Hariandialog,Tuesday 21 November 2017, 10:15

Mencintai Rupiah di Tengah Koruptor Doyan Dollar

Oleh: Henri E. Tampubolon

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk mencintai mata uang rupiah ( mata uang negara kita sendiri). Hal itu dikatakan Presiden ke- 7 tersebut saat peluncuran uang rupiah cetakan baru tahun emisi 2016 di Bank Indonesia (BI) Jakarta, Senin 19 Desember 2016. Dalam amanatnya, Presiden Jokowi mengajak masyarakat Indonesia untuk mencintai rupiah dengan cara bertransaksi  menggunakan rupiah sebagai wujud  cinta atas kedaulatan  dan kemandirian Bangsa.

Ajakan Presiden Jokowi itu memang sangatlah wajar dan masyarakat secara sungguh bisa menerapkannya. Alasannya menggunakan rupiah dalam bertransaksi misal di bumi persada ini, selain bentuk kecintaan dan kemandirian bangsa Indonesia, juga mengurangi ketergantungan kita dan rasa yang selalu pede atas uang asing khususnya dollar. Keterbutuhan masyarakat Indonesia akan dollar dengan jumlah banyak, menjadikan kurs dollar naik dan melemahkan matang uang kita sendiri.

Memang jika kita lihat sejak beberapa tahun silam, sejumlah hotel khususnya berbintang 4 dan 5 lebih cenderung menggunakan dollar untuk sewa kamar maupun terhadap souvenir yang dijual. Bahkan sejumlah apartemen juga menggunakan dollar untuk menentukan harganya, dan sebagainya.

Meskipun usaha tersebut dimiliki pengusaha Indonesia misal, tetapi seakan bangga dan merasa bonafid jika harus menggunakan dollar dalam bentuk bertransaksi. Kondisi demikian menjadikan lambat laun orang tertentu lebih suka dan gemar atau bahasa kerennya lebih cinta mata uang asing seperti dollar ketimbang mata uang negara kita sendiri.

Ajakan seperti dikatakan Presiden Jokowi itu, mungkin bukanlah yang pertama. Saat Indonesia dilanda krisis moneter pada tahun 1997, juga ada seruan dan ajakan dari pemerintah kala itu untuk mencintai rupiah, seiring dengan nilai kurs dollar yang melonjak hingga diambang batas yang menjadikan perekonomian nasional mengalami kolaps, dan banyaknya perusahaan yang harus  gulung tikar.

Namun ajakan itu tidak membuat hati dari mereka yang lebih ‘mendewakan’ uang dollar dari pada rupiah untuk lebih mencintai rupiah. Hal itu juga banyak tempat usaha yang jika bertransaksi  selalu menggunakan mata uang dollar. Kondisi demikian bagi mereka seakan membuat rupiah dianggap mungkin sebelah mata. Jadi ketergantungan akan dollar sangat terus tinggi.

Kebutuhan dollar akan tetap tinggi mengingat dalam kasus korupsi seperti misal gratifikasi para penerima lebih dominan dan suka menerima uang suap dengan mata uang asing. Dari sejumlah pengungkapan kasus korupsi baik itu yang dilakukan Kejaksaan, terkhusus juga KPK baik itu dalam operasi tangkap tangan (OTT) selalu barang bukti yang disita pasti ada  mata uang asingnya. Mungkin alasannya dengan satu lembar dollar  nilai nominal 100 Dollar Amerika Serikat jika dikurskan sudah di atas Rp 11 ribu. Atau tipis tapi memiliki nilai kurs tinggi.

Hal inilah yang menjadikan koruptor terus memburu dollar dari para ‘pemberi’ suap. Jadi di tengah-tengah para koruptor yang doyan dollar, timbul ajakan untuk mencintai mata uang rupiah. Bagi masyarakat kalangan menengah hingga ke bawah mungkin ajakan itu pasti dituruti dan ditaati. Namun bagi koruptor yang lebih suka dollar, ajakan itu mungkin dianggap sebagai angin lalu saja.

Tapi yang pasti ajakan dari Presiden Jokowi tersebut untuk mencintai rupiah merupakan ajakan yang sederhana dan menumbuhkembangkan kemandirian kita dan juga mengetuk rasa nasionalisme  kita. Semoga ajakan itu menjadi kenyataan bagi masyarakat dengan cara lebih mencintai rupiah. Demikian (***)

 

Berita Sebelumnya:

PILIHAN REDAKSI

Pelatihan Jurnalistik Gender oleh KPPA Usai
Pelatihan Jurnalistik Gender oleh KPPA Usai Pelatihan Jurnalistik Gender Oleh Kementerian Peranan Perempuan dan Anak bekerjasama dengan Persatuan Wartawan Indonesia dilangsungkan di Margo...
Konkernas PWI di Bengkulu Dihadiri Menkominfo
Konkernas PWI di Bengkulu Dihadiri Menkominfo

Bengkulu, hariandialog.com - Agenda Konferensi KerjaNasional (Konkernas)...

SURAT KABAR DIALOG

KESEHATAN

Dinkes DKI Jakarta: Terbitkan Sanksi Bu…

Jakarta, hariandialog.com - 25-09-2017 - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI ...

Safari KB untuk Menekan Angka Kelahiran

Safari KB untuk Menekan Angka Kelahiran

Tangerang, hariandialog.com - 11-9-17 - PBMKB Kota Tangerang bekerja...

TEKNOLOGI

SMK Pancasila Purwodadi Ciptakan Sumber Energi Alternatif
SMK Pancasila Purwodadi Ciptakan Sumber Energi... Grobogan,hariandialog.com – 18-9-2017 - SMK Pancasila Purwodadi yang terletak di komplek simpang lima Purwodadi yang selama ini dikenal rajanya...
Diviralkan Presiden Jokowi Saat HUT RI Ke 72
Diviralkan Presiden Jokowi Saat HUT RI Ke 72

Denpasar,hariandialog.com - 5-9-2017 - Biro Humas dan Protokol Setda...

KANTOR PUSAT :
Jl Binawarga No 4 Kalibata, Jakarta Selatan 12750 Telp. (021) 79193461, 92296596; Fax. (021) 7946448
Email: dialog_indonesia@yahoo.com - http://www.hariandialog.com

PERWAKILAN :
• Tanggerang • Serang • Banten • Bekasi • Kerawang • Cibinong • Bogor -Cianjur- Sukabumi • Bandung• Garut • Tasikmalaya•Sumedang• Purwakarta • Cirebon • Majalengka • Indramayu • Semarang • Surabaya • Sidoarjo • Bali • Bima • Bandar Lampung • Lampung Selatan • Lampung Utara • Lampung Barat • Tanggamus • Bangka • Bangka Barat • Pangkal Pinang • Belitung • Jambi• Sumsel • Bengkulu• Lubuk Linggau • Lingga • Batam• Tanjung Pinang • Karimun«Pekan Baru • Padang • Medan • Kabanjahe«Tanahkaro • Deliserdang«Serdang Bedagal• Binjal -Langkat «Labuan Batu •Sibolga-Pematang Slantar»Tarutung.Barus« Makasar-Sulbar-Mamuju •Bolmong«Sorong Papua Barat • P. Sidempuan • Nias • Bengkulu • Tembilahan