Hariandialog,Saturday 19 January 2019, 14:32

Suap DOKA dan Gratifikasi Kembali Dibuka Lantaran Tangannya Diborgol Irwandi Yusuf Lapor Ke Hakim

PDFPrintE-mail

Jakarta, hariandialog.com - 7-1-19 - Mantan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf  syok saat  tangannya di borgol ketika dibawa ke Pengadilan oleh petugas. Lantaran dilakukan pemborgolan itu, Irwandi Yusuf curhat ke hakim. Senin (7/1) , Irwandi kembali menjalani sidang lanjutan kasus suap dan gratifikasi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Sebelum dimulai pemeriksaan saksi-saksi , ketua majelis hakim Syaifuddin Zuhri menanyakan kondisi kesehatan para terdakwa.

“Saudara terdakwa sehat?” tanya Zuhri kepada Irwandi .”Terimakasih , saya sehat. Walau secara psikis sedikit syok hari ini, karena baru pertama kali mengalami pemborgolan,” Jawab Irwandi.

Menaggapi curhatan Irwandi, Zuhri menjelaskan , pemborgolan merupakan ketentuan baru yang ditetapkan KPK terhadap para tahanan. Setiap tahanan harus diborgol saat di bawa ke luar rutan . Temasuk untuk menghadiri persidangan.

“Mungkin karena ini ketentuan baru ya, jadi Anda sedikit terganggu ya sidang  hari ini.Tapi sehat kan ya?” tanaya Zuhri lagi. “Sehat,” jawab Irwandi.

Hal senada juga disampaikan  terdakwa Hendri Yuzal. Dia juga jadi tahanan KPK karena bersama-sama  Irwandi menerima suap dari Bupati Bener Meriah , Ahmadi terkait alokasi Dana Otonomi Khusus Aceh(DOKA).

“Sehat Yang Mulia. Sama seperti pak Irwandi agak syok karena baru pertama kali mengalami pemborgolan,” curhat Hendri.

“Kalau saudara?” tanya Zuhri kepada Tengku Saiful Bahri.”Biasa saja ,” jawab orang dekat Irwandi itu.

Ketiga terdakwa disidang secara bersama-sama meski berkas perkaranya terpisah. Sebab, jaksa KPK akan menghadirkan saksi-saksi yang ada di berkas perkara ke tiga terdakwa.

Saksi itu Fajri MT (Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Aceh), Musri Idris (mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Aceh), Alhudri (Kepala Dinas Sosial Provinsi Aceh) dan Sayed Fadhil Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS).

Fajri menjasi saksi pertama yang diperiksa jaksa KPK mencecar proyek titipan Irwandi . Fajri sempat mengelak. Dia akhirnya tidak berkutik karena jaksa Ali Fikri membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Dalam BAP tersebut , Fajri menjelaskan pernah beberapa kali dihubungi Irwandi Yusuf  lewat WhatsApp. Menurutnya, Irwandi menitip sejumlah daftar nama paket proyek tahun anggaran 2018 , nilai proyeknya dan caalon perusahaan rekanan yang akan jadi pemenang terder .”Seingat saya ada dua atau tiga kali beliau kirimkan paket pekerjaan dan nama rekanan,” Fajri akhirnya mengaku.

Bukan hanya Irwandi yang titip proyek ke Fajri , Syaiful Bahri juga pernah. Fajri kenal Syaiful Bahri  sejak tahun 2008 karena salah satu rekanan Pemprov Aceh.

“Dalam BAP saudara katakan, saya pernah terima WA dari Syaiful Bahri dan salah satu proyek yang dimenangkan Syaiful ada di Aceh Selatan , nilainya Rp 7,178 miliar. Benar?” tanya Jaksa Fikri.

Kali ini Fajri taak berkelit . Ia menuturkan pesan WA dari Syaiful Bahri diteruskan ke Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemprov Aceh, Nizarli.

Nizrli menyarankan Fajri mengontak langsung ketua kelompok kerja (Pokja) . Ketua Poksa 1 Misdar. Ketua Poksa 2 Usman.Ketua Poksa 3 Ziaudin. “Ada tiga orang , jadi saya me WA ke Pokja . Misal (proyek) di Pokja A ya ke A , kalau (proyek) di B ya ke B ,”ujar Fajri.

