Bupati Gunting Pita Resmikan Jembatan

Karawang,hariandialog.com – Rangkaian kegiatan peringatan hari jadi Karawang ke 380 pada 14 September merupakan puncak acara dari rangkaian kegiatan meliputi Sidang Istimewa Paripurna DPRD.

 

Dinas Ciptakarya Dinilai Tak Profesional, Sampah Berserakan

Grobogan, hariandialog.com - Masyarakat Kabupaten Grobogan menilai Dinas Ciptakarya, Kebersihan dan Tata Ruang yang berlokasi di kompleks simpang lima tidak profesional lantaran sampai saat ini banyak sekali pekerjaan yang mestinya mendapat perhatian menjadi terbengkalai atau terkatung-katung karena dibiarkan begitu saja.

 

Saham Kosong Rp 4 Miliar: Diduga Dibuat ‘Bancakan’ DPRD Jateng

Semarang, hariandialog.com – Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Bonyamin Saiman, menemukan dugaan kasus korupsi di DPRD Jateng. Menurutnya, bahwa saham kosong senilai Rp 4 miliar itu telah dimanipulasi dengan nama sebuah yayasan tanpa menggunakan nama- nama oknum anggota dewan Jateng.

Sebenarnya ” kasus itu sudah berjalan lama, bermula dari perusahaan SPHC yang statusnya masih sebagai anak perusahaan dari PT SPJT (perusahaan bentukan BUMD) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang mengelola pengeboran minyak di Blok Cepu,” ungkap Bonyamin .

Kasus ini berencana akan dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejati Jateng. Dalam perkembangannya, ada peraturan bahwa perusahaan itu statusnya tidak boleh anak perusahaan. Perusahaan itu harus berdiri sendiri, termasuk perusahaan SPHC yang sedang berjalan mengelola pengeboran minyak di Blok Cepu . “ Supaya bisa menjadi perusahaan yang berdiri sendiri, maka perusahaan SPHC harus disetujui pihak DPRD Jateng . Keharusan dan persetujuan dari anggota dewan ini kemudian di salahgunakan oleh 15 Oknum DPRD Jateng .” tegasnya

Masih menurut Bonyamin, untuk menyetujui perusahaan SPHC supaya bisa berdiri sendiri, ini dimanfaatkan oleh 15 oknum tersebut dengan modus menanam modal berupa saham sebanyak Rp 4 miliar . Padahal uang Rp 4 miliar itu hanya sebatas ada catatannya . Menurutnya, ke 15 oknum anggota DPRD itu sama sekali tidak memberikan uang kepada SPHC .

Bonyamin menambahkan, permodalan SPHC awalnya adalah Pemprov Jateng Rp 10 miliar . Ketika ditambah saham kosong Rp 4 miliar , jadi semua menjadi Rp 14 miliar .”  Yang setor saham kosong  Rp 4 miliar ini, bukan dari kantong oknum anggota DPRD . Melainkan akan dicarikan dari SPJT atau Pemprov Jateng atau menyisihkan APBD atau proyek lain ,” katanya .

Menurutnya, kalau Rp 4 miliar dari Rp 14 miliar kira – kira pendapatannya 26%  - 27%. Jadi, kata dia, kalau tahun 2004 dapat keuntungan Rp 100 juta , maka 26 jutaan menjadi hak oknum DPRD tersebut . “ Kira – kira I orang oknum DPRD akan dapat Rp 1,3 juta /tahun . Model begini akan bisa berjalan seumur hidup dan itupun dapat diwariskan . Apalagi kalau keuntungan itu Rp 1 miliyar , mereka akan mendapat Rp 13 juta / orang . Kalau Rp 10 miliar  maka yang mereka dapat Rp 130 juta /orang,” katanya .

“Saya mengharap kepada gubernur yang baru Ganjar Pranowo untuk menyikapi hal ini . Jargon berkampanye ‘Mboten Ngapusi lan Mboten’ Korupsi  itu bukan hanya diterapkan hanya untuk dia sendiri, melainkan menyeluruh kesemua sektor karena ini perusahaan milik Pemprov Jateng ,” katanya .

Wakil Ketua Komisi C DPRD Jateng, Masruhan Samsurie saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa dirinya beberapa hari belum ngantor, jadi belum mengetahui perkembangan tentang perusahaan SPHC . “ Mungkin yang lebih tahu, mereka yang rapat  terakhir dengan SPHC ,” jelasnya.

