Hariandialog,Friday 15 December 2017, 04:08

Korban Dibuat Menangis: Terdakwa Poni Kerta Wijaya hanya Dituntut 1 Tahun Penjara

PDFPrintE-mail

Jakarta,hariandialog.com - 2-12-17 - Mendengar terdakwa Poni Kerta Wijaya hanya dituntut 1 tahun penjara, korban Yanti seakan tak percaya dan meneteskan air mata. Kepada wartawan usai persidangan pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, baru-baru ini, Yanti dengan berlinang air mata dan geleng-geleng kepala mengatakan: Tuntutan hanya 1 tahun, padahal saya ditipu sebesar Rp 5,5 miliar. Ada apa? Kata Yanti.

Perlu diketahui, memang sejak dimulainya persidangan atas terdakwa Poni Kerta Wijaya yang didakwa melakukan penipuan seperti diatur dalam Pasal 378 KUHP, terdakwa tidak dilakukan tahanan Negara. Hal itulah yang mengundang rasa tanya korban, dan merasa juga bahwa terdakwa Poni Kerta Wijaya mendapat perlakuan istimewa dari pihak Kejaksaan.

Perbuatan penipuan yang menjadikan Poni Kerta Wijaya sebagai terdakwa, berawal pada sekitar Maret 2014. Dimana terdakwa mendatangi rumah korban (bertetangga)  di Perumahan Mension Pesing Jakarta Barat. Terdakwa mengajak korban Awie dan Yanti ( suami dan istri) untuk kerja sama membuat bermacam tas. Untuk itu korban memberikan dana Rp 10 miliar, dengan keuntungan 20 persen perbulannya, sesuai dengan apa yang dijanjikan oleh terdakwa.

“Menurut keterangan saksi korban Awie dan Yanti (suami isteri) dalam persidangan, satu dua bulan terdakwa memberikan 20 persen sesuai yang dijanjikan. Namun setelah itu, terdakwa tidak ada niat baik karena tidak memberikan keuntungan 20 persen seperti dijanjikan oleh terdakwa sendiri.” Demikian kedua saksi bersaksi di persidangan.

Namun dalam dakwaan, bahwa kerugian kedua korban diterangkan hanya Rp 5,5 miliar, dan hal itulah yang sering dipertanyakan korban. Alasannya, kedua korban mengalami kerugian Rp 10 miliar, bukan seperti jumlah yang didakwakan.

Atas perbuatan itu Jaksa Penuntut Umum Pengganti Heri Wiyoko menuntut terdakwa hanya satu tahun penjara.

Melihat kenyataan itulah yang menjadikan Yanti meradang. “Sudah kerugian kami seharusnya Rp 10 miliar, dan didakwaan dikatakan Rp 5,5 miliar, eh! Ternyata terdakwa yang sejak diadili tidak dilakukan penahanan, cuma dituntut 1 tahun penjara. Ada apa ini semua? Seharusnya tuntutan itu bukan berpihak kepada terdakwa, tetapi kepada korban karena kehadiran Jaksa baik itu insitusinya adalah mewakili korban. Nyatanya dituntut rendah, gimana saya tidak sedih dan menangis serta gondok,” kata Yanti terisak-isak kepada wartawan, usai pembacaan tuntuntan.

Majelis menunda persidangan sepekan lamanya untuk meberikan kesempatan kepada terdakwa dalam membacakan pembelaannya. (Ed/Het)

Berita Sebelumnya:

FORM_HEADER


FORM_CAPTCHA
FORM_CAPTCHA_REFRESH

PILIHAN REDAKSI

Kombes Pol Sri Suari Wahyudi:  Jangan Takut Melaporkan Tindak Pidana
Kombes Pol Sri Suari Wahyudi: Jangan Takut... Jakarta, hariandialog.com - 12-112-2017 - “Setiap warga Negara diperkenankan melaporkan bila mengetahui adanya tindak pidana. Jadi jangan takut...
PWI Selenggarakan Anugerah Jurnalistik Adinegoro
PWI Selenggarakan Anugerah Jurnalistik Adinegoro

Jakarta, hariandialog.com - 28-11-2017 – Persatuan Wartawan Indonesia...

SURAT KABAR DIALOG

KESEHATAN

Dinkes DKI Jakarta: Terbitkan Sanksi Bu…

Jakarta, hariandialog.com - 25-09-2017 - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI ...

Safari KB untuk Menekan Angka Kelahiran

Safari KB untuk Menekan Angka Kelahiran

Tangerang, hariandialog.com - 11-9-17 - PBMKB Kota Tangerang bekerja...

TEKNOLOGI

Terapkan E-learning:    Pemprov Bali Jajaki Kerjasama Penyedia Jasa Aplikasi Quipper Indonesia
Terapkan E-learning: Pemprov Bali Jajaki... Denpasar, hariandialog.com - 4-12-2017 - Dalam rangka penerapan e-learning bidang pendidikan, Pemrov. Bali menjajaki kemungkinan  bekerjasama...
SMK Pancasila Purwodadi Ciptakan Sumber Energi Alternatif
SMK Pancasila Purwodadi Ciptakan Sumber Energi...

Grobogan,hariandialog.com – 18-9-2017 - SMK Pancasila Purwodadi yang...

KANTOR PUSAT :
Jl Binawarga No 4 Kalibata, Jakarta Selatan 12750 Telp. (021) 79193461, 92296596; Fax. (021) 7946448
Email: dialog_indonesia@yahoo.com - http://www.hariandialog.com

PERWAKILAN :
• Tanggerang • Serang • Banten • Bekasi • Kerawang • Cibinong • Bogor -Cianjur- Sukabumi • Bandung• Garut • Tasikmalaya•Sumedang• Purwakarta • Cirebon • Majalengka • Indramayu • Semarang • Surabaya • Sidoarjo • Bali • Bima • Bandar Lampung • Lampung Selatan • Lampung Utara • Lampung Barat • Tanggamus • Bangka • Bangka Barat • Pangkal Pinang • Belitung • Jambi• Sumsel • Bengkulu• Lubuk Linggau • Lingga • Batam• Tanjung Pinang • Karimun«Pekan Baru • Padang • Medan • Kabanjahe«Tanahkaro • Deliserdang«Serdang Bedagal• Binjal -Langkat «Labuan Batu •Sibolga-Pematang Slantar»Tarutung.Barus« Makasar-Sulbar-Mamuju •Bolmong«Sorong Papua Barat • P. Sidempuan • Nias • Bengkulu • Tembilahan