Pasir Disedot dan Dibawa ke Jakarta: Kec Pulau Pancang Dikhawatirkan Tenggelam

Serang, hariandialog.com - Masyarakat yang berada di Kecamatan Pulau Pancang khususnya warga pemukim di Desa Pulau Pancang, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, khawatir akan masa depannya. “Kami yakin tidak terlalu lama Satu Kecamatan ini akan tenggelam,” kata Opie W kepada Dialog, kemarin.

Menurutnya, warga sudah sangat cemas setelah melihat langsung cara pengerukan pasir di seputar pantai Pulau Pancang. Pasalnya, tidak ada waktu yang diluangkan pengusaha asal Jakarta untuk mengeruk pasir. “Informasi dari para pekerja, pasir dibawa menggunakan tongkang ke Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Konon kabarnya, pasir yang diambil dari desa kami ini dibawa untuk menjadikan Pulau buatan di Pantai Indah Kapuk,” ungkapnya.

Kekhawatiran warga, sebelumnya, warga diberitahukan bahwa pasir yang pengambilannya menggunakan mesin alat penyedot raksasa dari laut. Tetapi, setelah diamati oleh beberapa nelayan, selang pipa penyedot pasir diarahkan ke dasar pantai. Artinya, menyedot pasir yang ada di pinggiran pantai. Sehingga, dasar pulau sudah kosong dan tinggal tunggu waktu saja untuk tenggelam. “Jadi sekarang ini bagaikan mangkok yang dibawahnya sudah tidak ada lagi penyanggah yaitu pasir. Bahkan, tanahnya juga ikut disedot,” terang Abie menimpali keterangan Opie.

Warga yang umumnya masyarakat berpendidikan rendah dan penghasilan dari nelayan dan bertani seadanya, tidak mengetahui bahwa daerahnya terancam tenggelam. “Kami yakin, pihak Pemda mulai dari Desa, Kecamatan, Kabupaten maupun Provinsi mengetaui cara kerja yang illegal dari perusahaan penyedot dan pembawa pasir itu. Yah, kita tidak menuduh tapi curiga akan kerjasama yang baik dengan aparat setempat. Mungkin diberikan buat PAD tetapi tidak setimpal dengan kehancuran dimasa mendatang,” urai warga yang sudah melaporkannya secara tertulis ke Pemda Provinsi namun tidak ada tanggapannya.

Untuk itu, katanya, pihaknya akan berkirim surat ke Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) yang ada di Jakarta dengan harapan dapat menghentikan praktek kotor penyedotan pasir dengan dalih dari laut tetapi kenyataannya dari sisi pantai Pulau Pancang. “Warga tidak mungkin tahu kalau pipa penyedot diarahkan ke pinggir pantai. Mana ada pasir di tengah laut. Jadi hanya akal-akalan dari pengusaha saja. Kami sendiri mengetahui permainan kotor penyedotan pasir itu dari karyawan kapal sedot. Yah, kita ajak cerita sambil minum kopi di malam hari jadi jelas cerita sebenarnya. Pengamanan pantai dari petugas resmi tidak bisa

berbuat banyak karena sudah di koordinasikan dengan pusat di Jakarta,” terangnya.  (diah/bing)

 

Jalan di Belakang Gedung Sate Berlobang-Lobang

Bandung, hariandialog.com -  "Aduh ngeri dan memalukan jalan ini yah.
Kok, jalan di belakang gedung Sate yang terkenal kemana-mana kok rusak.
Masa berlobang-lobang begini. Kalau mobil sedang harus pelan-pelan
bisa lengket dasbord belakang atau depan," kata Henry warga Jakarta
Timur berkomentar.
Henry yang berkunjung ke kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Barat
di Bandung, mengaku selalu menggunakan jalan tersebut. Maklum, bukan
hanya ke Kantor Kejati ,tetapi juga karena di sekitar jalan itu terdapat
outlet maupun kantor besar seperti Pos Indonesia. "Jadi kurang paham
mungkin mereka penghuni Gedung Sate makanya tidak dirawat. Jadi lobang
ini sangat mengganggu perjalanan," aku Henry yang mengaku sebelum
Pilkada baru-baru ini jalan juga sudah rusak alias berlubang.
Untuk itu, lanjut Henry, sudah seharusnya pihak Pemda Kota
Bandung memperbaiki dengan hanya menyulam saja. "Yah, maklumlah sudah
tidak terpikirkan Wali Kota dan Sekdanya terdahulu karena tersangkut
kasus suap perkara Bansos di PN Bandung yang melibatkan hakim
Setyabudhi. Namun, untuk wali kota baru nanti harus segera
memeliharanya. kan jalan ini adalah rute paling dipilih orang Jakarta
kalau keluar dari tol Pasteur," tutur Henry.
Dia juga menyesalkan Kajati Jawa Barat maupun jajaran
Intelijen  atau Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Jabar yang tidak peduli
akan jalanan yang dilalui setiap hari. "Coba kalau ada tamu dari
Jakarta mau ke Kejaksaan Tinggi pasti lewat sini. Masa tidak terasa
lubang-lubang yang banyak dan agak dalam ini. Periksa dong, kemana
anggaran pemeliharaan jalan oleh Dinas Pekerjaan Umum. Belum lagi
kalau musim hujan pasti makin dalam dan lebar," urainya.  (tob).

