Hariandialog,Wednesday 17 July 2019, 11:17

KHILAFAH = PANCA SILA

Oleh: Johan Murod Babelionia..

Ketika Bung Karno dalam pidatonya mengatakan SAYA BERMIMPI
INDONESIA MERDEKA Belanda menangkap Bung Karno,  dalam berbagai
pengasingannya Bung Karno selalu merenung Ideology apa dan bagaimana
yg cocok untuk Bangsa Indonesia yang kelak jika sudah merdeka. Bung
Karno yang pernah tinggal di Rumah Cokrominoto bahkan dinikahkan dg
Putri  Cokrominoto UTARI memiliki Akal Cerdas yang Islami karena
Cokrominoto Ulama Besar tersebut adalah juga merupakan Guru bagi Bung
Karno.

Bung Karno merenung dua Ideology besar didunia yang dianut
dua Negara Adikuasa yaitu Amerika dan Uni Soviet adalah Kapitalis dan
Komunis yang mana sesungguhnya dua Ideology tsb sistim ekonomi yang
kemudian diadopsi sebagai Ideology suatu Negara.
Kapitalis adalah sistim ekonomi dimana faktor produksi
dikuasai private dan harga atas dasar mekanisme Pasar yang dibentuk
oleh tangan tangan ajaib (Impossible Hand).
Komunis dimana faktor produksi dikuasai public dan harga atas Campur
Tangan Negara Untuk melindungi Rakyat, terutama untuk products yang
menyangkut hajat hidup Masyarakat.
Bung Karno kemudian dalam renungannya lebih berpikir moderate
tidak ingin Bangsa Indonesia Memiliki Ideology Kiri atau Ideology
kanan, yang kemudian Bung Karno memilih Ideology jalan Tengah yaitu
Panca Sila yang diracik dari Nilai nilai Luhur Yang Islami dan nilai
nilai Luhur agama agama yang lain di Indonesia.
Simak saja Sila Sila yang ada pada Panca Sila, KETUHANAN YANG
MAHA ESA, ini merupakan inti dari Surah Al Ikhlas jika Kita lihat
Bendera yang selalu dibawa HTI merupakan kalimat Tauhid yang adalah
Bendera Perang Rasulallah. Jika Kita lihat Agama Kong Huchu Tuhan
Agama Kong Huchu adalah Thian yang ada dilangit yang tinggi merupakan
Tuhan Yang Maha Esa.
KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB, agama apapun yang ada di
Indonesia menjunjung tinggi nilai nilai kemanusiaan yang saling
menghargai Hak hak untuk hidup manusia sesuai Hak Azasi Manusia yang
merupakan Hak Hidup Anugerah Tuhan sejak manusia berada dalam
kandungan.
PERSATUAN INDONESIA, Nusantara yang luas dengan 17.000 lebih
buah Pulau yang disatukan oleh laut yang luas terdiri ratusan Etnic
Group dan ratusan Bahasa daerah disatukan oleh Bahasa Indonesia atas
kehendak Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.
KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM
PERMUSYAWARATAN PERWAKILAN, ketika Rasulallah Muhammad SAW meninggal
dunia Para Sahabat Beliau Kaum Ansor dan Kaum Muhajirin Setelah beradu
argumentasi sepakat MENGANGKAT Abu Bakar dari kalangan Muhajirin sbg
Kholifah Amirul Mukminin, Pemilihan dilakukan secara Musyawarah
Mufakat dalam Demokrasi Panca Sila Presiden dipilih oleh MPR RI yang
merupakan Carminan atau Perwakilan Seluruh Rakyat Indonesia, bukan
pemilihan Presiden spt saat ini Direct Democraticion ala Yunani Kuno.
Pemilihan Presiden sepertt saat ini dapat dikatakan menyimpang dari
Demokrasi Panca Sila yaitu Sila ke 4 sehingga dapat dikatakan saat ini
Indonesia Not On The Track.
KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA, Indonesia
yang majemuk tidak boleh terjadi hegemony antar berbagai Etnic maupun
hegemony antar agama, untuk itulah Bung Karno merenung Tentang Piagam
Medinah yang terdiri dari 47 pasal yang merupakan Konstitusi TERTULIS
yang pertama yang adalah merupakan HUKUM DASAR yang dapat menyatukan
Rakyat Medinah yang terdiri dari berbagai agama dan terdiri dari
berbagai Suku Besar dan Suku Kecil di Medinah.
Lantas untuk apa mempertimbangkan Islam dengan Panca Sila karena Panca
Sila sudah sangat ISLAMI dan Panca Sila juga sudah mengandung nilai
nilai Luhur agama lain yang ada di Indonesia.
Jika HTI ingin memperjuangkan KHILAFAH sesungguhnya HTI
ingin memperkuat Panca Sila sebagai Landasan Idil Bangsa Indonesia
dalam Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara yang kemudian berbagai
Sila pada Panca Sila tersebut dijabarkan dalam Konstitusi (Hukum
Dasar) Bangsa Indonesia yaitu UUD1945.
Lantas kelompok mana sesungguhnya yang tidak setuju dengan
Panca Sila? Mereka adalah kelompok yang tidak setuju KHILAFAH dan
tidak setuju dengan Undang Undang SYARIAH dan Undang Undang yang
beraroma AL Kitab Injil yang disuarakan dalam pidato Ketua Umum salah
satu partai yang paling anti dengan Undang Undang Syariah dan Undang
Undang yang beraroma Al Kitab Injil.
Pangkalpinang, 26 April 2019 Salam Ta'zim Johan Murod
Babelionia Mari Diskusikan artikel ini jika Saya salah persepsi
sehingga dengan  diskusi dengan Akal Sehat dan Akal Sehat Selalu
menghasilkan Solusi tanpa Caci Maki