Anggota Komisi C DPRD yang lain ketika dikonfirmasi mengenai penanaman saham kosong sebesar Rp 4 miliar mengaku tidak tahu menahu tentang kabar itu . Dia menambahkan, untuk masalah saham di perusahaan SPHC semua orang bisa menanam modal. Itupun nanti setelah perusahaan itu lengkap berizinannya, katanya. (fren)

 

 

Kasus Pembobolan Bank Bukopin Tegal Tersangka Dilepas, Kompolnas Curiga

Semarang, hariandialog.com – Kasus pembobolan Bank Bukopin Tegal memasuki babak baru.Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng yang menangani kasus pembobolan Bank Bukopin  Cabang Tegal  senilai Rp 36 miliar melepaskan tersangka Parmanto (57)  warga Tegal dari tahanan. Bahkan penyidik dalam penyidikannya diduga mengubah pasal yang dikenakan, perubahan itu dilakukan atas petunjuk Kejaksaan Tinggi (Kejati) yang menerima pelimpahan berkas tersangka.

Pasal 3 dan Pasal 4 UU tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang semula dikenakan oleh penyidik Polda diubah dengan UU No 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang. Namun sesuai petunjuk jaksa diganti menjadi Pasal 5 dengan UU yang sama.

Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Hamidah Abdurrachman mengungkapkan, dari pasal yang dikenakan penyidik kepolisian, seharusnya Parmanto terancam dihukum 40 tahun penjara dan denda Rp 15 miliar. Dua pasal itu menurut Hamidah sudah sesuai dengan hasil penyidikan. Namun ia belum mengetahui dengan dasar apa dua pasal tersebut diubah “ Dalam pasal yang didakwakan semakin ringan, tersangka hanya diancam hukuman lima tahun penjara dengan denda Rp 1 miliar.

Rekayasa

Kasus ini menarik perhatian Kompolnas, karena diduga penuh rekayasa .” Kasusnya menarik, karena pelaku utamanya sudah dihukum, Novel (tersangka sebelumnya). Tersangka Parmanto diduga sangat kuat terlibat, sebagai pelaku aktif . Kenapa sampai ada perubahan pasal, karena muncul kecurigaan yang harus kita sikapi.

Dari penelusuran, P diduga kuat terkait dengan pejabat di Kejaksaan Tinggi. Namun, pengamatan itu dilakukan semata – mata demi kepentingan hukum. Kompolnas meminta Komite Kejaksaan dan Jaksa Agung muda bidang pengawasan untuk mempelajari kasus tersebut.“ Semoga ada jalan keluar dan bisa dipertanggungjawabkan .” terangnya.

Direktur Ditreskrimsus Polda Jateng, Kombes Pol Mas Guntur Laope mengakui adanya pelepasan dan perubahan pasal tersebut. “Ditangguhkan karena sudah hampir habis masa berlakunya penahanan,yaitu 60 hari, tetapi berkas belum lengkap sehingga penahanan ditangguhkan,”katanya.

Kasus ini berawal dari penangkapan mantan account officer Bank Bukopin Novel Fatrio pada pertengahan Oktober 2012. Dalam penyelidikan, tim penyidik menemukan bukti uang yang dicairkan Novel mengalir ke rekening Parmanto. Penyidik kemudian menangkap Parmanto, warga jalan Sumbing Tegal, saat  berada di Showroom mobil Wijaya miliknya, Rabu (15/5)

Atas pengajuan itu, Bank Bukopin mencairkan dananya sebesar Rp 13,9 miliar. Novel diduga mengambilalihkan pembukuan sejumlah nasabah Bank Bukopin Cabang Tegal senilai Rp 22,2 miliar. Akibatnya Bank Bukopin Cabang Tegal mengalami kerugian sebesar Rp 36,1 miliar.

Dari penyelidikan dan penelusuran aset – aset diketahui bahwa sebagian uang hasil tindak pidana yang dilakukan Novel, mengalir ke empat nomor rekening di Bank Bukopin, BCA dan BII atas nama tersangka Parmanto senilai Rp 22 miliar. Oleh tersangka Parmanto dana tersebut dibelikan tanah di Tegal senilai Rp 8,5 juta , satu rumah di Solo Rp 3,7 juta, satu rumah di Semarang Rp 2,8 miliar dan satu tanah di Tegal senilai Rp 6,9 miliar. (fren)

 