 

Terkait Suap Wakil Ketua PN Bandung: Walikota dan Sekda Bandung Tersangka

Jakarta, hariandialog.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya setelah melalui pengembangan dan pemeriksaan saksi-saksi terkait penangkapan hakim Setyabudi Tejocahyono yang juga wakil Ketua PN Bandung, Jawa Barat itu, menetapkan tersangka baru yaitu Wali Kota Bandung Dada Rosada dan Edi Siswani. Menurut juru bicara KPK, Johan Budi, penetapan Dada Rosada dan Edi Siswandi sebagai tersangka berdasarkan pengembangan penyidikan dan didukung alat bukti. Penyidik akhirnya menyimpulkan atas dasar keterangan saksi, bukti dan ahli bahwa keduanya terlibat dan dijadikan tersangka,” terang Johan Budi. Sebelumnya, KPK telah menetapkan Wakil Ketua PN Bandung Setyabudi Tejocahyono, Toto Hutagalung yang juga Ketua Ormas Gasibu Padjajaran, Asep Triana anak buat Toto, Herry Nurhayat selaku PLT Kepala Dinas Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD). Barang bukti yang disita yaitu uang Rp500 juta dan satu unit mobil Avanza. Seperti diketahui, kasus ini terungkap sesaat ditangkap Asep Triana setelah menyerahkan uang kepada hakim Setyabudi terkait penanganan kasus korupsi Bantuan Sosial yang diperiksa di Pengadilan Tipikor Bandung. Ajudan dari Wali Kota Bandung dan Sekretaris Daerah Bandung yang menjadi terdakwa atas penetapan dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.  Sebelumnya, untuk kasus korupsi Bansos Kota Bandung, sudah dikembalikan uang senilai Rp2,5 miliar oleh Dada Rosada. Uang sebesar Rp150 juta yang diperuntukkan buat hakim Setyabudi itu dengan harapan tidak dijadikan atau disebut-sebut terlibat dalam kasus korupsi Bansos.  (lbs/tob)

 

SUCF Menampilkan Ragam Kuliner Khas Jatim

SURABAYA, Surabaya Urban Culture Festival (SUCF) 2013 digelar untuk memelihara budaya Surabaya, dengan mengikuti perkembangan jaman. Bahkan 1.000 orang ikut menari Remo. SUCF juga menampilkan ragam kuliner khas Surabaya dan Jawa Timur.

 

PPK Diminta Taat Aturan

Ketapang, hariandialog.com - Pelaksanaan pemilihan umum yang sukses dan berkualitas dapat diukur dengan tiga hal. “Ketiga hal yang menjadi barometer itu, pertama sukses penyelenggaraan baik secara administratif dari pendataan sampai penetapan tidak ada pihak dirugikan, kedua sukses partisipasi warga yang turut memilih, dan  terakhir sukses keamanannya,” kata Asisten Pemerintah Setda Ketapang Gurdani Achmad, mewakili Bupati Ketapang saat membuka rapat kerja Panitia Pemilihan Kecamatan.

Ia mengimbau kepada semua anggota PPK yang baru saja dilantik agar dapat mempertahankan dan meningkatkan  kualitas pelaksanaan pemilu di Kab Ketapang. Dikatakannya, karena kalau semua sukses, maka semua ini adalah keberhasilan kita bersama.

“Perhelatan akbar antarpartai dalam pesta demokrasi pemilihan umum 2014 untuk memilih anggota DPR, DPD, DPRD provinsi dan kabupaten/kota akan dilaksanakan satu tahun lagi tepatnya tanggal 9 april 2014 nanti. Namun kini suhu politik di negeri tercinta ini sudah mulai terasa, baik di tingkat pusat, daerah provinsi maupun kabupaten/kota, semua itu ditandai dengan maraknya pengurus  partai yang mensosialisasikan partainya dengan memajang bendera, baliho lambang partai serta berbagai asesoris lainnya,” paparnya.

