Hariandialog,Monday 22 April 2019, 09:13

Sudah Serahkan Uang, Putusan Naik Keluarga Terdakwa Kecewa Dengan Kejati DKI

PDFPrintE-mail

Jakarta, hariandialog.com- 10-04-2019 -Keluarga terdakwa Joshua Satria Clapropt kecewa dengan Kejaksaan Tinggi  (Kejati) DKI Jakarta. Pasalnya, putusan tidak sesuai dengan yang dijanjikan  oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, melalui Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Janji orang Kejati DKI Jakarta hukuman sudah pasti 2 tahun. Untuk itulah kami menyerahka uang. Jumlahnya tidak sedikit. Buktinya mana janji itu, kok malah naik putusan dari tuntutan 3 tahun menjadi 5 tahun. Kami tidak perduli uang harus dikembalikan dan tidak mau dipotong serupiahpun dan dengan alasan apapun,” kata salah seorang keluarga terdakwa Joshua usai keluar dari ruang sidang 5, PN Jakarta Selatan, usai acara pembacaan putusan.

Uang yang diterima pengacara yang diperuntukkan buat Kejati DKI Jakarta dan PN Jakarta Selatan, dipertanyakan apakah benar sampai atau tidak. Bahkan, untuk meyakinkan keluarga terdakwa, juga diperkenalkan  beberapa wartawan (Perss) yang dikatakan sebagai pendukung untuk membantu yang disebut-sebut kenal dekat dengan petinggi di Kejati DKI Jakarta.

Namun, kenyataannya sepertinya tidak digulirkan buat hakim. “Saya akan laporkan ke Kejaksaan Agung dan ke KPK serta kepada induk dari masing-masing yang menjadi perantara dari kasus ini. Keluarga kami kecewa. Kasus ini menyamgkut nama baik keluarga,” aku pria itu sambil berlalu serta menyebutkan nama-nama satu persatu yang terlibat kasus tersebut.

Dalam amar putusan majelis hakim yang dibacaka di ruang 5 PN Jakarta Selatan disaksikan keluarga terdakwa menyebutkan bahwa jaksa telah melanggar aturan dari Surat Edaran Jaksa Agung karena barang bukti yang disita dari terdakwa Joshua Satria Claproth sudah melebihi SE tersebut. Sehingga penetapan Pasal 127 Ayat (1) huruf a UU RI No.35 tahun 2009  tentang Narkotika tidaklah tepat. Untuk itu majelis hakim menerapkan dan mengenakan  yang terbukti adalah Pasal 112 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Seperti di surat dakwaan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan yang tertera nama jaksa penuntut umum Iwa Pria Wicaksana itu tidak bernomor dan juga tidak ada tanggal. Namun  hanya tertera Desember 2018 saja, menerangkan terdakwa Joshua Satria Claproth yang terlahir di Wollonggong pada 26 Agustus 1988 itu ditangkap Roy Marthin Siahaan dan Rico Andriansyah dari Unit II Subdit I Ditres Narkoba Polda Metro Jaya di depan Apotik Pela di Jalan Melawai II No.35, Jakarta Selatan, berdasaarkan keterangan  Andriyanto yang ditangkap terlebbih dahulu.

Setelah diintrogarasi Andriyanto mengaku hanya suruhan dari Joshua Satria Claproth. Andriyanto tidak mengetahui apa isi barang yang ada di dalam kemasan Belvita itu. Setelah itu polisi menggeledah rumah Joshua yang di Gang Majelis Taklim No.38-B, Pejaten Barat, Jakarta Selatan dan menemukan dalam plastik klip berisi 5 butir pil ekstasi. Dan petugas mengejar lagi ke Apartemen Residen 8 Tower 2 lt 19 kamar 19-E di Jalan Senopati, Jakarta Selatan dan menemukan 11,4 gram kokain dengan kode A dipembungkusnya, 8,4 gram kokain di label plastiknya kode B dan 5 plastik semuanya 5,2 gram masing masing kode C dan 5 plastik masing masing kode D seberat 5,7 gram dan kode E seberat 1 gram, kode F juga 1 gram serta kode G seberat 0,6 gram.

