Hariandialog,Tuesday 22 August 2017, 06:51

Persekusi dan Eigenrichting

Salah satu terma yang sering kita temukan dalam diskursus di media pada akhir-akhir ini adalah "persekusi". Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KKBI) persekusi diartikan sebagai pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga dan disakiti, dipersusah, atau ditumpas.

 

 

Secara konseptual, Wikipedia menuliskan sebagai berikut :

"Persekusi (bahasa Inggris: persecution) adalah perlakuan buruk atau penganiayaan secara sistematis oleh individu atau kelompok terhadap individu atau kelompok lain, khususnya karena suku, agama, atau

pandangan politik. Persekusi adalah salah satu jenis kejahatan kemanusiaan yang didefinisikan di dalam Statuta Roma Mahkamah Pidana Internasional.

Timbulnya penderitaan, pelecehan, penahanan, ketakutan, dan berbagai faktor lain dapat menjadi indikator munculnya persekusi, tetapi hanya penderitaan yang cukup berat yang dapat dikelompokkan sebagai persekusi."

Dalam studi hukum, sejatinya ada istilah yang dapat dipadankan dengan konsep "persekusi" tersebut yaitu eigenrichting (Belanda) atau main hakim sendiri. Secara konseptual, eigenrichting adalah tindakan untuk menuntut hak terhadap orang lain yang dilakukan sendiri (oleh orang yang merasa punya hak) secara sewenang-wenang. Secara singkat, eigenrichting adalah pelaksanaan sanksi secara

perseorangan. Eigenrichting adalah perbuatan melawan hukum dan karenanya tindakan main hakim sendiri tersebut diancam dengan pidana.

Bertitik tolak dari uraian tersebut, secara ontologis persekusi dan eigenrichting memiliki hakekat yang sama, yaitu melakukan tindakan  pembelaan hak  terhadap pihak lain berdasarkan kekuatannya sendiri. Secara filosofis baik persekusi maupun eigenrichting itu dilarang oleh karena tingginya unsur subjektifitas sebagai dasar untuk melakukan tindakan pembelaan hak dan potensi tingginya tiranitas dengan prinsip hukum rimba.

Dalam konsep negara modern, sejatinya setiap individu telah menyerahkan kekuatan dan kewenangannya untuk melakukan penegakan hak kepada negara melalui kontrak sosial. Karenanya, hanya negara yang memiliki monopoli untuk menggunakan kekuatan dalam rangka memelihara

ketertiban dan penegakan dalam penuntutan hak. Negara membentuk lembaga/institusi untuk menjalankan fungsi memelihara ketertiban dan menegakkan pelanggaran hak yang terjadi dalam wilayah yurisdiksinya. Dalam negara modern berlaku pomeo bahwa penghormatan terhadap hukum adalah bentuk keberadaban suatu bangsa.

Semakin menguatnya persekusi dan juga eigenrichting sejatinya adalah cermin kemunduran keadaban suatu bangsa. Semoga Bangsa Indonesia tidak tergiring ke arah tubir kebiadaban oleh karena persekusi dan eigenrichting yang semakin banyak terjadi disekitar kehidupan kita. Salam berpikir merdeka dari tetangga sebelah yang diterima melalui WA. (tim)

Berita Sebelumnya:Berita Terkait:

PILIHAN REDAKSI

Haji Khusus Maghfirah akan Berdoa untuk Kebaikan Bangsa di Tanah Suci
Haji Khusus Maghfirah akan Berdoa untuk Kebaikan... Jakarta, hariandialog.com - Sebanyak 159 jamaah haji Khusus PT. Kafilah Maghfirah Wisata atau yg lebih dikenal dengan nama Maghfirah Travel telah...
Keberangkatan Jamaah Haji Khusus AMPHURI Dilepas Dirjen PHU
Keberangkatan Jamaah Haji Khusus AMPHURI Dilepas...

Jakarta, hariandialog.com - Setelah hampir dua pekan pemberangkatan...

SURAT KABAR DIALOG

KESEHATAN

Pemkab Bogor Lakukan Imunisasi Measles Rubella Gratis

Pemkab Bogor Lakukan Imunisasi Measles R…

Bogor,hariandialog.com – 7-8-17-Pemerintah KabBogor (Pemkab Bogor-re...

Wabup Darma Wijaya : Akreditasi Tingkat…

Tebing Tinggi,hariandialog.com - Sebagai bentuk keseriusannya dalam ha...

TEKNOLOGI

Gubernur Pastika Coba Mobil Listrik
Gubernur Pastika Coba Mobil Listrik Denpasar, hariandialog.com - 4-7-17 - Gubernur Bali Made Mangku Pastika mencoba mobil listrik rancangan Swedia yang sudah diproduksi di dalam...
Bali Industri Kreatif Expo 2017
Bali Industri Kreatif Expo 2017

Denpasar, hariandialog.com - 14-3-2017 - Setelah dinilai tim juri...

KANTOR PUSAT :
Jl Binawarga No 4 Kalibata, Jakarta Selatan 12750 Telp. (021) 79193461, 92296596; Fax. (021) 7946448
Email: dialog_indonesia@yahoo.com - http://www.hariandialog.com

PERWAKILAN :
• Tanggerang • Serang • Banten • Bekasi • Kerawang • Cibinong • Bogor -Cianjur- Sukabumi • Bandung• Garut • Tasikmalaya•Sumedang• Purwakarta • Cirebon • Majalengka • Indramayu • Semarang • Surabaya • Sidoarjo • Bali • Bima • Bandar Lampung • Lampung Selatan • Lampung Utara • Lampung Barat • Tanggamus • Bangka • Bangka Barat • Pangkal Pinang • Belitung • Jambi• Sumsel • Bengkulu• Lubuk Linggau • Lingga • Batam• Tanjung Pinang • Karimun«Pekan Baru • Padang • Medan • Kabanjahe«Tanahkaro • Deliserdang«Serdang Bedagal• Binjal -Langkat «Labuan Batu •Sibolga-Pematang Slantar»Tarutung.Barus« Makasar-Sulbar-Mamuju •Bolmong«Sorong Papua Barat • P. Sidempuan • Nias • Bengkulu • Tembilahan