Hariandialog,Sunday 21 October 2018, 10:10

Perlindungan Belum Memadai Anak Jaksa Diculik Terdakwa Korupsi

PDFPrintE-mail

Jakarta, hariandialog.com.-  03-06-2018.    Perlindungan
hukum terhadap profesi Jaksa belum memadai dari pemerintah. “Jaksa
yang menjadi bagian dari penyidik, penuntut umum maupun pelaksana
eksekusi masih belum mendapat perhatian dari pemerintah dalam hal
keselamatan diri maupun jiwa”. Masalah keselamatan jaksa menjadi topik pembicaraan dalam
diskusi public “Peerlindungan Hukum Terhadap Profesi Jaksa” yang
diselenggarakan di Bakoel Kaffe, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat,
yang dihadiri dan jadi nara sumber diantaranya Fachrizal Afandi selaku
coordinator Eksekutif Pusat Pengembangan Riset Sistem Peradilan Pidana
(Persada Universitas Brawijaya, Malang, Dr.Reda Manthovani selaku
pengurus pusat Persatuan Jaksa Indonesia (PJI), Dr.Barita Simanjuntak
selaku Komisione Komisi Kejaksaan RI dipandu moderator Dio Ashar
Wicaksana selaku ketua Harian MaPPI Universitas Indonesia.

Perlindungan hukum terhadap profesi jaksa sangat belum
memadai. “Jaksa saja yang bertugas mewakili pemerintah belum mendapat
perlindungan dari Pemerintah apalagi keluarganya. Buktinya baru-baru
ini salah seorang terdakwa menculik anak dari Kepala Seksi Pidana
Khusus pada Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara. Untung kesigapan tim
intelijen dibantu aparat penegak hukum lainnya hanya dalam waktu 24
jam setelah penculikan, anak Kasi Pidsus yang berinitial REM bisa
ditemukan dengan selamat,” kata Dr. Reda Manthovani.

Perlindungan terhadap jaksa maupun keluarganya menjadi
salah satu pemikiran dari Persatuan Jaksa Indonesia dengan tujuan agar
para jaksa dalam menjalankan tugasnya dapat bekerja dengan baik,
tenang dan nyaman. “Syukur usaha kita terhadap masalah perlindungan
hukum untuk para jaksa terbukti dimana permohonan uji materi atas
Pasal 99 UU RI No.11 tahun 2012 tentang system Peradilan Pidana Anak
yang mengatur ketentuan pidana terhadap jaksa selaku Jaksa Penuntut
Umum dalam melaksanakan tugas penuntutan. Gugatan PJI dikabulkan pada
23 Mei 2018 dengan putusannya No.68/PUU-XV/2017 oleh Mahkamah
Konstitusi,” terang Dr. Reda Manthovani yang mantan Kajari Jakarta
Barat itu.

Sementara Fachrizal Afandi menceritakan bahwa ancaman
terhadap jaksa oleh tersangka baik langsung maupun melalui suruhannya
sudah ada sejak tahun 1959. “Kala itu Jaksa Agung yang sedang
menangani perkara penyeludupan diancam. Begitu juga terhadap kasus
Nyobengseng tahun 1991  yang jaksanya juga mendapat intimidasi. Jadi
perlindungan dari pemerintah terhadap jaksa maupun keluarganya harus
dijamin melalui undang-undang. Yah memang kita sadar untuk biaya tugas
jaksa sangat minim sementara resiko cukup berat. Begitu juga kasus
terbunuhnya Hakim Agung, Syarifuddin Sasmita yang sedang memeriksa dan
mengadili Tomy Soeharto,” terang Fachrizal.

Sementara itu Jaksa Agung Muda Intelijen Jan S Maringka
melalui PJI sebagai profesi aan diperjuangkan UN Gideline on the Role
of Prosecutors sebagai perlindungan bagi jaksa Indonesia. “Seraya
menanti regulasi atas perlindungan diri jaksa, Kejaksaan sudah
memasukkan keterampilan dasar bela diri sebagai kurikulum diklat
pembentukan Jaksa (PPPJ). Disamping itu PJI akan mengajukan anggaran
untuk menambah senjata api sebagai sarana pengamanan dan bela diri
dalam melaksanakan tugas,” kata Jan S Maringka.  (tob).

Berita Sebelumnya:

FORM_HEADER


FORM_CAPTCHA
FORM_CAPTCHA_REFRESH

SURAT KABAR DIALOG

KESEHATAN

Pradi Supriatna Apresiasi Kegiatan Donor…

Depok, hariandialog.com - 13-07-2018 - Wakil Walikota Depok, Pradi Sup...

Kader Jumantik RW.04 Rawajati Rutin Gelar Kegiatan PSN

Kader Jumantik RW.04 Rawajati Rutin Gela…

Jakarta, hariandialog.com - 06-07-2018 - Di Pos Rw. 04 Kel Rawajati ...

TEKNOLOGI

Terpilih Sebagai Lokasi Survey EODB oleh World Bank    DPMPTSP Badung Belajar Pelayanan Publik di Ge
Terpilih Sebagai Lokasi Survey EODB oleh World... Denpasar, hariandialog.com- 9- 7 -2018 - Untuk  meningkatkan kualitas pelayanan publik di Indonesia, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan...

KANTOR PUSAT :
Jl Binawarga No 4 Kalibata, Jakarta Selatan 12750 Telp. (021) 79193461, 92296596; Fax. (021) 7946448
Email: dialog_indonesia@yahoo.com - http://www.hariandialog.com

PERWAKILAN :
• Tanggerang • Serang • Banten • Bekasi • Kerawang • Cibinong • Bogor -Cianjur- Sukabumi • Bandung• Garut • Tasikmalaya•Sumedang• Purwakarta • Cirebon • Majalengka • Indramayu • Semarang • Surabaya • Sidoarjo • Bali • Bima • Bandar Lampung • Lampung Selatan • Lampung Utara • Lampung Barat • Tanggamus • Bangka • Bangka Barat • Pangkal Pinang • Belitung • Jambi• Sumsel • Bengkulu• Lubuk Linggau • Lingga • Batam• Tanjung Pinang • Karimun«Pekan Baru • Padang • Medan • Kabanjahe«Tanahkaro • Deliserdang«Serdang Bedagal• Binjal -Langkat «Labuan Batu •Sibolga-Pematang Slantar»Tarutung.Barus« Makasar-Sulbar-Mamuju •Bolmong«Sorong Papua Barat • P. Sidempuan • Nias • Bengkulu • Tembilahan