Hariandialog,Monday 24 September 2018, 11:39

Eko Yuli Yakin Menpora Memperjuangan Dirinya Tampil di Asian Games 2018

PDFPrintE-mail

Jakarta, hariandialog.com – Litter Eko Yuli Irawan tetap optimis dirinya bisa tampil pada ajang Asian Games 2018, Agustus mendatang. Peraih medali perak Olimpiade Rio de Janeiro 2016, pemerintah dalam hal ini Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi akan memperjuangkan agar kelas 62 kg, yang menjadi nomor andalannya tetap dipertandingkan.

Eko berkeyakinan  cukup alasan bagi Indonesia selaku tuan rumah untuk tetap mempertandingkan kelas 62 kg ini. Menurutnya sebagai tuan rumah, harusnya kita (Indonesia) yang mengatur nomor apa saja yang dipertandingkan.

“Masa peluang emas buat Indonesia malah dicoret. Seharusnya kalau ada yang harus dicoret yang kelas atas, bukan malah kelas 62 kilogram," ungkap Eko.

Pernyataan Eko Yuli terkait surat edaran dari Federasi Angkat Besi Asia (AWF) yang  mencoret pertandingan kelas 62 kg  pada ajang Asian Games 2018.

Surat AWF yang diterima PB PABBSI pekan lalu, membuat lifter andalan Indonesia initerancam batal tampil pada ajang empat tahunan tersebut. Keputusan tersebut tentunya sangat merugikan Indonesia selaku tuan rumah, karena kelas tersebut berpotensi besart mempersembahkan medali emas.

Surat keputusan pencoretan kelas 62 kg dikeluarkan pada 11 Februari 2018 dan ditandatangani Presiden AWF, Mohamed Yousef Alamana. Namun, Indonesia bakal tetap memperjuangkan kelas 62 kg dilombakan pada Asian Games 2018.

Sekertaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Gatot Dewa Broto, Rabu (21/2) menegaskan pemerintah dalam hal ni Kemenpora mendukung upaya PS PABBSI yang tenagh memperjuangan kelas ini tetap dipertandingkan di Asian Games.

"Secara prinsip, Kemenpora tetap mendukung PABBSI untuk tetap memperjuangkan kelas 62 kg," ujar Gatot Dewa Broto.

Menurut Gatot,  selain karena sebagai salah satu andalan Indonesia, nomor ini sudah tidak diperdebatkan OCA lagi. Kami sedang meminta NOC Indonesia memperjuangkan hal ini.

Pencoretan nomor 62 kg tentu bakal merugikan Indonesia. Eko Yuli memiliki peluang besar merebut medali emas pada nomor tersebut karena atlet unggulan dari Korea Selatan dan China tak turun bertanding pada ajang tersebut.

Eko Yuli juga telah membuktikan diri berhasil merebut medali emas pada test event Asian Games 2018. Dia mengumpulkan total angkatan 295 kg. Jumlah tersebut terdiri dari 135 kg snatch dan 160 kg clean & jerk. (rizal)

Berita Sebelumnya:

FORM_HEADER


FORM_CAPTCHA
FORM_CAPTCHA_REFRESH

PILIHAN REDAKSI

SURAT KABAR DIALOG

KESEHATAN

Pradi Supriatna Apresiasi Kegiatan Donor…

Depok, hariandialog.com - 13-07-2018 - Wakil Walikota Depok, Pradi Sup...

Kader Jumantik RW.04 Rawajati Rutin Gelar Kegiatan PSN

Kader Jumantik RW.04 Rawajati Rutin Gela…

Jakarta, hariandialog.com - 06-07-2018 - Di Pos Rw. 04 Kel Rawajati ...

TEKNOLOGI

Terpilih Sebagai Lokasi Survey EODB oleh World Bank    DPMPTSP Badung Belajar Pelayanan Publik di Ge
Terpilih Sebagai Lokasi Survey EODB oleh World... Denpasar, hariandialog.com- 9- 7 -2018 - Untuk  meningkatkan kualitas pelayanan publik di Indonesia, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan...

KANTOR PUSAT :
Jl Binawarga No 4 Kalibata, Jakarta Selatan 12750 Telp. (021) 79193461, 92296596; Fax. (021) 7946448
Email: dialog_indonesia@yahoo.com - http://www.hariandialog.com

PERWAKILAN :
• Tanggerang • Serang • Banten • Bekasi • Kerawang • Cibinong • Bogor -Cianjur- Sukabumi • Bandung• Garut • Tasikmalaya•Sumedang• Purwakarta • Cirebon • Majalengka • Indramayu • Semarang • Surabaya • Sidoarjo • Bali • Bima • Bandar Lampung • Lampung Selatan • Lampung Utara • Lampung Barat • Tanggamus • Bangka • Bangka Barat • Pangkal Pinang • Belitung • Jambi• Sumsel • Bengkulu• Lubuk Linggau • Lingga • Batam• Tanjung Pinang • Karimun«Pekan Baru • Padang • Medan • Kabanjahe«Tanahkaro • Deliserdang«Serdang Bedagal• Binjal -Langkat «Labuan Batu •Sibolga-Pematang Slantar»Tarutung.Barus« Makasar-Sulbar-Mamuju •Bolmong«Sorong Papua Barat • P. Sidempuan • Nias • Bengkulu • Tembilahan