Dana Bergulir LPDB-KUMKM Dukung Sukses Ekspor Tuna Nelayan Aceh

Banda Aceh, hariandialog.com – Bukan rahasia lagi kalau Provinsi Aceh menjadi salah satu penghasil tuna berkualitas ekspor di Indonesia. Terutama untuk tuna jenis sirip kuning hasil tangkapan nelayan lokal ini, menjadi idola untuk pasar mancanegara.

Besarnya permintaan kebutuhan akan ikan tuna dari manca negara, menjadikan tantang bagi kalangan nelayan di Tanah Air. Tercatat hingga tahun 2017, Indonesia menghasilkan 198.132 ton ikan tuna senilai 659,9 juta dolar AS.

Peluang ekspor ikan tuna inilah, membuat kalangan nelayan di Aceh ingin meningkatkan pendatapan mereka, melalui ekspor hasil tanpakan  ikan tuna mereka ke mancanegara. Namun sayang mereka terkendala akan permodalan, apalagi lembaga bank juga sulit diakses karena memang perikanan menjadi sektor yang berisiko besar.

Kondisi itulah yangh dialami oleh Muslim, nelayan lokal yang mencoba menjadi pengusaha ekspor ikan ke berbagai  negara memanfaatkan sumber kekayaan akan hasil laut di Provinsi Aceh.

Semula Muslim yang memiliki usaha UD Nagata Tuna di Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam, merintis usahanya sejak pasca bencana tsunami Aceh beberapa tahun silam dengan mengolah lobster yang dipasarkan ke Kota Medan saja.

Beriring dengan permintaan pasar,  ikan tunapun menjadi komoditas utamanya, apalagi pada saat itu ada kesempatan untuk memasarkannya ke Singapura dan Malaysia.

Nagata Tuna awalnya hanya mengolah lobster yang dipasarkan ke Kota Medan. Beriring dengan permintaan pasar, ikan tuna menjadi komoditas utamanya, apalagi pada saat itu ada kesempatan untuk memasarkannya ke Singapura dan Malaysia.

Untuk meningkatkan  ekspor ikan tuna, Muslim mengaku sempat terkendala akan permodalan. "Pada saat itu kami butuh dana, dan bank tidak mempercayai kita, karena bank disini belum percaya dengan perikanan" ungkap Muslim.

Di tengah sulitnya akses modal tersebut, Muslim mendapat tawaran untuk mengakses dana bergulir LPDB-KUMKM.  Ayah lima anak ini, mengaku tertarik memanfaatkan pinjaman dana bergulir  LPDB-KUMKM, karena imbal jasa yang murah, yakni hanya lima persen per tahun menurun.

"Jadi saya dengar, ada dana bergulir LPDB, bunganya ringan, jadilah saya ajukan proposal usaha ini ke Jakarta," ujar Muslim.

Selain itu dalam prosesnya pengajuannya, Muslim merasakan LPDB tidak hanya sekadar memberikan permodalan saja namun juga pembinaan, terbukti kini administrasi yang dilakukan sudah lebih rapi dan lengkap dibandingkan sebelumnya.

"LPDB buat saya sangat profesional, tadinya kami tulis pembelian ikan di sobekan kardus rokok, sekarang sudah tertib administrasi, semua diketik menggunakan komputer," jelas Muslim, yang mengenang  proses awal pengajuan dana bergulir LPDB.

Kini Nagata Tuna tidak lagi dijauhi oleh perbankan, justru kini bank turun gunung menawarkan modal ke kantornya yang terletak di Desa Punge Blang Cut. "Berkat dulu berbagi pengalaman dengan LPDB, kini orang bank kaget melihat administrasi kami yang sudah rapi dan lengkap, padahal dulu bank menolak kami" papar Muslim pula.

Muslim menceritakan kalau   UD Nagata Tuna miliknya, mendapatkan dana bergulir LPDB sebesar Rp 1 miliar dan memanfaatkannya untuk pembuatan Air Blast Freezer (pembekuan ikan) kapasitas 4 ton dan Cold Storage (penyimpanan ikan) kapasitas 50 ton. Bahkan untuk bulan Maret ini Nagata Tuna telah mengolah ikan tuna mencapai lebih dari 200kg dan ikan lainnya berkisar 40-60 ton.

Produktivitas yang meningkat ini pula yang memberikan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Dari awal hanya 3 pegawai termasuk Muslim, kini memiliki 10 pegawai ditambah tenaga kerja lepas harian yang mencapai 30 orang.

"Sejak adanya Cold Storage itu, semakin berani kami terima ikan lebih banyak, hingga akhirnya tenaga kerja pun kita tambah, supaya dapat memproses lebih cepat, bahkan bisa mencapai 30 orang totalnya jika ikan yang diterima banyak agar tetap terjaga kesegarannya," jelas Muslim.

Kualitas ikan pun menjadi perhatian Muslim, karena untuk ekspor terutama ke Jepang, Nagata Tuna menyeleksi ikannya yang berkualitas grade A. Pihaknya harus menjaga kualitas ekspor ikan tuna tersebut,  mulaiu dari prose pengolahan ikan,  pemotongan dan packing dilakukan secara profesional dengan quality control yang ketat

"Kami harus menjaga kualitas ikan ini, karena ekspor maka harus Grade A. Makanya kami lakukan kontrol yang ketat," Kata Muslim sambil memperlihatkan sertifikat dan penghargaan yang telah diraihnya.

