Hariandialog,Friday 15 December 2017, 04:08

Dialog Publik PWI-Unihaz Bengkulu Antisipasi Radikalisme

Bengkulu, hariandialog.com - 18-10-2017 - Ancaman terbesar Indonesia saat ini dan masa mendatang adalah paham radikal dikalangan anak bangsa. Paham radikal yang memaksa mengubah dasar negara menjadi haluan kiri (berbau Komunis=PKI) atau haluan kanan berhaluan agama tertentu (khilafah). Pemaksaan kehendak oleh sekelompok anak bangsa ini akibat ketidakpuasan terhadap pemerintahan yang sedang berkuasa. Pemberitaan medsos yang tak terkendali harus diantisipasi agar keutuhan negara tidak tercabik-cabik seperti negara bekas Yugoslavia,  Uni Sovyet atau sejumlah negara Arab di Timur Tengah lainnya. Pemberitaan medsos yang gencar juga telah mengubah menggerus perilaku anak bangsa.

Demikian disampaikan ketua PWI Provinsi Bengkulu Zacky Anthony, MH sebagai salah seorang narasumber saat membuka Dialog Kebangsaan bekerjasama dengan Kampus Biru Universitas Prof.Dr Hazairin (Unihaz) Bengkulu. Dialog menghadirkan narasumber Rektor IAIN dan ketua PWNU Bengkulu, Prof.Dr H.Sirajuddin, M.Ag, Rektor Unihaz Dr.Yulfiperius. Dialog Publik mengusung tema “Menangkal Gerakan Radikalisme dan Terorisme, Menyikapi Isu Rohingya”. Zacky Anthony membeberkan keberagaman suku bangsa, agama dan bahasa serta jumlah penduduk terbesar N0.4 didunia saat ini,  Indonesia akan terpecah belah oleh pemberitaan media sosial yang tidak terkendali dan sulit dipertanggungjawabkan. Karena akan menjadi ancaman bagi persatuan dan kesatuan NKRI saat ini dan ke depan. Akibat pemberitaan medsos yang tidak tersaring nilai-nilai dalam masyarakat tergerus seperti semangat gotong royong, kebersamaan dan ramah tamah namun lebih cenderung ke individualisme/

Sebab itu masyarakat harus cerdas tidak menelan bulat-bulat upload berita medsos pelanggaran medsos harus dijerat UU dan KUHAP. Kemerdekaan dan pemberitaan Pers yang luar biasa berdampak pada prilaku masyarakat saat ini. Tantangan berat yang di hadapi bangsa saat ini cukup pelik seperti masalah korupsi, kemiskinan, kebodohan, narkoba dan infrastruktur. Terkait fungsi pers yang keempat yakni melindungi kaum tertindas. Narasumber kedua Rektor Unihaz Dr. Yulfiperius menegaskan antisipasi gerakan radikali Kampus Unihaz membekali mahasiswa,  dosen dengan mata kuliah ketrampilan industri bahkan setiap minggu 1 SKS pelajaran di Masjid sebagai bagian dari pembentukan mata kuliah berkarakter. Mahasiswa yang berprestasi diberi penghargaan untuk melatih empaty mahasiswa. Memupuk rasa nasionalisme agar mencintai NKRI dimulai dengan menimbulkan rasa cinta yang kecil seperti menyanyikan lagu Indonesia Raya harus tegap dan tanpa teks. Mahasiswa juga dibekali berbagai ketrampilan dan skill, mahasiswa juga dilatih untuk disiplin dan tertib. Ada informasi di Gogle bahwa tes tenaga kerja tidak lagi butuh ijazah namun diperlukan skill.

Prof. Dr. Sirajuddin menjelaskan Indonesia lahir sebagai Nation State yang digagas Presiden Soekarno dan Nasir agar bangsa Indonesia yang pluralis dapat disatukan. Pluralis sebagai keunikan dan satu-satunya di dunia. Dibandingkan negara-negara seperti di Arab meski hanya 4 suku namun sudah terpecah-pecah. Namun Indonesia dengan  1.331 bangsa, 1.211 bahasa dan 17.504 Pulau. Bersatu dalam NKRI yang kokoh dan pondasi Pancasila sebagai asas tunggal yang sangat luar biasa. Bersatunya keberagaman di Indonesia karena berkat Rahmat Allah Yang Maha Esa pada bangsa Indonesia yang Berketuhanan. Namun tantangan ke depan Radikalisme dan terorisme.