 

Berita Sebelumnya:Berita Terkait:

PILIHAN REDAKSI

Silahturahmi Insan Pers Gubsu dan Wagub Batal, Staf Humas dan Wartawan Berjoget Ria
Silahturahmi Insan Pers Gubsu dan Wagub Batal,... Medan,hariandialog.com- Silahturahmi yang digelar Biro Humas Sekdaprovsu Gubernur dan Wakil Gubenur Sumut batal. Pasalnya acara yang dikemas di...

SURAT KABAR DIALOG

KESEHATAN

BUPATI TERIMA PENGHARGAAN HARGANAS TINGK…

Grobogan, hariandialog.com- (6/7) Bupati Grobogan Hj. Sri Sumarni, SH,...

Di Kabupaten Badung Tiap Bulan  Ditemukan 36 Kasus HIV/AIDS

Di Kabupaten Badung Tiap Bulan Ditemuka…

Denpasar, hariandialog.com – 26-6-19 - Di Kabupaten Badung ada  kece...

TEKNOLOGI

Bupati: Membangun Badung untuk Membahagiakan Masyarakat
Bupati: Membangun Badung untuk Membahagiakan... Denpasar, hariandialog.com - 1-7-19 - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Wabup. I Ketut Suiasa dan Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa bertatap...

KANTOR PUSAT :
Jl Binawarga No 4 Kalibata, Jakarta Selatan 12750 Telp. (021) 79193461, 92296596; Fax. (021) 7946448
Email: dialog_indonesia@yahoo.com - http://www.hariandialog.com

PERWAKILAN :
• Tanggerang • Serang • Banten • Bekasi • Kerawang • Cibinong • Bogor -Cianjur- Sukabumi • Bandung• Garut • Tasikmalaya•Sumedang• Purwakarta • Cirebon • Majalengka • Indramayu • Semarang • Surabaya • Sidoarjo • Bali • Bima • Bandar Lampung • Lampung Selatan • Lampung Utara • Lampung Barat • Tanggamus • Bangka • Bangka Barat • Pangkal Pinang • Belitung • Jambi• Sumsel • Bengkulu• Lubuk Linggau • Lingga • Batam• Tanjung Pinang • Karimun«Pekan Baru • Padang • Medan • Kabanjahe«Tanahkaro • Deliserdang«Serdang Bedagal• Binjal -Langkat «Labuan Batu •Sibolga-Pematang Slantar»Tarutung.Barus« Makasar-Sulbar-Mamuju •Bolmong«Sorong Papua Barat • P. Sidempuan • Nias • Bengkulu • Tembilahan