hukum merasa polisi tak menghargai asas praduga tak bersalah semenjak kliennya ditangkap. (tim)

Berita Sebelumnya:

FORM_HEADER


FORM_CAPTCHA
FORM_CAPTCHA_REFRESH

SURAT KABAR DIALOG

KESEHATAN

BUPATI TERIMA PENGHARGAAN HARGANAS TINGK…

Grobogan, hariandialog.com- (6/7) Bupati Grobogan Hj. Sri Sumarni, SH,...

Di Kabupaten Badung Tiap Bulan  Ditemukan 36 Kasus HIV/AIDS

Di Kabupaten Badung Tiap Bulan Ditemuka…

Denpasar, hariandialog.com – 26-6-19 - Di Kabupaten Badung ada  kece...

TEKNOLOGI

Ombudsman Dorong Pemkab Badung Tingkatkan Inovasi Pelayanan Publik
Ombudsman Dorong Pemkab Badung Tingkatkan Inovasi... Denpasar, hariandialog.com - 2-8-2010 - Asisten Ombudsman RI (ORI) Unit Kerja Khusus  Reformasi dan Transformasi Kelembagaan ( UKKRTK ) Perwakilan...
Kab. Badung Masuk Nominasi Peraih Anugerah Iptek dan Inovasi Nasional 2019
Kab. Badung Masuk Nominasi Peraih Anugerah Iptek...

Denpasar, hariandialog.com - 30-8-2019 - Kabupaten Badung masuk nominasi...

KANTOR PUSAT :
Jl Binawarga No 4 Kalibata, Jakarta Selatan 12750 Telp. (021) 79193461, 92296596; Fax. (021) 7946448
Email: dialog_indonesia@yahoo.com - http://www.hariandialog.com

PERWAKILAN :
• Tanggerang • Serang • Banten • Bekasi • Kerawang • Cibinong • Bogor -Cianjur- Sukabumi • Bandung• Garut • Tasikmalaya•Sumedang• Purwakarta • Cirebon • Majalengka • Indramayu • Semarang • Surabaya • Sidoarjo • Bali • Bima • Bandar Lampung • Lampung Selatan • Lampung Utara • Lampung Barat • Tanggamus • Bangka • Bangka Barat • Pangkal Pinang • Belitung • Jambi• Sumsel • Bengkulu• Lubuk Linggau • Lingga • Batam• Tanjung Pinang • Karimun«Pekan Baru • Padang • Medan • Kabanjahe«Tanahkaro • Deliserdang«Serdang Bedagal• Binjal -Langkat «Labuan Batu •Sibolga-Pematang Slantar»Tarutung.Barus« Makasar-Sulbar-Mamuju •Bolmong«Sorong Papua Barat • P. Sidempuan • Nias • Bengkulu • Tembilahan