Gurdani mengemukakan Komisi Pemilihan Umum sebagai penyelenggara pemilu baik pusat maupun daerah pun tidak luput dari kesibukan, untuk mempersiapkan pesta demokrasi yang dilaksanakan sekali dalam lima tahun tersebut.  Ia meminta kepada semua anggota PPK yang telah diberikan kepercayaan untuk mengemban tugas dari KPU agar bekerja sungguh-sungguh dan tetap tegas jangan sampai di intervensi oleh pihak manapun.

“Jangan sampai tergoda dengan iming-iming dari orang yang punya kepentingan yang justru akan menodai pelaksanaan pemilu. Dalam kesempatan ini saya ingin menyampaikan beberapa hal untuk mendapatkan perhatian anggota PPK,” ungkap Gurdani.

Ia mengemukakan pelaksanaan pemilu legislatif sudah tidak lama lagi, diharapkan kepada seluruh PPK diusahakan dapat bekerja dengan mentaati dan memahami aturan yang telah ditetapkan oleh ketentuan perundanng-undangan serta dapat menjaga sikap dan prilaku independesitas sebagai penyelenggara pemilu. Ungkapnya, dalam proses administrasi baik menyangkut administrasi penyelenggaraan maupun administrasi keuangan, diharapkan kepada pihak ppk dapat memberikan perhatian khusus termasuk laporan penggunaan dana karena administrasi ditingkat PPS dan KPPS sudah menjadi tanggung jawab PPK melalui sekretaris PPK nantinya.

“Tugas PPK cukup berat  karena melakukan proses rekapitulasi hasil perhitungan suara. Tapi saya yakin bahwa anggota PPK yang terpilih,semuanya dapat melaksanakan tugas yang diberikan dengan rasa penuh tanggung jawab” tutur Asisten Pemerintah Setda Ketapang ini. (wan)

 

Page 124 of 134

PILIHAN REDAKSI

Dihadiri Gubernur, Silaturahmi IKM Babel Meriah
Dihadiri Gubernur, Silaturahmi IKM Babel Meriah Jakarta, hariandialog.com - 14-7-19 - Ikatan Keluarga Masyarakat Bangka Belitung (IKM Babel), Minggu (14/7), menggelar acara “Silaturahmi...
Silahturahmi Insan Pers Gubsu dan Wagub Batal, Staf Humas dan Wartawan Berjoget Ria
Silahturahmi Insan Pers Gubsu dan Wagub Batal,...

Medan,hariandialog.com- Silahturahmi yang digelar Biro Humas Sekdaprovsu...

SURAT KABAR DIALOG

KESEHATAN

BUPATI TERIMA PENGHARGAAN HARGANAS TINGK…

Grobogan, hariandialog.com- (6/7) Bupati Grobogan Hj. Sri Sumarni, SH,...

Di Kabupaten Badung Tiap Bulan  Ditemukan 36 Kasus HIV/AIDS

Di Kabupaten Badung Tiap Bulan Ditemuka…

Denpasar, hariandialog.com – 26-6-19 - Di Kabupaten Badung ada  kece...

TEKNOLOGI

Bupati: Membangun Badung untuk Membahagiakan Masyarakat
Bupati: Membangun Badung untuk Membahagiakan... Denpasar, hariandialog.com - 1-7-19 - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Wabup. I Ketut Suiasa dan Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa bertatap...

KANTOR PUSAT :
Jl Binawarga No 4 Kalibata, Jakarta Selatan 12750 Telp. (021) 79193461, 92296596; Fax. (021) 7946448
Email: dialog_indonesia@yahoo.com - http://www.hariandialog.com

PERWAKILAN :
• Tanggerang • Serang • Banten • Bekasi • Kerawang • Cibinong • Bogor -Cianjur- Sukabumi • Bandung• Garut • Tasikmalaya•Sumedang• Purwakarta • Cirebon • Majalengka • Indramayu • Semarang • Surabaya • Sidoarjo • Bali • Bima • Bandar Lampung • Lampung Selatan • Lampung Utara • Lampung Barat • Tanggamus • Bangka • Bangka Barat • Pangkal Pinang • Belitung • Jambi• Sumsel • Bengkulu• Lubuk Linggau • Lingga • Batam• Tanjung Pinang • Karimun«Pekan Baru • Padang • Medan • Kabanjahe«Tanahkaro • Deliserdang«Serdang Bedagal• Binjal -Langkat «Labuan Batu •Sibolga-Pematang Slantar»Tarutung.Barus« Makasar-Sulbar-Mamuju •Bolmong«Sorong Papua Barat • P. Sidempuan • Nias • Bengkulu • Tembilahan