Muslim merasakan dengan adanya dana bergulir  LPDB ini dapat membantu meningkatkan produktivitasnya. Karena produktivitas yang didorong tentu akan menyerap tenaga kerja dan meningkatkan aset serta omzet dari usahanya ini.

Muslim menambahkan untuk tahun 2018 ,agata Tuna memiliki omzet menembus angka Rp 5 miliar dengan pasar domestik dan juga luar negeri atau ekspor.

Sejalan dengan sukses usaha  ekspor ikan tuna yang dijalaninya,  Muslim mengaku dirinya tetap menjaga hubungan yang erat  denga para nelayan setempat, dengan pendekatan kekeluargaan. Selain itu Nagata Tuna juga turut memberikan pelatihan bagi rekan nelayan mereka,  baik yang memasok ikan ataupun tidak, agar dapat menjaga ikan tetap segar selama di kapal menuju tempat pengolahan.

"Kami lakukan pendekatan sosial, jika ada yang sakit kami tengok, lalu ada anaknya di rumah kami belikan buah, dan seperti tahun lalu kami berikan pelatihan gratis tentang pengolahan ikan selama di kapal sampai tiga kali dari teori sampai praktek di atas kapal," tandas Muslim.

Muslimpun   berharap dengan adanya pendekatan ini akan menguatkan kebersamaan, terutama sesama orang Aceh, karena era globalisasi ini jika tidak bersama-sama akan kalah dengan pendatang yang memiliki modal lebih besar dan juga sumber daya manusia lebih modern.

Bapak berusia 50 tahun itu berharap LPDB agar dapat memberikan fasilitas permodalan kepada pelaku usaha lain di Aceh dan Indonesia, khususnya mereka yang membutuhkan dan layak diberikan.

“LPDB juga perlu lakukan sosialisasi ke daerah-daerah yang tidak hanya di kota besar saja, terutama di Aceh untuk memberikan informasi ke pelosok desa. Saya harap LPDB kedepan dapat semakin maju, dan membantu pelaku usaha di Indonesia, khususnya di Aceh," tutup Muslim

Sekadar diketahui, LPDB-KUMKM yang merupakan satuan kerja dari Kementerian Koperasi dan UKM, hingga kini telah menyalurkan Rp 8,5 triliun kepada satu juta lebih pelaku usaha di Indonesia. Untyuk tahun 2019 target penyaluran LPDB sebesar Rp 1,5 triliun yang akan disalurkan menggunakan skim konvensional Rp 975 miliar dan skim syariah Rp 525 miliar.  (rizal)

Berita Sebelumnya:

FORM_HEADER


FORM_CAPTCHA
FORM_CAPTCHA_REFRESH

PILIHAN REDAKSI

Silahturahmi Insan Pers Gubsu dan Wagub Batal, Staf Humas dan Wartawan Berjoget Ria
Silahturahmi Insan Pers Gubsu dan Wagub Batal,... Medan,hariandialog.com- Silahturahmi yang digelar Biro Humas Sekdaprovsu Gubernur dan Wakil Gubenur Sumut batal. Pasalnya acara yang dikemas di...

SURAT KABAR DIALOG

KESEHATAN

BUPATI TERIMA PENGHARGAAN HARGANAS TINGK…

Grobogan, hariandialog.com- (6/7) Bupati Grobogan Hj. Sri Sumarni, SH,...

Di Kabupaten Badung Tiap Bulan  Ditemukan 36 Kasus HIV/AIDS

Di Kabupaten Badung Tiap Bulan Ditemuka…

Denpasar, hariandialog.com – 26-6-19 - Di Kabupaten Badung ada  kece...

TEKNOLOGI

Bupati: Membangun Badung untuk Membahagiakan Masyarakat
Bupati: Membangun Badung untuk Membahagiakan... Denpasar, hariandialog.com - 1-7-19 - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Wabup. I Ketut Suiasa dan Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa bertatap...

KANTOR PUSAT :
Jl Binawarga No 4 Kalibata, Jakarta Selatan 12750 Telp. (021) 79193461, 92296596; Fax. (021) 7946448
Email: dialog_indonesia@yahoo.com - http://www.hariandialog.com

PERWAKILAN :
• Tanggerang • Serang • Banten • Bekasi • Kerawang • Cibinong • Bogor -Cianjur- Sukabumi • Bandung• Garut • Tasikmalaya•Sumedang• Purwakarta • Cirebon • Majalengka • Indramayu • Semarang • Surabaya • Sidoarjo • Bali • Bima • Bandar Lampung • Lampung Selatan • Lampung Utara • Lampung Barat • Tanggamus • Bangka • Bangka Barat • Pangkal Pinang • Belitung • Jambi• Sumsel • Bengkulu• Lubuk Linggau • Lingga • Batam• Tanjung Pinang • Karimun«Pekan Baru • Padang • Medan • Kabanjahe«Tanahkaro • Deliserdang«Serdang Bedagal• Binjal -Langkat «Labuan Batu •Sibolga-Pematang Slantar»Tarutung.Barus« Makasar-Sulbar-Mamuju •Bolmong«Sorong Papua Barat • P. Sidempuan • Nias • Bengkulu • Tembilahan