Pembersihan etnis Rohingya oleh Junta Militer Myanmar Pers yang mengabarkan pada dunia apa yang terjadi dan apa yang dilakukan militer Myanmar terhadap Kaum tertindas Rohingya. Media dengan teknologi bisa mendapatkan gambar-gambar akurat kondisi warga Rohingya sebenarnya. Disampaikan prof.Dr. Sirajudin Kekejian yang dilakukan Junta Militer Myanmar intinya bukan hanya masalah agama namun lebih pembersihan etnis dan pengurangan jumlah penduduk.

Kesimpulan Dialog Publik yang diikuti mahasiswa Universitas Bengkulu (Unib) dan mahasiswa Unihaz serta Jurnalis media sebagai kekuatan luar biasa harus punya hati nurani agar pemberitaan yang tidak terkendali tidak membawa kehancuran. Pemerintah harus adil terhadap anak bangsa dari alumni pendidikan agama Islam agar tidak direkrut kelompok radikal. Pemuda dan mahasiswa sebagai aset negara harus diberdayakan dan memberdayakan diri secara mandiri. Yang terpenting menumbuhkan sikap toleran terhadap semua perbedaan demi menjaga keutuhan NKRI. (hasanah)

Berita Sebelumnya:

FORM_HEADER


FORM_CAPTCHA
FORM_CAPTCHA_REFRESH

PILIHAN REDAKSI

Kombes Pol Sri Suari Wahyudi:  Jangan Takut Melaporkan Tindak Pidana
Kombes Pol Sri Suari Wahyudi: Jangan Takut... Jakarta, hariandialog.com - 12-112-2017 - “Setiap warga Negara diperkenankan melaporkan bila mengetahui adanya tindak pidana. Jadi jangan takut...
PWI Selenggarakan Anugerah Jurnalistik Adinegoro
PWI Selenggarakan Anugerah Jurnalistik Adinegoro

Jakarta, hariandialog.com - 28-11-2017 – Persatuan Wartawan Indonesia...

SURAT KABAR DIALOG

KESEHATAN

Dinkes DKI Jakarta: Terbitkan Sanksi Bu…

Jakarta, hariandialog.com - 25-09-2017 - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI ...

Safari KB untuk Menekan Angka Kelahiran

Safari KB untuk Menekan Angka Kelahiran

Tangerang, hariandialog.com - 11-9-17 - PBMKB Kota Tangerang bekerja...

TEKNOLOGI

Terapkan E-learning:    Pemprov Bali Jajaki Kerjasama Penyedia Jasa Aplikasi Quipper Indonesia
Terapkan E-learning: Pemprov Bali Jajaki... Denpasar, hariandialog.com - 4-12-2017 - Dalam rangka penerapan e-learning bidang pendidikan, Pemrov. Bali menjajaki kemungkinan  bekerjasama...
SMK Pancasila Purwodadi Ciptakan Sumber Energi Alternatif
SMK Pancasila Purwodadi Ciptakan Sumber Energi...

Grobogan,hariandialog.com – 18-9-2017 - SMK Pancasila Purwodadi yang...

KANTOR PUSAT :
Jl Binawarga No 4 Kalibata, Jakarta Selatan 12750 Telp. (021) 79193461, 92296596; Fax. (021) 7946448
Email: dialog_indonesia@yahoo.com - http://www.hariandialog.com

PERWAKILAN :
• Tanggerang • Serang • Banten • Bekasi • Kerawang • Cibinong • Bogor -Cianjur- Sukabumi • Bandung• Garut • Tasikmalaya•Sumedang• Purwakarta • Cirebon • Majalengka • Indramayu • Semarang • Surabaya • Sidoarjo • Bali • Bima • Bandar Lampung • Lampung Selatan • Lampung Utara • Lampung Barat • Tanggamus • Bangka • Bangka Barat • Pangkal Pinang • Belitung • Jambi• Sumsel • Bengkulu• Lubuk Linggau • Lingga • Batam• Tanjung Pinang • Karimun«Pekan Baru • Padang • Medan • Kabanjahe«Tanahkaro • Deliserdang«Serdang Bedagal• Binjal -Langkat «Labuan Batu •Sibolga-Pematang Slantar»Tarutung.Barus« Makasar-Sulbar-Mamuju •Bolmong«Sorong Papua Barat • P. Sidempuan • Nias • Bengkulu • Tembilahan