Dalam perkara, Irwandi melakukan  tiga tindak pidana korupsi. Pertama , menerima suap dari Bupati Bener Meriah  Ahmadi Rp 1,05 vmiliar . Rasuah diterima lewat orang kepercayaannya , Hendri Yuzal dan Tengku Saiful Bahri .

Ahmadi menyuap Irwandi agar mengalokasi Dana Alokasi Khusus Aceh(DOKA) tahun 2018 sebesar Rp 108 miliar untuk Kabupaten Bener Meriah.

Ia juga ingin proyek pembangunan jalan Redelong-Pondok Baru-Samar Kilang Rp 41 miliardan pembangunan jalan Krueng Gekeuh-Bandara Rembele Rp 15 miliar, dikerjakan kontraktor lokal. Hasil nego, Ahmadi bersedia memberikan fee 10 persen dari nilai pagu anggaran kepada Irwandi.

Dakwaan kedua, menerima gratifikasi Rp 8,717 miliar yang diterima Irwandi pada masa jabatan gubernur periode kedua. Dari Mei 2017 hingga Juli 2018.

Dakwaan ketiga, masih soal penerimaan gratifikasi. Jumlahnya Rp 32,45 miliar . Saat Irwandi menjabat gubernur periode pertama 2007- 2012.

Uang itu terkait proyek pembangunan dermaga bongkar muat pada Badan Pengsahan Kawasan Perdagangan Bebaselabuhan Bebas Saabang (BPKS) .Proyek ini dibiayai APBN 2006-2011.

Irwandi menerima setoran “pajak Nanggroe” dari Kepala Nindya  Karya Cabang Sumut –Aceh, Heru Sulaksono  dan

pemilik PT Tuah Sejati untuk menggarap proyek dermaga Sabang

Pada 2008, Irwandi , yang merangkap Ketua Dewan Kawasan Sabang, menerima setoran Rp 2,9 miliar .Tahun 2010 Rp 9,5 miliar . Terakhir Rp 13,03 miliar pada tahun 2011. (Sim)

 

Berita Sebelumnya:Berita Terkait:

FORM_HEADER


FORM_CAPTCHA
FORM_CAPTCHA_REFRESH

SURAT KABAR DIALOG

KESEHATAN

Pradi Supriatna Apresiasi Kegiatan Donor…

Depok, hariandialog.com - 13-07-2018 - Wakil Walikota Depok, Pradi Sup...

Kader Jumantik RW.04 Rawajati Rutin Gelar Kegiatan PSN

Kader Jumantik RW.04 Rawajati Rutin Gela…

Jakarta, hariandialog.com - 06-07-2018 - Di Pos Rw. 04 Kel Rawajati ...

TEKNOLOGI

Terpilih Sebagai Lokasi Survey EODB oleh World Bank    DPMPTSP Badung Belajar Pelayanan Publik di Ge
Terpilih Sebagai Lokasi Survey EODB oleh World... Denpasar, hariandialog.com- 9- 7 -2018 - Untuk  meningkatkan kualitas pelayanan publik di Indonesia, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan...

KANTOR PUSAT :
Jl Binawarga No 4 Kalibata, Jakarta Selatan 12750 Telp. (021) 79193461, 92296596; Fax. (021) 7946448
Email: dialog_indonesia@yahoo.com - http://www.hariandialog.com

PERWAKILAN :
• Tanggerang • Serang • Banten • Bekasi • Kerawang • Cibinong • Bogor -Cianjur- Sukabumi • Bandung• Garut • Tasikmalaya•Sumedang• Purwakarta • Cirebon • Majalengka • Indramayu • Semarang • Surabaya • Sidoarjo • Bali • Bima • Bandar Lampung • Lampung Selatan • Lampung Utara • Lampung Barat • Tanggamus • Bangka • Bangka Barat • Pangkal Pinang • Belitung • Jambi• Sumsel • Bengkulu• Lubuk Linggau • Lingga • Batam• Tanjung Pinang • Karimun«Pekan Baru • Padang • Medan • Kabanjahe«Tanahkaro • Deliserdang«Serdang Bedagal• Binjal -Langkat «Labuan Batu •Sibolga-Pematang Slantar»Tarutung.Barus« Makasar-Sulbar-Mamuju •Bolmong«Sorong Papua Barat • P. Sidempuan • Nias • Bengkulu • Tembilahan