Hariandialog,Wednesday 19 June 2019, 05:12

KPSN Desak PSSI Pecat Pengurus Yang Terlibat Mafia Bola

PDFPrintE-mail

Jakarta, hariandialog.com - Komite Perubahan Sepak Bola Nasional (KPSN) mendesak Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) memberhentikan pengurusnya  yang terlibat kasus pengaturan skor sepak bola. Tuntutan mundur kepada pengurus induk organisasi sepakbola di Tanah Air itu muncul dalam pertemuan klub dan Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI yang digagas KPSN di Hotel Bidakara Jakarta, Rabu (9/1/2019).

Anggota Komisioner KPSN Muhammad  Zein merasa prihatin dengan situasi sepakbola nasional saat ini. Menurut dia, hasil kompetisi di Liga Indonesia berjalan tidak baik. "Sepak bolanya tidak kacau, hasilnya saja," kata Zein, seusai pertemuan.

Menurut  Zein, pihaknya sadar betul tidak mempunyai hak suara di Kongres Tahunan PSSI yang akan digelar 20 Januari 2019 mendatang. Meski demikian pihaknya berharap voter (pemilik hak suara) bisa membawa aspirasi masyarakat yang peduli dengan sepakbola Indonesia.

“Kami hanya menyalurkan aspirasi pemiliki suara saja. Dan perlu diingat, kalau KPSN itu bukan tandingan PSSI,” tegas Zein.

Hal senada dikatakan Sekjen KPSN Alif Sjahfiar, yang menurutnya kehadiran KPSN bukan sebagai tandingan PSSI, pihaknya justru membantu PSSI dalam menjalan organisasi sepakboal yang bersih di Tanah Air.

"Kemarin kan ada yang bilang KPSN tidak boleh menggelar pertemuan sebelum kongres PSSI. Saya tidak tahu maksudnya apa. Yang pasti pertemuan hari ini hanya diskusi mengenai sepak bola Indonesia saat ini seperti apa, bukan yang lain," ungkap Alif.

Alif juga menampik jika ada anggapan KPSN akan menjadi pesaing PSSI dalam mengelola sepak bola tanah air. Sejatinya, KPSN mempunyai tugas untuk menciptakan iklim sepak bola yang kondusif.

"Tidak ada yang namanya dualisme kepengurusan. Saya juga kan pernah mencalonkan jadi anggota PSSI walaupun gagal. Gagal bukan berarti membentuk tandingan bagi PSSI," tandas Alif.

Pada pertemuan yang digelar KPSN tersebut, sejumlah klub dan Asprov PSSI yang hadir menghasilkan dua tuntutan. Pertama mengusulkan agar dalam Kongres Tahunan PSSI mendatang memberhentikan pengurus PSSI  yang terlibat pengaturan skor sepak bola. Kedua, mendukung penuh upaya Kepolisian dalam hal ini Satgas Anti-Mafia Sepakbola Bareskrim Polri yang memerangi mafia bola.

Pertemuan ini diikuti 18 perwakilan klub dan Asprov PSSI, diantaranya  adalah Asprov Sulawesi Tenggara, Lampung, klub Persijap Jepara, dan Persiraja Banda Aceh.

Presiden Persijap Jepara Esti Puji Lestari menyatakan akan berupaya membawa dua tuntutan itu ke Kongres Tahunan PSSI pada 20 januari mendatang. Menurut  Esti  ke depan PSSI  harus lebih ketat lagi memilih pengurus yang mengisi posisi strategis. "Jika ada pengurus yang terlibat mafia bola harus ada sanksi," pungkas Esti. (rizal)

 

 

Berita Sebelumnya:

FORM_HEADER


FORM_CAPTCHA
FORM_CAPTCHA_REFRESH

PILIHAN REDAKSI

PWI Bengkulu Tali Asih Janda Wartawan
PWI Bengkulu Tali Asih Janda Wartawan Bengkulu, hariandialog.com – 3-5-2019 - Bentuk kepedulian terhadap sesama teman se profesi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bengkulu...
Cuti Bersama Idul Fitri 1440 H, Pelayanan Publik di Badung Tetap Buka
Cuti Bersama Idul Fitri 1440 H, Pelayanan Publik...

Denpasar, hariandialog.com - 28-5-2019Berkenaan dengan telah ...

SURAT KABAR DIALOG

KESEHATAN

Gubsu Kunjungi RS USU Kesehatan Jadi Prioritas Utama Kehidupan

Gubsu Kunjungi RS USU Kesehatan Jadi Pri…

Medan hariandialog.com - 6-5-19 - Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), E...

Tinjau UPT Rumah Sakit Pemprov Sumut Wagub Sumut Harapkan Pelayanan Pasien Ditingkatkan

Tinjau UPT Rumah Sakit Pemprov Sumut Wag…

Medan, hariandialog.com -  6-5-19 - Wakil Gubernur Sumatera Utara (S...

TEKNOLOGI

KANTOR PUSAT :
Jl Binawarga No 4 Kalibata, Jakarta Selatan 12750 Telp. (021) 79193461, 92296596; Fax. (021) 7946448
Email: dialog_indonesia@yahoo.com - http://www.hariandialog.com

PERWAKILAN :
• Tanggerang • Serang • Banten • Bekasi • Kerawang • Cibinong • Bogor -Cianjur- Sukabumi • Bandung• Garut • Tasikmalaya•Sumedang• Purwakarta • Cirebon • Majalengka • Indramayu • Semarang • Surabaya • Sidoarjo • Bali • Bima • Bandar Lampung • Lampung Selatan • Lampung Utara • Lampung Barat • Tanggamus • Bangka • Bangka Barat • Pangkal Pinang • Belitung • Jambi• Sumsel • Bengkulu• Lubuk Linggau • Lingga • Batam• Tanjung Pinang • Karimun«Pekan Baru • Padang • Medan • Kabanjahe«Tanahkaro • Deliserdang«Serdang Bedagal• Binjal -Langkat «Labuan Batu •Sibolga-Pematang Slantar»Tarutung.Barus« Makasar-Sulbar-Mamuju •Bolmong«Sorong Papua Barat • P. Sidempuan • Nias • Bengkulu • Tembilahan