Hariandialog,Saturday 22 September 2018, 02:04

Maraknya Illegal Mining Menjadi Perhatian Pemkab Lebak

Lebak, hariandialog.com-20-12-17 - Maraknya penambang ilegal (Illegal mining) di Kabupaten Lebak menjadi perhatian khusus Staf Ahli Bidang Ideologi dan Konstitusi Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan RI Irjen. Pol. Drs. M Ghufron M.M, M.Si dalam acara kunjungan kerja ke Kabupaten Lebak, Selasa (19/12/2017).

Ghufron menilai bahwa banyaknya pertambangan rakyat yang tidak memiliki IPR (Izin Pertambangan Rakyat) akan berdamak negatif terhadap lingkungan, karena pertambangan rakyat selalu menggunakan mercury yang sangat berbahaya dalam kegiatannya, bahkan warga yang terpapar merkuri menunjukkan suatu gejala yang sangat merusak.

Seperti diketahui ada beberapa kasus dimana merkuri dapat meracuni janin melalui plasenta, saat ibu bayi mengkonsumsi makanan laut yang telah terkontaminasi limbah yang mengandung merkuri selama masa kehamilan.

Dalam kasus yang relatif ringan, kondisinya hampir tidak dapat dibedakan dari penyakit lain seperti sakit kepala, kelelahan kronis, dan ketidakmampuan umum untuk membedakan rasa dan bau. Namun dalam kasus yang sangat parah, korban dapat mengalami kegilaan, kelumpuhan, koma, bahkan kematian dalam beberapa minggu setelah timbulnya gejala.

Ghufron mengakatan bahwa selain berdampak buruk untuk kesehatan, pertambangan rakyat juga merupakan illegal mining yang harus jadi perhatian bersama.

“Ini tidak bisa dibiarkan terus berlarut-larut, untuk itu kami juga akan merekomendasikan masalah ini kepada kementrian terkait” Ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Lebak, H. Ade Sumardi memerintahkan OPD terkait untuk segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, baik dengan Pemerintah Provinsi Banten maupun dengan  Pemerintah Pusat.

Wabup menghimbau agar pengawasan terhadap penambang illegal diperketat, dan berharap agar penambang tidak menggunakan mercuri dan segera mengurus IPR untuk kegiatan pertambangan emas yang makin banyak di Wilayah Lebak.

“Sebaiknya penambang emas menggunakan alternative lain, misalnya sianida karena relative mudah dikendalikan dibandingkan dengan merkuri” Kata Wabup.

Lebih jauh wabup mengatakan bahwa secara ekonomis penggunaan sianida lebih menguntungkan, karena sianida mampun mengikat emas 90% dibandingkan dengan mercuri yang hanya 40%, sehingga bahan bakunya banyak terbuang selain berbahaya bagi lingkungan dan orang yang terpaparnya.

“Kami tidak melarang kegiatan penambangan selagi mematuhi segala aturan, perinsipnya kami akan mendukung kegiatan untuk kesejahteraan rakyat.” Pungkasnaya. (Addy)

 

Berita Sebelumnya:

FORM_HEADER


FORM_CAPTCHA
FORM_CAPTCHA_REFRESH

PILIHAN REDAKSI

SURAT KABAR DIALOG

KESEHATAN

Pradi Supriatna Apresiasi Kegiatan Donor…

Depok, hariandialog.com - 13-07-2018 - Wakil Walikota Depok, Pradi Sup...

Kader Jumantik RW.04 Rawajati Rutin Gelar Kegiatan PSN

Kader Jumantik RW.04 Rawajati Rutin Gela…

Jakarta, hariandialog.com - 06-07-2018 - Di Pos Rw. 04 Kel Rawajati ...

TEKNOLOGI

Terpilih Sebagai Lokasi Survey EODB oleh World Bank    DPMPTSP Badung Belajar Pelayanan Publik di Ge
Terpilih Sebagai Lokasi Survey EODB oleh World... Denpasar, hariandialog.com- 9- 7 -2018 - Untuk  meningkatkan kualitas pelayanan publik di Indonesia, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan...

KANTOR PUSAT :
Jl Binawarga No 4 Kalibata, Jakarta Selatan 12750 Telp. (021) 79193461, 92296596; Fax. (021) 7946448
Email: dialog_indonesia@yahoo.com - http://www.hariandialog.com

PERWAKILAN :
• Tanggerang • Serang • Banten • Bekasi • Kerawang • Cibinong • Bogor -Cianjur- Sukabumi • Bandung• Garut • Tasikmalaya•Sumedang• Purwakarta • Cirebon • Majalengka • Indramayu • Semarang • Surabaya • Sidoarjo • Bali • Bima • Bandar Lampung • Lampung Selatan • Lampung Utara • Lampung Barat • Tanggamus • Bangka • Bangka Barat • Pangkal Pinang • Belitung • Jambi• Sumsel • Bengkulu• Lubuk Linggau • Lingga • Batam• Tanjung Pinang • Karimun«Pekan Baru • Padang • Medan • Kabanjahe«Tanahkaro • Deliserdang«Serdang Bedagal• Binjal -Langkat «Labuan Batu •Sibolga-Pematang Slantar»Tarutung.Barus« Makasar-Sulbar-Mamuju •Bolmong«Sorong Papua Barat • P. Sidempuan • Nias • Bengkulu • Tembilahan