Hariandialog,Monday 22 April 2019, 09:13

Suhendra, Sosok di Balik Lengsernya Edy Rahmayadi

PDFPrintE-mail

Nusa Dua, hariandialog.com – Suhendra in, Edy out! Itulah amsal mundurnya Edy Rahmayadi dari jabatan Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Sosok yang dominan dan ahli strategi sebagai mantan Pangkostrad dan jenderal yang sangat berpengaruh itu akhirnya tumbang juga.

Sebelum menyatakan mundur, Edy menyindir sejumlah pengurus sepak bola, termasuk Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar, dan tentu saja KPSN yang pada 9 Januari 2019 menggelar diskusi bertajuk, “Menuju Sepak Bola Bersih, Berprestasi, Tanpa Mafia” di Hotel Bidakara, Jakarta, meski tidak secara eksplisit menyebut KPSN . “Jangan ada yang mengkhianati PSSI. Saya tahu ada orang-orang di depan saya ini yang menghadiri acara di luar acara PSSI,” ujar Edy.  
Prihatin dengan kondisi persepakbolaan nasional yang tak kunjung berprestasi baik di tingkat Asia Tenggara, Asia, apalagi di tingkat dunia yang berkelindan dengan maraknya kasus suap pengaturan skor pertandingan atau match fixing, Suhendra pun mendirikan KPSN pada awal Oktober 2018 dengan merekrut para ahli di bidangnya, mulai dari mantan anggota Komite Eksekutif PSSI, mantan pemain, mantan pelatih, praktisi hukum, dan reporter sepak bola. Hasilnya, hanya dalam empat bulan, KPSN mampu menumbangkan Edy Rahmayadi yang merangkap jabatan Gubernur Sumatera Utara. “PSSI ibarat anak tiri ketika dipimpin seorang gubernur,” jelas Suhendra kepada wartawan yang menghubunginya dari Nusa Dua, Bali, tempat berlangsungnya Kongres PSSI, Minggu (20/1/2019).
Pernyataan itu disampaikan Suhendra hanya beberapa saat setelah Edy menyatakan mundur untuk kemudian digantikan Wakil Ketua Umum I PSSI Joko Driyono. “Beliau seorang jenderal, kalau saya hanya mantan anak jalanan yang baca  buku,” kata Suhendra membandingkan dirinya dengan Edy Rahmayadi.
Pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola oleh Polri pada 22 Desember 2018, yang berdampak pada tertangkapnya sejumlah pengurus PSSI, dan kemudian memicu mundurnya Edy Rahmayadi yang mengaku tak sanggup memimpin PSSI, tak luput dari inisiasi KPSN yang menggandeng Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri untuk memberantas maraknya match fixing. Bareskrim pun menerbitkan Surat Perintah No: Sprin/4976/X/2018/Bareskrim. “Inilah cikal bakal lahirnya Satgas Antimafia Bola,” aku Suhendra yang juga Ketua Umum Putra-putri Jawa Kelahiran Sumatera, Sulawesi dan Maluku (Pujakessuma) Nusantara.
Namun, menurut Suhendra, masalah PSSI baru akan selesai bila semua pengurus mundur. "Bahkan bila perlu potong satu generasi,” cetus mantan Ketua Tim Penyelesaian Pelanggaran HAM Indonesia-Vietnam ini.
Suhendra pun mendesak Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI Joko Driyono untuk segera menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI, bahkan sebelum Pemilu/Pilpres 2019 digelar pada 17 April mendatang, guna memilih pengurus baru yang bersih, profesional dan bebas dari kontaminasi match fixing. “Adanya sejumlah Exco dan pengurus PSSI yang menjadi tersangka match fixing membuktikan PSSI sudah dalam kondisi darurat,” cetus pria low profile kelahiran Medan 50 tahun lalu yang memiliki segudang pengalaman seperti inisiator pembentukan Badan Sinkronisasi Kebijakan Pusat dan Daerah .(yud)

 

Berita Sebelumnya:

FORM_HEADER


FORM_CAPTCHA
FORM_CAPTCHA_REFRESH

PILIHAN REDAKSI

Ketigakalinya Terpilih Kembali Jadi Ketua Persatuan Wartawan Unit Pemko Medan Periode 2019 - 2021
Ketigakalinya Terpilih Kembali Jadi Ketua... Medan hariandialog .com Lewat pemilihan ketat dan alot serta diselingi interupsi dari peserta, akhirnya, M Edison Ginting dari Harian Waspada...
KETUA DPRD PROVINSI KEPULAUAN RIAU  LANTIK TIGA ANGGOTA DPRD HASIL PAW
KETUA DPRD PROVINSI KEPULAUAN RIAU LANTIK TIGA...

Tanjungpinang, hariandialog.com Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau...

SURAT KABAR DIALOG

KESEHATAN

Listrik Padam Layanan RS Kota Bengkulu Tidak Maksimal

Listrik Padam Layanan RS Kota Bengkulu T…

Bengkulu, hariandialog.com – 31-1-2019 - Rumah sakit milik Pemerinta...

Direktur “Akreditasi RSUD M Yunus Terkendala Dokter Spesialis”

Direktur “Akreditasi RSUD M Yunus Terken…

Bengkulu, hariandialog.com - 24-1-19 - Direktur RSUD dr M.Yunus Beng...

TEKNOLOGI

Terpilih Sebagai Lokasi Survey EODB oleh World Bank    DPMPTSP Badung Belajar Pelayanan Publik di Ge
Terpilih Sebagai Lokasi Survey EODB oleh World... Denpasar, hariandialog.com- 9- 7 -2018 - Untuk  meningkatkan kualitas pelayanan publik di Indonesia, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan...

KANTOR PUSAT :
Jl Binawarga No 4 Kalibata, Jakarta Selatan 12750 Telp. (021) 79193461, 92296596; Fax. (021) 7946448
Email: dialog_indonesia@yahoo.com - http://www.hariandialog.com

PERWAKILAN :
• Tanggerang • Serang • Banten • Bekasi • Kerawang • Cibinong • Bogor -Cianjur- Sukabumi • Bandung• Garut • Tasikmalaya•Sumedang• Purwakarta • Cirebon • Majalengka • Indramayu • Semarang • Surabaya • Sidoarjo • Bali • Bima • Bandar Lampung • Lampung Selatan • Lampung Utara • Lampung Barat • Tanggamus • Bangka • Bangka Barat • Pangkal Pinang • Belitung • Jambi• Sumsel • Bengkulu• Lubuk Linggau • Lingga • Batam• Tanjung Pinang • Karimun«Pekan Baru • Padang • Medan • Kabanjahe«Tanahkaro • Deliserdang«Serdang Bedagal• Binjal -Langkat «Labuan Batu •Sibolga-Pematang Slantar»Tarutung.Barus« Makasar-Sulbar-Mamuju •Bolmong«Sorong Papua Barat • P. Sidempuan • Nias • Bengkulu • Tembilahan