Nasionalisme Meluntur, Dewan Minta Pemerintah Peduli?

Print

Bengkulu, hariandialog.com - 7-8-17 - Tergerusnya rasa nasionalisme dikalangan anak-anak muda dan masyarakat umum saat ini menimbulkan keprihatinan semua pihak termasuk anggota dewan Provinsi. Dikatakan politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Provinsi Bengkulu H.Edi Sunandar. Sebagai bangsa besar bangsa Indonesia harus menanamkan selalu rasa nasionalisme didalam hati setiap anak bangsa. Apalagi menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 72 tahun 2017, rasa nasionalisme yang semakin luntur menjadi tanggung jawab pemerintah agar peduli dan kembali memasyarakatkan rasa nasionalisme dikalangan anak muda dan masyarakat luas.

“Menjelang HUT RI ke 72 tahun 2017 ini kita dihadapkan pada kenyataan bahwa rasa nasionalisme sudah bergeser dan ini menimbulkan keprihatinan kita semua. Pemerintah diharapkan ikut perduli,” ujar politisi Nasdem Edi Sunandar.

Ia mengkritik Pemerintah Kabupaten/Kota dan provinsi yang tidak mampu mengarahkan generasi muda untuk peduli dan membangkitkan rasa nasionalisme yang tergerus zaman. Bagaimana agar msyarakat luas memahami dan menanamkan rasa nasionalisme dalam kehidupan sehari-hari.

Diungkap Edi Sunandar bahwa partai Nasdem secara kepartaian sudah menanamkan rasa nasionalisme dikalangan anak-anak muda dengan kegiatan bela negara. Menjelang peringatan HUT RI ke 72 tahun 2017 ini, Nasdem Dapilnya di Kabupaten Kepahiang menggelar sejumlah kegiatan bagi anak muda dan masyarakat pinggiran.  Menggelar sejumlah lomba bagi masyarakat menengah ke bawah yang mungkin awam terhadap apa arti nasionalisme.  Secara khusus pihaknya dengan mengadakan sejumlah lomba-lomba seperti lagu daerah agar ada rasa kepedulian dalam rangka memperingati hari kemerdekaan.

Disesalkannya pemerintah harusnya peduli bahwa kegiatan-kegiatan masyarakat dalam memeriahkan hari kemerdekaan dengan kegiatan yang bisa memunculkan rasa nasionalisme membutuhkan dana. Namun kenyataannya Pemkab/Pemkot dan Pemprov anggaran yang ada untuk kegiatan kemasyarakatan dan sosial dipersulit untuk dikucurkan bagi warga yang mengajukan proposal untuk  kegiatan Hut Kemerdekaan RI. Padahal dewan provinsi, Kabupaten dan Kota sudah mengalokasikan anggaran untuk kegiatan tersebut, namun oknum pemerintah mempersulit untuk mengucurkan bagi proposal kegiatan Hut RI atau kegiatan sosial lainnya. Sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk mengarahkan generasi muda untuk menanamkan rasa nasionalisme dengan kegiatan namun pemerintah harus mendukung pendanaan kegiatan tersebut dan bukan menahan anggaran yang sudah ada. Padahal masyarakat sangat optimis merayakan Hut kemerdekaan dengan berbagai kegiatan meski harus meminta sumbangan sana sini, padahal anggaran besar di Pemerintahan hanya mengendap dan dipersulit jika untuk kegiatan kemasyarakatan seperti Hut Kemerdekaan RI. (hasanah)

Berita Sebelumnya: