Hariandialog,Monday 19 June 2017, 06:44

Mencintai Rupiah di Tengah Koruptor Doyan Dollar

Oleh: Henri E. Tampubolon

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk mencintai mata uang rupiah ( mata uang negara kita sendiri). Hal itu dikatakan Presiden ke- 7 tersebut saat peluncuran uang rupiah cetakan baru tahun emisi 2016 di Bank Indonesia (BI) Jakarta, Senin 19 Desember 2016. Dalam amanatnya, Presiden Jokowi mengajak masyarakat Indonesia untuk mencintai rupiah dengan cara bertransaksi  menggunakan rupiah sebagai wujud  cinta atas kedaulatan  dan kemandirian Bangsa.

Ajakan Presiden Jokowi itu memang sangatlah wajar dan masyarakat secara sungguh bisa menerapkannya. Alasannya menggunakan rupiah dalam bertransaksi misal di bumi persada ini, selain bentuk kecintaan dan kemandirian bangsa Indonesia, juga mengurangi ketergantungan kita dan rasa yang selalu pede atas uang asing khususnya dollar. Keterbutuhan masyarakat Indonesia akan dollar dengan jumlah banyak, menjadikan kurs dollar naik dan melemahkan matang uang kita sendiri.

Memang jika kita lihat sejak beberapa tahun silam, sejumlah hotel khususnya berbintang 4 dan 5 lebih cenderung menggunakan dollar untuk sewa kamar maupun terhadap souvenir yang dijual. Bahkan sejumlah apartemen juga menggunakan dollar untuk menentukan harganya, dan sebagainya.

Meskipun usaha tersebut dimiliki pengusaha Indonesia misal, tetapi seakan bangga dan merasa bonafid jika harus menggunakan dollar dalam bentuk bertransaksi. Kondisi demikian menjadikan lambat laun orang tertentu lebih suka dan gemar atau bahasa kerennya lebih cinta mata uang asing seperti dollar ketimbang mata uang negara kita sendiri.

Ajakan seperti dikatakan Presiden Jokowi itu, mungkin bukanlah yang pertama. Saat Indonesia dilanda krisis moneter pada tahun 1997, juga ada seruan dan ajakan dari pemerintah kala itu untuk mencintai rupiah, seiring dengan nilai kurs dollar yang melonjak hingga diambang batas yang menjadikan perekonomian nasional mengalami kolaps, dan banyaknya perusahaan yang harus  gulung tikar.

Namun ajakan itu tidak membuat hati dari mereka yang lebih ‘mendewakan’ uang dollar dari pada rupiah untuk lebih mencintai rupiah. Hal itu juga banyak tempat usaha yang jika bertransaksi  selalu menggunakan mata uang dollar. Kondisi demikian bagi mereka seakan membuat rupiah dianggap mungkin sebelah mata. Jadi ketergantungan akan dollar sangat terus tinggi.

Kebutuhan dollar akan tetap tinggi mengingat dalam kasus korupsi seperti misal gratifikasi para penerima lebih dominan dan suka menerima uang suap dengan mata uang asing. Dari sejumlah pengungkapan kasus korupsi baik itu yang dilakukan Kejaksaan, terkhusus juga KPK baik itu dalam operasi tangkap tangan (OTT) selalu barang bukti yang disita pasti ada  mata uang asingnya. Mungkin alasannya dengan satu lembar dollar  nilai nominal 100 Dollar Amerika Serikat jika dikurskan sudah di atas Rp 11 ribu. Atau tipis tapi memiliki nilai kurs tinggi.

Hal inilah yang menjadikan koruptor terus memburu dollar dari para ‘pemberi’ suap. Jadi di tengah-tengah para koruptor yang doyan dollar, timbul ajakan untuk mencintai mata uang rupiah. Bagi masyarakat kalangan menengah hingga ke bawah mungkin ajakan itu pasti dituruti dan ditaati. Namun bagi koruptor yang lebih suka dollar, ajakan itu mungkin dianggap sebagai angin lalu saja.

Tapi yang pasti ajakan dari Presiden Jokowi tersebut untuk mencintai rupiah merupakan ajakan yang sederhana dan menumbuhkembangkan kemandirian kita dan juga mengetuk rasa nasionalisme  kita. Semoga ajakan itu menjadi kenyataan bagi masyarakat dengan cara lebih mencintai rupiah. Demikian (***)

 

Berita Sebelumnya:Berita Terkait:

PILIHAN REDAKSI

PN Jaksel Peringati Hari Lahir Pancasila
PN Jaksel Peringati Hari Lahir Pancasila Seluruh warga Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mulai dari honorer, pegawai, jurusita pengganti, panitera pengganti, panitera muda, panitera,...

SURAT KABAR DIALOG

KESEHATAN

Camat Godong Ikut Jalan Sehat Hardiknas UPTD Godong

Camat Godong Ikut Jalan Sehat Hardiknas …

Grobogan, hariandialog.com – 28-4-2017 - Camat Godong Bambang Haryon...

Gandeng BPJS, BKPM Perluas Layanan PTSP Pusat

Gandeng BPJS, BKPM Perluas Layanan PTSP …

Denpasar,hariandialog.com  - 24-2-17 - Badan Koordinasi Penanaman Mo...

TEKNOLOGI

Bali Industri Kreatif Expo 2017
Bali Industri Kreatif Expo 2017 Denpasar, hariandialog.com - 14-3-2017 - Setelah dinilai tim juri Lomba  Desain Kendaraan Pedesaan dalam rangkaian  Event Pameran Expo Bali...
Luncurkan Layanan Berbasis Internet, AliaGo Siap Mendunia
Luncurkan Layanan Berbasis Internet, AliaGo Siap...

Jakarta, hariandialog.com – Seiring perkembangan teknologi yang...

KANTOR PUSAT :
Jl Binawarga No 4 Kalibata, Jakarta Selatan 12750 Telp. (021) 79193461, 92296596; Fax. (021) 7946448
Email: dialog_indonesia@yahoo.com - http://www.hariandialog.com

PERWAKILAN :
• Tanggerang • Serang • Banten • Bekasi • Kerawang • Cibinong • Bogor -Cianjur- Sukabumi • Bandung• Garut • Tasikmalaya•Sumedang• Purwakarta • Cirebon • Majalengka • Indramayu • Semarang • Surabaya • Sidoarjo • Bali • Bima • Bandar Lampung • Lampung Selatan • Lampung Utara • Lampung Barat • Tanggamus • Bangka • Bangka Barat • Pangkal Pinang • Belitung • Jambi• Sumsel • Bengkulu• Lubuk Linggau • Lingga • Batam• Tanjung Pinang • Karimun«Pekan Baru • Padang • Medan • Kabanjahe«Tanahkaro • Deliserdang«Serdang Bedagal• Binjal -Langkat «Labuan Batu •Sibolga-Pematang Slantar»Tarutung.Barus« Makasar-Sulbar-Mamuju •Bolmong«Sorong Papua Barat • P. Sidempuan • Nias • Bengkulu • Tembilahan