Hariandialog,Monday 19 June 2017, 06:44

Persekusi dan Eigenrichting

Salah satu terma yang sering kita temukan dalam diskursus di media pada akhir-akhir ini adalah "persekusi". Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KKBI) persekusi diartikan sebagai pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga dan disakiti, dipersusah, atau ditumpas.

 

 

Secara konseptual, Wikipedia menuliskan sebagai berikut :

"Persekusi (bahasa Inggris: persecution) adalah perlakuan buruk atau penganiayaan secara sistematis oleh individu atau kelompok terhadap individu atau kelompok lain, khususnya karena suku, agama, atau

pandangan politik. Persekusi adalah salah satu jenis kejahatan kemanusiaan yang didefinisikan di dalam Statuta Roma Mahkamah Pidana Internasional.

Timbulnya penderitaan, pelecehan, penahanan, ketakutan, dan berbagai faktor lain dapat menjadi indikator munculnya persekusi, tetapi hanya penderitaan yang cukup berat yang dapat dikelompokkan sebagai persekusi."

Dalam studi hukum, sejatinya ada istilah yang dapat dipadankan dengan konsep "persekusi" tersebut yaitu eigenrichting (Belanda) atau main hakim sendiri. Secara konseptual, eigenrichting adalah tindakan untuk menuntut hak terhadap orang lain yang dilakukan sendiri (oleh orang yang merasa punya hak) secara sewenang-wenang. Secara singkat, eigenrichting adalah pelaksanaan sanksi secara

perseorangan. Eigenrichting adalah perbuatan melawan hukum dan karenanya tindakan main hakim sendiri tersebut diancam dengan pidana.

Bertitik tolak dari uraian tersebut, secara ontologis persekusi dan eigenrichting memiliki hakekat yang sama, yaitu melakukan tindakan  pembelaan hak  terhadap pihak lain berdasarkan kekuatannya sendiri. Secara filosofis baik persekusi maupun eigenrichting itu dilarang oleh karena tingginya unsur subjektifitas sebagai dasar untuk melakukan tindakan pembelaan hak dan potensi tingginya tiranitas dengan prinsip hukum rimba.

Dalam konsep negara modern, sejatinya setiap individu telah menyerahkan kekuatan dan kewenangannya untuk melakukan penegakan hak kepada negara melalui kontrak sosial. Karenanya, hanya negara yang memiliki monopoli untuk menggunakan kekuatan dalam rangka memelihara

ketertiban dan penegakan dalam penuntutan hak. Negara membentuk lembaga/institusi untuk menjalankan fungsi memelihara ketertiban dan menegakkan pelanggaran hak yang terjadi dalam wilayah yurisdiksinya. Dalam negara modern berlaku pomeo bahwa penghormatan terhadap hukum adalah bentuk keberadaban suatu bangsa.

Semakin menguatnya persekusi dan juga eigenrichting sejatinya adalah cermin kemunduran keadaban suatu bangsa. Semoga Bangsa Indonesia tidak tergiring ke arah tubir kebiadaban oleh karena persekusi dan eigenrichting yang semakin banyak terjadi disekitar kehidupan kita. Salam berpikir merdeka dari tetangga sebelah yang diterima melalui WA. (tim)

Berita Terkait:

PILIHAN REDAKSI

PN Jaksel Peringati Hari Lahir Pancasila
PN Jaksel Peringati Hari Lahir Pancasila Seluruh warga Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mulai dari honorer, pegawai, jurusita pengganti, panitera pengganti, panitera muda, panitera,...

SURAT KABAR DIALOG

KESEHATAN

Camat Godong Ikut Jalan Sehat Hardiknas UPTD Godong

Camat Godong Ikut Jalan Sehat Hardiknas …

Grobogan, hariandialog.com – 28-4-2017 - Camat Godong Bambang Haryon...

Gandeng BPJS, BKPM Perluas Layanan PTSP Pusat

Gandeng BPJS, BKPM Perluas Layanan PTSP …

Denpasar,hariandialog.com  - 24-2-17 - Badan Koordinasi Penanaman Mo...

TEKNOLOGI

Bali Industri Kreatif Expo 2017
Bali Industri Kreatif Expo 2017 Denpasar, hariandialog.com - 14-3-2017 - Setelah dinilai tim juri Lomba  Desain Kendaraan Pedesaan dalam rangkaian  Event Pameran Expo Bali...
Luncurkan Layanan Berbasis Internet, AliaGo Siap Mendunia
Luncurkan Layanan Berbasis Internet, AliaGo Siap...

Jakarta, hariandialog.com – Seiring perkembangan teknologi yang...

KANTOR PUSAT :
Jl Binawarga No 4 Kalibata, Jakarta Selatan 12750 Telp. (021) 79193461, 92296596; Fax. (021) 7946448
Email: dialog_indonesia@yahoo.com - http://www.hariandialog.com

PERWAKILAN :
• Tanggerang • Serang • Banten • Bekasi • Kerawang • Cibinong • Bogor -Cianjur- Sukabumi • Bandung• Garut • Tasikmalaya•Sumedang• Purwakarta • Cirebon • Majalengka • Indramayu • Semarang • Surabaya • Sidoarjo • Bali • Bima • Bandar Lampung • Lampung Selatan • Lampung Utara • Lampung Barat • Tanggamus • Bangka • Bangka Barat • Pangkal Pinang • Belitung • Jambi• Sumsel • Bengkulu• Lubuk Linggau • Lingga • Batam• Tanjung Pinang • Karimun«Pekan Baru • Padang • Medan • Kabanjahe«Tanahkaro • Deliserdang«Serdang Bedagal• Binjal -Langkat «Labuan Batu •Sibolga-Pematang Slantar»Tarutung.Barus« Makasar-Sulbar-Mamuju •Bolmong«Sorong Papua Barat • P. Sidempuan • Nias • Bengkulu • Tembilahan