Hariandialog,Tuesday 21 August 2018, 06:07

Jaksa Agung M. Prasetyo Minta Agar Aset Yayasan Supersemar Diserahkan

PDFPrintE-mail

Jakarta, hariandialog.com - 16-07-18 - Jaksa Agung H.M. Prasetyo  mengimbau keluarga Cendana kooperatif menyerahkan semua aset bergerak maupun tidak bergerak atas nama Yayasan Supersemar untuk dieksekusi sesuai putusan PK Mahkamah Agung Nomor 140 pk/pdt/2015 tanggal 8 Juli 2018.

Jaksa Agung H.M Prasetyo mengakui tim eksekutor yaitu Pengadilan Negeri Jakarta Selatan baru berhasil mengeksekusi aset Yayasan Supersemar sebesar Rp300 miliar dari total yang harus dieksekusi sesuai putusan sebesar Rp4,4 triliun.

 

Dia mengimbau agar pengadilan selaku eksekutor tidak ragu melakukan penyitaan seluruh aset milik keluarga Presiden Soeharto itu demi tegaknya hukum di Indonesia.

"Yayasan itu kan punya rekening di bank ya. Itu yang akan kita telusuri terus. Pengadilan harus segera melakukan eksekusi ini agar terpenuhi Rp4,4 triliun itu. Ini jelas sangat penting dan bermanfaat untuk kepentingan bangsa," tuturnya, Senin (16/7/2018).

Dia juga menjelaskan bahwa eksekusi aset Yayasan Supersemar tidak ada kaitannya dengan beasiswa Supersemar. Menurutnya, eksekusi aset akan fokus kepada rekening bank atas nama Yayasan Supersemar di Indonesia.

"Ini tidak ada kaitannya dengan masalah dana berupa uang yang diperuntukkan bagi beasiswa itu ya. Jadi jangan sampai diplesetkan. Yayasan ini kan punya aset dan rekening di bank-bank. Nah itu yang kami coba telusuri," katanya.

Seperti diketahui, Kejaksaan Agung telah mencatat ada 113 rekening giro dan deposito atas nama Yayasan Supersemar. Selain itu, ada juga dua bidang tanah serta lima kendaraan roda empat yang siap untuk dieksekusi oleh pengadilan.

Kejaksaan Agung menggugat Yayasan Supersemar pada tahun 2007 secara perdata. Gugatan dilakukan atas dugaan penyelewengan dana beasiswa berbagai tingkatan sekolah yang tidak sesuai dan dipinjamkan ke pihak ketiga.

Pada tingkat pertama 27 Maret 2008, Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan telah mengabulkan? gugatan Kejaksaan Agung dan menghukum Yayasan Supersemar untuk membayar ganti rugi kepada pemerintah sebesar US$105 juta dan Rp46 miliar. Putusan ini dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta pada 19 Februari 2009.

Eksekusi aset Yayasan Supersemar tidak ada kaitannya dengan beasiswa Supersemar. Menurutnya, eksekusi aset akan fokus kepada rekening bank atas nama Yayasan Supersemar di Indonesia.

Begitu pula pada tingkat kasasi, Mahkamah Agung menguatkan putusan Pengadilan Tinggi DKI? Jakarta pada Oktober 2010. Namun ternyata terjadi salah ketik terkait jumlah ganti rugi yang harus dibayarkan oleh Yayasan Supersemar kepada pemerintah.

Jumlah yang seharusnya ditulis sebesar Rp185 miliar menjadi hanya Rp185 juta, sehingga putusan itu tidak dapat dieksekusi. Akhirnya Kejaksaan Agung mengajukan Peninjauan Kembali (PK) pada September 2013 dan permohonan PK tersebut dikabulkan oleh MA dan memutuskan Yayasan Supersemar harus membayar ganti rugi ke negara sebesar Rp4,4 triliun.

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan juga telah melakukan penyitaan kepada sejumlah aset berupa Gedung Granadi yang berada di Jalan HR. Rasuna Said kav 8-9 blok X-I, Kuningan Timur, Jakarta Selatan. Aset lainnya yang disita adalah sebidang tanah seluas 8.120 meter persegi yang berlokasi di Jalan Megamendung Nomor 6 Rt 3/3, Kampung Citalingkup, Desa Megamendung, Bogor?. (trin/man)

Berita Sebelumnya:

FORM_HEADER


FORM_CAPTCHA
FORM_CAPTCHA_REFRESH

PILIHAN REDAKSI

Keluarga Besar PN Jaksel antar Jul Rizal
Keluarga Besar PN Jaksel antar Jul Rizal Keluarga Besar PN Jakarta Selatan mulai dari Ketua, Wakil Ketua, para Hakim, Sekretaris, Panmud Pidana, Panmud Hukum, Kabag, Juru Sita, Juru Sita...

SURAT KABAR DIALOG

KESEHATAN

Pradi Supriatna Apresiasi Kegiatan Donor…

Depok, hariandialog.com - 13-07-2018 - Wakil Walikota Depok, Pradi Sup...

Kader Jumantik RW.04 Rawajati Rutin Gelar Kegiatan PSN

Kader Jumantik RW.04 Rawajati Rutin Gela…

Jakarta, hariandialog.com - 06-07-2018 - Di Pos Rw. 04 Kel Rawajati ...

TEKNOLOGI

Terpilih Sebagai Lokasi Survey EODB oleh World Bank    DPMPTSP Badung Belajar Pelayanan Publik di Ge
Terpilih Sebagai Lokasi Survey EODB oleh World... Denpasar, hariandialog.com- 9- 7 -2018 - Untuk  meningkatkan kualitas pelayanan publik di Indonesia, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan...

KANTOR PUSAT :
Jl Binawarga No 4 Kalibata, Jakarta Selatan 12750 Telp. (021) 79193461, 92296596; Fax. (021) 7946448
Email: dialog_indonesia@yahoo.com - http://www.hariandialog.com

PERWAKILAN :
• Tanggerang • Serang • Banten • Bekasi • Kerawang • Cibinong • Bogor -Cianjur- Sukabumi • Bandung• Garut • Tasikmalaya•Sumedang• Purwakarta • Cirebon • Majalengka • Indramayu • Semarang • Surabaya • Sidoarjo • Bali • Bima • Bandar Lampung • Lampung Selatan • Lampung Utara • Lampung Barat • Tanggamus • Bangka • Bangka Barat • Pangkal Pinang • Belitung • Jambi• Sumsel • Bengkulu• Lubuk Linggau • Lingga • Batam• Tanjung Pinang • Karimun«Pekan Baru • Padang • Medan • Kabanjahe«Tanahkaro • Deliserdang«Serdang Bedagal• Binjal -Langkat «Labuan Batu •Sibolga-Pematang Slantar»Tarutung.Barus« Makasar-Sulbar-Mamuju •Bolmong«Sorong Papua Barat • P. Sidempuan • Nias • Bengkulu • Tembilahan