Saat Jemur Pakaian, Tewas Tersengat Listrik

Indramayu,hariandialog.com – Naas benar nasib yang dialami Karci (58) warga penduduk Dusun Lengkong RT 07 / RW 03 Desa Cilandak Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu.Pada Rabu (28/8) Pukul 05.00 Wib diketahui tewas diduga tersengat aliraran listrik dari kabel Saluran Rumah (SR) yang ditopang tiang besi di depan rumahnya saat hendak menjemur pakaian. Tewasnya korban diketahui pertama kali oleh suaminya Radin (60), saat itu suaminya yang berada di rumah mendengar suara istrinya menjerit minta tolong. Radin langsung bergegas menghampiri sumber suara,  Radim kaget melihat kondisi istrinya sudah tergeletak di bawah tiang besi penopang Listrik SR dengan kondisi sudah tidak bernyawa. Spontan Radim menjerit minta tolong warga sekitar, tidak selang lama warga tetanggapun berhamburan menghampiri sumber suara dan tentunya warga kaget melihat korban Karci tergeletak di bawah tiang sudah tidak bernyawa lagi, seperti yang diceritakan Radim suami korban kepada Dialog di sela-sla pemakaman istrinya.

Sehunbungan dengan kenginginan keluarga dan kesepakatan warga, korban Karci akhirnya langsung dikebumikan di Pemakaman Umum setempat. Dan dianggap ini hanya musibah keluarga saja.

Sementara itu, Rasja (45) tetangga korban saat diminta komentarnya mengatakan, kami sangat menyesalkan atas kejadian tersebut.Kalau masyarakat tidak memahami atas pemasangan kabel PLN, seharusnya jangan memasang sendiri, lebih baik memasangnya kepada yang ahlinya dalam hal ini pihak PLN.          “Kami berharap dengan adanya kejadian tersebut menjadi perhatian baik bagi warga masyarakat maupun bagi pihak PNL itu sendiri.Pasalnya kalau pihak PLN secara rutin  melakukan pemeriksaan berkala terhadap kabel-kabel saluran listrik baik saluran sentral maupun SR, dan masyarakat tidak memasang kabel listrik sendiri, kejadian seperti itu mungkin saja tidak terjadi,” tegasnya.(Kad/Dad)

 

 

Page 122 of 134

PILIHAN REDAKSI

Dihadiri Gubernur, Silaturahmi IKM Babel Meriah
Dihadiri Gubernur, Silaturahmi IKM Babel Meriah Jakarta, hariandialog.com - 14-7-19 - Ikatan Keluarga Masyarakat Bangka Belitung (IKM Babel), Minggu (14/7), menggelar acara “Silaturahmi...
Silahturahmi Insan Pers Gubsu dan Wagub Batal, Staf Humas dan Wartawan Berjoget Ria
Silahturahmi Insan Pers Gubsu dan Wagub Batal,...

Medan,hariandialog.com- Silahturahmi yang digelar Biro Humas Sekdaprovsu...

SURAT KABAR DIALOG

KESEHATAN

BUPATI TERIMA PENGHARGAAN HARGANAS TINGK…

Grobogan, hariandialog.com- (6/7) Bupati Grobogan Hj. Sri Sumarni, SH,...

Di Kabupaten Badung Tiap Bulan  Ditemukan 36 Kasus HIV/AIDS

Di Kabupaten Badung Tiap Bulan Ditemuka…

Denpasar, hariandialog.com – 26-6-19 - Di Kabupaten Badung ada  kece...

TEKNOLOGI

Bupati: Membangun Badung untuk Membahagiakan Masyarakat
Bupati: Membangun Badung untuk Membahagiakan... Denpasar, hariandialog.com - 1-7-19 - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Wabup. I Ketut Suiasa dan Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa bertatap...

KANTOR PUSAT :
Jl Binawarga No 4 Kalibata, Jakarta Selatan 12750 Telp. (021) 79193461, 92296596; Fax. (021) 7946448
Email: dialog_indonesia@yahoo.com - http://www.hariandialog.com

PERWAKILAN :
• Tanggerang • Serang • Banten • Bekasi • Kerawang • Cibinong • Bogor -Cianjur- Sukabumi • Bandung• Garut • Tasikmalaya•Sumedang• Purwakarta • Cirebon • Majalengka • Indramayu • Semarang • Surabaya • Sidoarjo • Bali • Bima • Bandar Lampung • Lampung Selatan • Lampung Utara • Lampung Barat • Tanggamus • Bangka • Bangka Barat • Pangkal Pinang • Belitung • Jambi• Sumsel • Bengkulu• Lubuk Linggau • Lingga • Batam• Tanjung Pinang • Karimun«Pekan Baru • Padang • Medan • Kabanjahe«Tanahkaro • Deliserdang«Serdang Bedagal• Binjal -Langkat «Labuan Batu •Sibolga-Pematang Slantar»Tarutung.Barus« Makasar-Sulbar-Mamuju •Bolmong«Sorong Papua Barat • P. Sidempuan • Nias • Bengkulu • Tembilahan