Hariandialog,Wednesday 17 July 2019, 11:17

Koordinator MAKI Desak Pati Polri Ikut Seleksi Capim KPK

PDFPrintE-mail

Jakarta, hariandialog.com.- 21-06-2019. –  Koordinator
Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman,  meminta
seluruh Perwira Tinggi (Pati) Polri untuk ikut seleksi  calon pimpinan
(capim) KPK periode 2019-2023. “Jadi jangan dibatasi. Silakan
sebanyak-banyaknya,” kata Boyamin.

Boyamin menyampaikan asesmen internal di tubuh Polri
sifatnya hanya untuk memverifikasi data-data tentang kandidat, seperti
yang dilakukan di Kejaksaan Agung.
“Kalau yang mendaftar itu sudah perwira tinggi, ya sudah diloloskan
saja (di internal Polri). Biarkan seleksi alami terjadi di Pansel yang
dibentuk pemerintah,” kata Boyamin kepada wartawan, Jumat kemarin.
Dia menilai asesmen di internal Polri hanya bersifat
formalitas administratif. Sebab, kata dia, yang akan diajukan
mengikuti seleksi Capim KPK sudah perwira tinggi atau sudah mendapat
bintang (jenderal). “Untuk mendapatkan bintang (jenderal) itu, kan
bukan sesuatu yang jatuh dari langit. Mereka sudah teruji. Kalau sudah
perwira tinggi, loloskan saja semuanya. Beri catatan kariernya dan
dilampirkan. Nanti Pansel bisa menilainya dari situ,” jelasnya.
Langkah meloloskan semua Pati yang ingin mengikuti seleksi
Capim KPK, menurutnya, justru akan menepis dugaan berbagai pihak
tentang adanya Pati Polri titipan untuk dicalonkan menjadi pimpinan
KPK. Sebab, kata dia, semua kandidat diberi kesempatan yang sama untuk
mengikuti seleksi Capim KPK. “Toh, nanti Pansel yang akan melakukan
seleksi,” ujarnya.
Menanggapi pro kontra rekomendasi sembilan nama perwira
tinggi (Pati) Polri di bursa calon pimpinan (capim) KPK periode
2019-2023, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri
Brigjen Pol. Dedi Prasetyo ikut angkat bicara.
Menurutnya, sembilan nama perwira tinggi (Pati) Polri yang
telah beredar luas di tengah masyarakat belum bersifat final. Jumlah
Pati yang mengajukan diri untuk mengikuti seleksi calon pimpinan
(Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu menurutnya masih bisa
bertambah atau berkurang. "Polri masih punya waktu hingga 4 Juli
mendatang untuk diserahkan ke Pansel KPK,” kata Dedi saat dihubungi,
Jumat (21-06-2019).
Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu menyampaikan
penegasan tersebut untuk menanggapi reaksi pro kontra publik, karena
nama sejumlah Pati Polri yang dinilai publik memiliki integritas serta
berprestasi di bidang pemberantasan korupsi tidak masuk dalam daftar
tersebut.