Barang haram itu seyogyanya akan diserahkan Andriyanto kepada Agan (DPO) dan barang itu adalah milik rekan Joshua bernama Andre juga (DPO). Jumlah seluruh barang bukti 43,3 gram dan pil ekstasi 5 butir.

Jaksa yang menghadiri persidangan sejak dakwaan adalah jaksa dari Kejati Sumardi dari Bagian Intelijebn. “Tolong jangan diributin dulu ya, saya lapor sama jaksa satunya. Saya hanya jaksa kedua di berkas perkara,” kata jaksa itu seperti merasa ketakutan setelah mendengar putusan 5 tahun denda Rp.1 miliar susidair 2 bulan kurungan.

Terdakwa Joshua maupun keluarganya dua kali dirugikan oleh putusan hakim. Pertama hukuman naik dan hampir dua kali lipat dan kedua semula tidak ada denda karena di Pasal 127, tapi setelah di hakim dikenakan denda Rp.1 miliar. (tob)

 

Berita Terkait:

FORM_HEADER


FORM_CAPTCHA
FORM_CAPTCHA_REFRESH

PILIHAN REDAKSI

Ketigakalinya Terpilih Kembali Jadi Ketua Persatuan Wartawan Unit Pemko Medan Periode 2019 - 2021
Ketigakalinya Terpilih Kembali Jadi Ketua... Medan hariandialog .com Lewat pemilihan ketat dan alot serta diselingi interupsi dari peserta, akhirnya, M Edison Ginting dari Harian Waspada...
KETUA DPRD PROVINSI KEPULAUAN RIAU  LANTIK TIGA ANGGOTA DPRD HASIL PAW
KETUA DPRD PROVINSI KEPULAUAN RIAU LANTIK TIGA...

Tanjungpinang, hariandialog.com Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau...

SURAT KABAR DIALOG

KESEHATAN

Listrik Padam Layanan RS Kota Bengkulu Tidak Maksimal

Listrik Padam Layanan RS Kota Bengkulu T…

Bengkulu, hariandialog.com – 31-1-2019 - Rumah sakit milik Pemerinta...

Direktur “Akreditasi RSUD M Yunus Terkendala Dokter Spesialis”

Direktur “Akreditasi RSUD M Yunus Terken…

Bengkulu, hariandialog.com - 24-1-19 - Direktur RSUD dr M.Yunus Beng...

TEKNOLOGI

Terpilih Sebagai Lokasi Survey EODB oleh World Bank    DPMPTSP Badung Belajar Pelayanan Publik di Ge
Terpilih Sebagai Lokasi Survey EODB oleh World... Denpasar, hariandialog.com- 9- 7 -2018 - Untuk  meningkatkan kualitas pelayanan publik di Indonesia, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan...

KANTOR PUSAT :
Jl Binawarga No 4 Kalibata, Jakarta Selatan 12750 Telp. (021) 79193461, 92296596; Fax. (021) 7946448
Email: dialog_indonesia@yahoo.com - http://www.hariandialog.com

PERWAKILAN :
• Tanggerang • Serang • Banten • Bekasi • Kerawang • Cibinong • Bogor -Cianjur- Sukabumi • Bandung• Garut • Tasikmalaya•Sumedang• Purwakarta • Cirebon • Majalengka • Indramayu • Semarang • Surabaya • Sidoarjo • Bali • Bima • Bandar Lampung • Lampung Selatan • Lampung Utara • Lampung Barat • Tanggamus • Bangka • Bangka Barat • Pangkal Pinang • Belitung • Jambi• Sumsel • Bengkulu• Lubuk Linggau • Lingga • Batam• Tanjung Pinang • Karimun«Pekan Baru • Padang • Medan • Kabanjahe«Tanahkaro • Deliserdang«Serdang Bedagal• Binjal -Langkat «Labuan Batu •Sibolga-Pematang Slantar»Tarutung.Barus« Makasar-Sulbar-Mamuju •Bolmong«Sorong Papua Barat • P. Sidempuan • Nias • Bengkulu • Tembilahan