Untuk menepis dugaan negatif dari bebagai kalangan terhadap
penjaringan tersebut, kata Dedi, Mabes Polri masih membuka kesempatan
kepada para Pati lainnya yang berminat mendaftar untuk mengikuti
seleksi Capim KPK. "Apabila masih ada yang berminat dan memenuhi
persyaratan, dalam hal ini Pati Polri, dipersilakan,” ujarnya.
Dedi mengatakan semua Pati yang telah mendaftar akan
mengikuti asesmen di internal Polri untuk meneliti kelengkapan
administrasinya. “Personel yang memenuhi syarat akan diberikan
rekomendasi dari lembaga (Mabes Polri) guna mengikuti pendaftaran di
Pansel KPK,” ungkapnya.
Terpisah, Direktur Institute for Security and Strategic
Studies (IseSS) Khairul Fahmi menyarankan agar Mabes Polri tidak
membatasi jumlah Pati yang akan mengikuti seleksi Capim KPK. Menurut
dia, panitia seleksi (Pansel) yang dibentuk pemerintah lebih kompeten
dan kredibel melakukan seleksi terhadap para Capim KPK. “Polri jangan
membatasi peluang bagi publik dan Pansel untuk mendapatkan
pimpinan-pimpinan KPK terbaik nantinya,” ujar Fahmi.
Jika ingin berkontribusi terhadap upaya pemberantasan korupsi
yang lebih baik pada masa mendatang, menurut Fahmi, Mabes Polri
sebaiknya menyerahkan mekanisme rekrutmen itu ke Pansel KPK dengan
tidak melakukan asesmen sendiri. “Jika asesmen itu dilalukan Polri,
saya khawatir akan banyak kelemahan. Bahkan, justru akan membatasi
figur-figur terbaik Polri untuk berkompetisi,” tutur Fahmi.
Bahkan, menurutnya, Mabes Polri akan malu jika kandidat yang
direkomendasikan tidak memenuhi kualifikasi yang diharapkan Pansel
KPK. “Jika terpaksa diloloskan, yang rugi masyarakat dan negara dalam
konteks pemberantasan korupsi yang lebih baik," ungkapnya.
Fahmi justru menyarankan agar Mabes Polri membatalkan
asesmen internal tersebut untuk menghindari tuduhan negatif terhadap
seleksi yang dilakukan Mabes Polri. “Serahkan saja sepenuhnya kepada
Pansel KPK, toh mereka yang mempunyai mekansme yang baik dalam
men-tracking profil-profil Polri yang ikut seleksi calon pimpinan
KPK,” jelasnya. (dbs/far).

 

Berita Sebelumnya:

FORM_HEADER


FORM_CAPTCHA
FORM_CAPTCHA_REFRESH

PILIHAN REDAKSI

Silahturahmi Insan Pers Gubsu dan Wagub Batal, Staf Humas dan Wartawan Berjoget Ria
Silahturahmi Insan Pers Gubsu dan Wagub Batal,... Medan,hariandialog.com- Silahturahmi yang digelar Biro Humas Sekdaprovsu Gubernur dan Wakil Gubenur Sumut batal. Pasalnya acara yang dikemas di...

SURAT KABAR DIALOG

KESEHATAN

BUPATI TERIMA PENGHARGAAN HARGANAS TINGK…

Grobogan, hariandialog.com- (6/7) Bupati Grobogan Hj. Sri Sumarni, SH,...

Di Kabupaten Badung Tiap Bulan  Ditemukan 36 Kasus HIV/AIDS

Di Kabupaten Badung Tiap Bulan Ditemuka…

Denpasar, hariandialog.com – 26-6-19 - Di Kabupaten Badung ada  kece...

TEKNOLOGI

Bupati: Membangun Badung untuk Membahagiakan Masyarakat
Bupati: Membangun Badung untuk Membahagiakan... Denpasar, hariandialog.com - 1-7-19 - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Wabup. I Ketut Suiasa dan Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa bertatap...

KANTOR PUSAT :
Jl Binawarga No 4 Kalibata, Jakarta Selatan 12750 Telp. (021) 79193461, 92296596; Fax. (021) 7946448
Email: dialog_indonesia@yahoo.com - http://www.hariandialog.com

PERWAKILAN :
• Tanggerang • Serang • Banten • Bekasi • Kerawang • Cibinong • Bogor -Cianjur- Sukabumi • Bandung• Garut • Tasikmalaya•Sumedang• Purwakarta • Cirebon • Majalengka • Indramayu • Semarang • Surabaya • Sidoarjo • Bali • Bima • Bandar Lampung • Lampung Selatan • Lampung Utara • Lampung Barat • Tanggamus • Bangka • Bangka Barat • Pangkal Pinang • Belitung • Jambi• Sumsel • Bengkulu• Lubuk Linggau • Lingga • Batam• Tanjung Pinang • Karimun«Pekan Baru • Padang • Medan • Kabanjahe«Tanahkaro • Deliserdang«Serdang Bedagal• Binjal -Langkat «Labuan Batu •Sibolga-Pematang Slantar»Tarutung.Barus« Makasar-Sulbar-Mamuju •Bolmong«Sorong Papua Barat • P. Sidempuan • Nias • Bengkulu • Tembilahan